
Pagi harinya, ustad Ilham membawa sarapan untuk Lula, karna dia tau Lula masih merasa pusing.
''Lula, bangun!'' kata ustad Ilham dengan lembut.
''Lulaa.'' kata ustad Ilham.
Lula hanya mengeliat, dia engan membuka matanya.
''Saya bawa sarapan untuk kamu, bangun ya!'' kata ustad Ilham dengan lembut dan hati-hati.
''Emm, apa si?'' kata Lula seraya bangun dari tidurnya dan duduk bersandar.
''Saya bawakan sarapan, kamu makan ya.'' kata ustad Ilham.
''Emang gua nyuruh lo bawa sarapan kesini, engak kan. Jadi gak usah sok perhatian ke gua, Ngerti?'' kata Lula dengan penuh penegasan.
''Tapi saya..'' kata ustad Ilham terhenti saat telfon Lula berdering.
Lula menggnngkat telfonnya.
''Hallo sayang.'' kata Lula dengan lembut.
Sontak ustad Ilham terkejut, dari suara Lula ia tau seberapa besar cinta Lula kepada kekasihnya itu.
''Kamu dimana? aku cari-cari kamu kok gak ada. Aku takut kamu diculik om-om kelaparan.'' kata Devid.
''Aku emang lagi sama om-om sayang, tapi beda spesies.'' kata Lula seraya tersenyum..
Ustad Ilham tau kalo om-om itu adalah dirinya.
''Maksud kamu?'' kata Devid yang tidak mengerti sindiran Lula.
''Aku lagi sama om-om alim sayang.'' kata Lula.
''Ohh dia ada disana?'' kata Devid.
''Hem iya, mau kenalan?'' kata Lula seraya melirik ustad Ilham yang hanya tertunduk.
''Boleh.'' kata Devid.
__ADS_1
Lula menyerahkan handphone nya kepada ustad Ilham.
''Ni pacar gua mau kenalan sama lo.'' kata Lula.
Ustad Ilham menerima handphone Lula dengan ragu. Lula pergi ke kamar mandi karna kebelet buang air kecil dan sekalian cuci muka.
''Asalamualaikum.'' kata ustad Ilham.
''Gua cuma mau bilang ke lo kalo Lula itu punya gua.Segalanya yang ada di Lula itu punya gua, dari hatinya, pikiranya sampai tubuhnya. So, lo jangan mimpi bisa dapetin Lula.'' kata Devid.
''Kamu salah mas, saya sudah menjadi suami Lula. Memang mungkin sekarang dia belum mencintai saya, tapi cepat atau lambat dia akan mencintai saya karna saya suaminya.'' kata ustad Ilham dengan penuh percaya diri.
''Hahahaha sebelum itu terjadi Lula sudah bukan istri lo lagi.'' kata Devid.
''Jika Lula jodoh yang Allah berikan untuk saya, mau seperti apapun kamu mencoba menjauhkan saya dengan Lula, dia akan tetap kembali kepada saya.'' kata ustad Ilham.
''Liat aja nanti, gua bakal bikin perhitungan ke lo.'' kata Devid.
Lula sudah selesai dengan urusannya dan meminta kempali handphone nya.
''Sini.'' Lula merebut handphonenya dari tangan ustad Ilham.
''Hallo sayang.'' kata Lula.
''Apa!'' kata Lula seraya memelototi ustad Ilham.
''Gua bakal bikin perhitungan ke dia, liat aja nanti.'' kata Devid marah.
''Udah dulu ya sayang.'' kata Lula.
''Ya bye.'' kata Devid.
Lula menutup telfonnya dan menatap ustad Ilham.
''Ngomong apa lo sama cowok gua?'' kata Lula.
''Saya bilang kalau kamu istri saya.'' kata ustad Ilham.
''Gua udah bilang ke lo, kalo gua terpaksa nikah sama lo. Dan pernikahan ini hanya di atas kertas, gak lebih dari itu.'' kata Lula dengan penuh penegasan.
__ADS_1
''Tidak apa-apa jika kamu menganggap pernikahan ini hanya main-main. Tapi bagiku pernikahan ini adalah sebuah takdir dan aku menganggap kamu adalah istriku.'' kata ustad Ilham seraya menatap mata sang istri.
''Ohh udah berani natap mata gua ya. Gua ingetin lagi ke lo, jangan harap gua mau jadi istri sesungguhnya karna di hati gua cuma ada Devid. Ingat itu!'' kata Lula seraya menunjuk wajah ustad Ilham.
''Allah maha membolak-balikan hati manusia, jika Allah berkehendak, kamu bisa mencintai saya.'' kata ustad Ilham.
''Banyak bacot lo ya, keluar dari kamar gua. KELUAR!'' kata Lula marah.
Ustad Ilham keluar dari kamar Lula.
''Semoga Allah meluluhkan hati kamu.'' kata ustad Ilham.
Lula benar-benar marah dengan omongan ustad Ilham, dia tidak suka jika ustad Ilham tidak takut kepadanya. Tiba-tiba Devid menelfon Lula. Lula menganggkat telfonnya.
''Hallo sayang.'' kata Lula.
''Tadi kamu ngomong sama tu cowok?'' kata Devid.
''Ya dan dia kelihatan gak takut lagi ke aku, dia udah berani natap mata aku, sayang.'' kata Lula.
''Bener-bener pengen di hajar tu orang.'' kata Devid.
''Gini aja sayang, besok kamu bawa dia ke taman deket minimarket, aku akan bikin dia nyesel karna sudah berurusan dengan kita.'' kata Devid.
''Kamu mau ngapain?'' kata Lula yang takut jika Devid menyelakai ustad Ilham karna jika Devid menghajar seseorang, dia akan membuat orang itu benar-benar terluka parah.
''Kamu tenang aja, aku cuma ingin memberi sedikit saja pelajaran .'' kata Devid.
''Oke besok aku bakal ajak dia ke sana.'' kata Lula.
''Good, udah ya. Bye sayang.'' kata Devid.
''Bye.'' kata Lula.
---------------------------------------
Terima kasih sudah membaca novelku😊
Jangan lupa komen dan like ya😊
__ADS_1