
Tanpa Bella sadari seseorang yang ada di dalam mobil, mendengar keluh kesah perutnya. membuat pria di dalam mobil ingin tertawa tapi tertahan di dalam hati. ada ya tertawa dalam hati
Dasar bodoh. Malah memilih kelaparan sendiri. batin Evan dengan mengangkat kedua sudut bibirnya. Menarik.
Di seberang jalan juga ada yang melihat kejadian itu. Jalan pak. Wanita paruh baya itu memerintahkan sopirnya untuk meninggalkan tempat itu. Wanita bodoh.
Evan keluar dari mobilnya, kemudian menarik Bella untuk masuk kedalam mobilnya.
"Apa yang kau lakukan hah!" tanya Bella, sedikit shock, gak nyangka yang menariknya adalah pria yang sempat ia kagumi. Evan menatapnya datar.
"Jalan pak" tanpa mengalihkan tatapannya pada Bella, ia menyuruh sopirnya untuk menjalankan mobil, entah Mau dibawa kemana Bella.
"Apa maumu?" Teriak Bella. Evan tidak menjawab dia hanya diam. Merasa malas Bella pun ikut terdiam. Mobil pun berhenti didepan Restoran. Evan keluar yang diikuti pula oleh Bella. Tanpa mengucapkan sepatah katapun, Evan melangkah menuju sebuah meja kemudian duduk, melihat Bella yang masih setia berdiri, barulah Evan membuka suara.
"Duduklah" Ucap Evan menatap Bella.
"Kenapa kau membawaku kesini" ucap Bella sedikit meninggikan suaranya.
"Duduklah" akhirnya Bella duduk, tanpa bertanya pada Bella, Evan langsung memesan makanan untuk mereka berdua. Beberapa menit kemudian makanan yang mereka pesan akhirnya datang.
"Makanlah" Ucap Evan sambil memakan makanannya tanpa menatap Bella.
Bella diam, ia menatap Evan, beralih melihat makanan di depannya. Sepertinya enak.
__ADS_1
Kenapa Evan mengajakku makan, eh hmm.. makan gak ya, duh stiknya melambai lambai minta dimakan lagi. Ah.. tidak aku harus punya harga diri, maaf stik kita tidak berjodoh.
"Kenapa? tidak suka? kau ingin pesan yang lain? tanya Evan karena Bella hanya menatap makanan di depannya tanpa ada niatan untuk makan.
" Aku tidak lapar"jawab Bella cepat.
"Ckk.. " Evan berdecak. Bella melirik lagi makanan di depannya, membuat Evan ingin tertawa melihatnya." Cepat makan, atau... kau ingin aku menyuapimu? " goda Evan.
"Aku... baiklah kalau kau memaksa, lagi pula sayang udah dipesan" menyuapkan sepotong stik ke dalam mulutnya. "Ehmmm.... enak banget" menatap Evan. " Ini harganya berapa? " tanya Bella. Evan hanya melihatnya. Tak terasa piringnya pun kosong tak bersisa.
Bilangnya tidak lapar. Dasar!?! batin Evan.
"Aku kenyang, Terima kasih traktirannya, lain kali akun yang akan mentraktir mulai, tapi jangan yang mahal ya" ucap Bella sambil tersenyum manis.
Deg.
"Aku akan menagihnya" jawab Evan. "Besok malam ikutlah denganku" lanjut Evan.
"Kenapa aku harus ikut denganmu?"
"Karena kau kekasihku" Evan menyunggingkan senyum mautnya.
"Tunggu tunggu,, aku belum membuat perhitungan denganmu, kenapa kau tiba tiba menjadikanku kekasihmu? Apa maksudmu sebenarnya" tanya Bella.
__ADS_1
"Apa kau senang telah menjadi kekasihmu? "
"Senang?? yang ada kau akan membuatku dalam masalah. Awas saja kau kalau terjadi apa apa padaku!" ancam Bella.
Mengedikkan kedua bahunya. " Jadilah kekasihku, maka kau akan aman" ucap Evan tanpa beban.
"Apa maumu sebenarnya? " tanya Bella curiga.
"Pintar.. Datanglah besok malam bersamaku, kau masih ingat wanita yang bersamaku di restoran, buatlah dia yakin kalau kau kekasihku. Buatlah dia menjauh dariku"
"Maksudmu,, aku harus menjadi kekasih pura pura? kau memanfaatkanku? Aku tidak mau.. " jawab Bella tegas.
"Aku akan memberikan apapun yang kau minta" tawar Evan.
Apapun? Bagaimana jika aku meminta hatimu. Apa kau akan dengan mudah memberikannya padaku.
"Baiklah.. aku setuju. Dan jika waktunya tiba aku akan menagihnya. tapi bagaimana jika kau jatuh cinta padaku?
" Maka, kau harus bekerja keras untuk membuatku jatuh cinta padamu" jawab Evan santai.
Dua kali kau sudah memintaku untuk menjadi kekasihmu, meskipun hanya kekasih pura pura. satu kali lagi, sampai tiga kali kau memintaku untuk menjadi kekasihmu, maka aku tak akan melepaakanmu. Aku anggap itu adalah rezeky dari Allah, dan tentu saja rezeky tidak boleh ditolak. meskipun aku tahu, akan sakit nantinya, aku akan menyiapkan hatiku untuk itu. Tapi untuk saat ini aku tak akan melepaskanmu. Batin Bella.
Mobil pun melaju membelah keramaian malam, hingga tak terasa sudah sampai di depan rumah kos Bella.
__ADS_1
"Aku akan menjemputmu jam 7 besok malam" ucap Evan. Bella mengangguk tanpa menjawab apapun ia membuka pintu mobil, tanpa mengucapkan salam ia keluar dari dalam mobil melangkah ke pintu depan rumah kos.
Dia mengacuhkanku. Awas saja kau nanti.