
Di restoran, tempat dimana para sahabat akan bertemu. Ya Bella dan Evan mengajak para sahabatnya untuk makan malam, sekaligus merayakan hari jadi mereka. Evan dan kedua sahabatnya sudah sampai dulu di restoran, sedangkan Bella masih dijalan bersama kedua sahabatnya, tanpa mereka ketahui bahwa mereka juga akan makan malam bersama kedua sahabat Evan. Mereka sampai di restoran, bersama melangkah menuju tempat yang sudah Evan duduki bersama kedua sahabatnya.
"Aku ke toilet dulu ya" ucap Risa sebelum sampai di meja Evan dan sahabatnya. Risa belum menyadari bahwa ada sepasang mata yang sedang mengawasinya dengan tatapan yang aneh.
Evan tersenyum melihat kedatangan kekasihnya. kemudian Bella duduk disebelah Evan disusul Citra. Tanpa sungkan Bella mengecup pipi Evan.
Cup
Wanitaku ini benar benar agresif, aku suka.
"Ah.. kalian ini tidak lihat tempat, nasib jadi jomblo" Tutur Tomi.
"Kalian merusak mataku" lanjut Citra. Bella tertawa
"Maaf, aku merindukannya, membuatku tak tahan untuk menggigitnya" ucap Bella santai, jangan ditanya bagaimana keadaan laki laki disebelahnya. Evan tersenyum tipis, wajahnya bersemu merah seperti tidak pernah digoda perempuan saja. Ternyata meskipun dingin punya sisi pemalu juga.
"Aku kebelakang dulu" Andre hanya diam dari tadi sambil memperhatikan gurauan sahabatnya.
Seorang wanita keluar dari kamar mandi.
Grebek
Tangannya ditarik oleh seseorang menuju lorong yang sepi, tubuhnya langsung dihimpit ke tembok.
"Kau... " Bibirnya terhenti karena sesuatu yang lembut menyentuh bibirnya.
Andre
Andre melepaskan tautan bibirnya sambil tersenyum."Sayang kau disini? " tanya Risa. "Kau membuatku terkejut" Andre menatapnya tajam.
"Evan mentraktir kami untuk merayakan hari jadinya, aku harap kau bisa menjaga sikap" ucap Andre sambil mengelus rambut Risa. Kenapa Dre? kenapa kita belum bisa mengumumkan hubungan kita ucap Risa dalam hati.
"Baiklah,, ayo jangan sampai mereka curiga, emm.. lebih baik aku duluan.
Setelah semua berkumpul di meja, mereka mulai memesan makanan, diringi canda tawa membuat mereka seperti teman lama, mereka cepat mengakrabkan diri, apalagi dengan kepribadian Bella dan kedua sahabatnya yang mudah membuka diri, Risa pun terlihat biasa saja, dia tidak canggung sama sekali dengan Andre, seakan mereka tidak punya hubungan apapun. Mereka menyelesaikan makan malamnya sebelum berpisah untuk pulang kerumah masing masing. Mereka memutuskan untuk langsung pulang setelah makan malam.
Citra pulang bersama Risa, Evan tentu saja mengantar Bella. Tomi dan Andre mengendarai mobilnya sendiri.
Waktu berjalan begitu cepat tak terasa hubungan Bella dan Evan sudah tiga bulan. Karena bujuk rayu Evan akhirnya Bella mengalah, ia tinggal di apartemen Evan setelah masa kosnya habis.
Di apartemen.
"Wau... kau sudah menyiapkan segalanya, aku suka meja belajarnya, Terima kasih sayang. " Bella memeluk Evan. "Ayo bantu aku membereskan barang barangku"
__ADS_1
"Baiklah" mereka mulai membereskan barang barang yang Bella bawa dari kosan, ya hari ini Bella pindah dari kosan dan mulai hari ini juga dia resmi tinggal di apartemen Evan.
"Lelah?" tanya Evan. Bella mengangguk.
"Istirahatlah dulu, aku akan memesan makanan untuk kita" Bella mengangguk lagi, ia juga merasa lapar.
Setengah jam kemudian, pesanan yang dipesan Evan pun datang. Evan menghampiri Bella yang ternyata sudah bangun.
"Aku pikir kau tertidur" ucap Evan.
"Tidak, aku tidak bisa tidur" Berjalan mendekati Evan dan bugh, "aku ingin memelukmu" Evan tersenyum dengan kelakuan Bella. Evan pun membalas pelukan Bella sambil mengelus rambutnya. "Aku lelah tapi aku lapar, suapin aku ya.. "
"Kau manja sekali" mencubit hidung Bella.
"Gendong" Evan langsung menggendong Bella dan memangkunya. Kemudian mengambil piring yang sudah Evan siapkan lalu mulai menyuapi Bella.
"Kau juga harus makan" sambil mengunyah makanan di mulutnya. "Aku akan menyuapimu aaaa.... " akhirnya mereka saling menyuapi sampai 2 piring makanan habis tak bersisa.
"Aku kenyang,, aku jadi mengantuk" tanpa bicara Evan membawa Bella ke sofa dalam gendongannya, menekan remote untuk menyalakan TV, mereka menikmati sore yang indah bersama.
"Aku mencintaimu, bolehkah aku meminta jangan pernah meninggalkanku? " ucap Bella penuh harap.
"Aku juga sangat mencintaimu, aku tak akan pernah meninggalkanmu, percayalah" Evan menatap Bella.
"Apa ini? "
"Pakailah untuk kebutuhanmu dan kebutuhan sehari hari? tiap bulan aku akan mengisinya, belilah stok makanan yang banyak, aku tahu kau suka makan jangan sampai kau kelaparan setelah menjadi kekasihku"
"Kau baik sekali, tapi haruskah aku menerimanya? "
"Terimalah"
"Baiklah,,, rasanya aku tak sanggup untuk menolaknya" Bella tertawa.
"Bolehkah aku meminta sesuatu? "tanya Evan. Bella mengangguk.
" Berhentilah bekerja" Bella memandang Evan lekat.
"Kau mulai belajar untuk bertanggung jawab? kau mau menanggung hidupku? "tanya Bella
" Bisa dibilang begitu, dan iya aku mau menanggung hidupmu"
"Makanku banyak, aku suka makan, keperluanku juga banyak belum lagi kalau aku ingin beli ini, ingin beli itu, banyak sekali, bisa bisa uangmu habis"
__ADS_1
"Maka habiskan lah, mintalah padaku jika kurang" Bella menatap Evan heran, kenapa ia tidak berpikiran kalau aku matre. Beginikah rasanya pacaran sama orang kaya, semuanya serba mudah.
Bukan aku kan yang matre tapi Evan nya saja yang royal, begitu kan.
"Baiklah aku akan berhenti bekerja, aku hanya akan kuliah dan menerima uang saku darimu, my sugar daddy" Evan langsung mencium bibir Bella sampai mereka berdua kehabisan nafas.
"Aku sungguh mencintaimu, my sugar baby" ucap Evan.
"Aku sangat sangat mencintaimu kekasihku Evan Sanjaya" kemudian mereka saling melempar senyum.
Kalau sudah jatuh cinta waktu terasa begitu cepat, tak terasa matahari sudah menyembunyikan dirinya. Malam pun tiba, setelah sama sama membersihkan diri mereka menuju dapur untuk makan malam, karena bahan makanan belum ada mereka memutuskan untuk memesan makan malam. Mereka menghabiskan makan malamnya setelah makanan yang mereka pesan datang.
"Kenapa kau belum pulang? ini sudah malam? "
"Kau mengusir ku? belum sehari kau tinggal disini sudah berani mengusir ku dari apartemen ku sendiri?"
"Ish... kau menyebalkan"
"Apa kau berani tinggal disini sendirian? kalau kau takut aku bisa menemanimu"
"Jangan menakutiku, sana pulang"
" Aku masih merindukanmu"
"Kita sudah seharian bersama, ayo pulanglah! " Bella berusaha menarik tangan Evan, meskipun tarikannya sia- sia, Evan tidak bergerak sama sekali.
"Kau berat sekali" ucap Bella kesal.
"Apa kita menikah saja ya setelah lulus, biar bisa tinggal bersama"
"Menikah? ah... kita masih muda, kau mau memberiku makan apa? " Bella tidak menyadari perkataannya.
" Aku sanggup menafkahimu"
"Ohh ya ya, aku lupa kalau pacarku ini sangat kaya dan pastinya berduit" mengucapkan dengan gaya menggoda.
"Kau menggemaskan sekali, aku jadi ingin menginap"
"Tidak,, tidak ayo pulang"
" Baiklah, aku pulang, besok aku kesini lagi ya" berdiri sambil mengecup kening Bella. Evan sudah bisa bersikap hangat kekakuannya mulai mencair, meskipun wajah datarnya masih ada. Ternyata cinta bisa merubah segalanya.
"Aku menunggumu, muach" Bella mengecup pipi Evan. Akhirnya setelah drama saling mengecup pipi, Evan yang enggan melangkah tapi akhirnya dia pulang juga. Tinggalah Bella sendiri di apartemen Evan.
__ADS_1