
Matahari mulai menampakkan wajahnya, itu tandanya aktivitas rutin semua makhluk akan segera dimulai. Burung burung mulai terbang kesana kemari untuk mencari makanan, manusiapun bersiap untuk beraktifitas kembali, ada yang bekerja ada yang sekolah, ada yang ke pasar, ada yang olahraga. Berbagai kendaraan dengan jenis yang berbeda mulai memenuhi jalanan kota.
Di kampus
Sepasang kekasih berjalan bergandengan tangan melewati lorong kampus. Banyak mata yang melihat mereka dan saat itu juga mereka menjadi trending topic. Banyak yang mempertanyakan hubungan mereka . Terdengar juga kasak kusuk diantara mereka.
Apa mereka pacaran?
Mana mungkin mereka pacaran emangnya siapa Bella berani pacaran sama Evan
Perempuannya aja yang kegatelan sama Evan
Apa dia pantas sama Evan, palingan dia juga naik ke ranjangnya Evan
Masih banyak lagi yang mereka katakan, tapi Bella mah santai, dia malah menggandeng tangan Evan lebih mesra. Sampai dikelas Bella mereka berpisah, Evan membelai rambut Bella.
"Masuklah" Bella mengangguk. Belum sempat duduk kedua sahabatnya tergesa menghampirinya.
"Apa yang aku dengar ini benar Bell? tanya Citra.
" Apa yang kau dengar? "tanya Bella meskipun ia tahu kemana arah pembicaraan sahabatnya ini.
" Bahwa kau dan Evan....pacaran" sahut Risa. Raut wajahnya lebih tenang dari pada Citra.
"Oh berita itu, apa secepat itu tersebar? aku kira butuh waktu berhari hari ternyata hanya beberapa menit saja" menatap kedua sahabatnya. " Aku akan menceritakannya nanti setelah jam istirahat" kedua sahabatnya pun mengangguk, kemudian duduk di tempat duduk mereka karena jam mata kuliah akan segera dimulai.
Waktu pun berlalu, jam istirahat pun tiba. Mereka bertiga memutuskan untuk berbicara ditaman, setelah membeli beberapa cemilan mereka berjalan menuju taman. Melihat kedua sahabatnya yang sudah tidak sabar untuk mendengar ceritanya, Bella pun menceritakan semua yang terjadi termasuk ciuman pertama mereka sampai pertemuan mereka setelah satu bulan, sampai akhirnya mereka menjadi sepasang kekasih.
"Jadi kau sudah berciuman dengannya? " Bella mengangguk. "Apa kau tidur dengannya? " Bella menggeleng.
"Aku tidak berani sejauh itu, aku masih takut sama Allah, kami hanya berkencan"
"Kau benar, kita tidak boleh melakukan hubungan itu sebelum menikah" ungkap Citra.
"Ya aku setuju, Bell.. Apa Evan memberimu tempat tinggal baru, maksudku dia menyuruhmu tinggal di apartemennya? " Tanya Risa menebak seakan dia pernah mengalaminya.
__ADS_1
"Bagaimana kau tahu? kau seperti canayang saja, tapi sayang... tebakanmu sungguh benar. Dia memintaku untuk tinggal diapartemennya"
"Apa jawabanmu? "
"Aku tidak tahu, aku masih memikirkannya, lagian aku juga sudah membayar uang kos untuk 3 bulan kedepan, aku juga tidak yakin itu keputusan yang baik untuk menerimanya"
"Kurasa juga begitu, apa kau tidak dengar apa yang sekampus katakan tentangmu, kau bahkan sudah mengalahkan pamor artis" ucap Risa. "Tapi tenang... kami selalu ada untukmu, aku tidak peduli dengan yang orang lain katakan, yang aku tahu kau teman terbaikku, meskipun kata orang lain kau matre, bagiku itu bagus, jadi kita juga bisa menikmatinya bersama" lanjut Risa yang kemudian mendapatkan pukulan ditangannya. Citra dan Bella memukulnya bersamaan. Mereka pun tertawa bersama sambil saling berpelukan.
"Kau sudah tahu kan apa resiko dari kau berhubungan dengan Evan? " tanya Citra yang disaat tertentu dia bisa menjadi yang paling bijak diantara mereka. Bella pun mengangguk.
"Dan aku berharap disaat itu tiba, kalian masih tetap bisa bersamaku, karena aku butuh kalian agar aku tak mati muda" Bella tertawa.
Aku berharap hubungan kita berhasil Bell. Semoga kita ditakdirkan bahagia dengan orang yang kita sayangi saat ini. Maaf aku belum bisa jujur. Batin Risa.
Tak terasa jam kuliah pun akan dimulai lagi, mereka melangkah bersama menuju kelas. Tapi suara suara yang tidak mengenakkan masih terdengar ditelinga.
"Heh, kau.. Apa hubunganmu dengan Evan? Apa kau kekasihnya. Kau terlalu bermimpi, lihat dirimu apa kau pantas disamping Evan" salah satu wanita penggemar Evan menghampirinya.
"Maaf, aku tidak berminat untuk menjawab pertanyaanmu, menyingkirlah! " jawab Bella.
"Kau.... " Belum sempat menyelesaikan perkataannya tapi terhenti oleh seseorang.
"Satu sudah hadir Bell, nanti besok pasti akan ada lagi, kau terlalu berani pacaran sama Evan, berhati-hatilah" Ucap Citra.
"Kalian tenang saja, selama ada kalian aku aman, siapa yang berani menindas kalian, preman pasar. " Bella tertawa mengejek temannya.
"Uhh... nyesel udah Belain, kalau ujung ujungnya dibilang preman pasar, ngaca dong kamu lebih sadis" mereka memang dari kalangan bawah tapi jangan harap mereka mudah untuk ditindas.
"Ya ya, Terima kasih sahabatku, karena kalian sudah baik hari ini, ayo aku traktir! "
"Ada jam kuliah"
"Yah... nantilah habis kuliah"
" Oke, sekalian aku nunggu ayang" ucap Bella
__ADS_1
"Ayang ayang... sombong banget mentang mentang udah punya pacar" ucap Citra
" Makanya cari pacar, biar ikutan sombong" Bela Bella.
"Gak ah... ribet, aku mau langsung nikah aja. "
"Serius mau nikah muda" tanya Bella dan Risa bersamaan. Citra mengangguk.
"Ya.. setelah lulus kuliah jika ada yang melamarku karena menyukaiku atau mencintaiku, aku mau. Tapi bukan perjodohan loh ya, aku gak mau seperti di novel novel, dijodohkan abis itu suaminya jahat, suka menyiksa, setelah istrinya tak tahan minta cerai barulah suaminya sadar kalau ternyata sudah ada rasa cinta di hatinya untuk sang istri" ucap Citra menghayati ceritanya.
"Kau itu terlalu drama, pantas saja kau tak mau pacaran, takut pacarnya selingkuh seperti novel novel ya" Goda Bella. kemudian mereka tertawa.
Setelah mentraktir sahabatnya di kantin. Bella memutuskan untuk menunggu Evan di parkiran.
Beberapa menit kemudian Evan datang bersama sahabatnya Tomi dan Andre.
"Kekasihmu sudah menunggu bro" ucap Tomi, ia sudah tahu setelah mendengar berita tadi pagi ia langsung mendesak Evan untuk bercerita, karena malas untuk berdebat akhirnya Evan mau bercerita.
"Apa kau serius dengannya bro?" tanya Andre. Evan hanya menatapnya, ia memilih berjalan menghampiri Bella dari pada menjawab pertanyaan Evan.
"Sudah lama?"tanya Evan. masih saja kaku, dingin dan berwajah datar, batin Bella. Hanya 2 kata, seharusnya kan begini 'sayang apa kau lama menungguku, maaf ya' tapi tak apalah tapi gak bisa dibiarin nih..
" Kau tidak lihat, kakiku sampai jamuran menunggumu, pinggang ku capek, aku berdiri dari tadi, apa lagi aku sendirian, aku bukan kawatir akan diculik tapi aku takut mobilmu malu bersamaku" ucap Bella manja
Ternyata selain lucu, menggemaskan, kau juga cerewet. masih banyak yang belum aku ketahui tentangmu tapi aku sudah jatuh hati padamu. kekasihku.
"Heh.. gadis jus ternyata kau cerewet juga, cocoklah dengan si kaku ini, wajahnya selalu datar hahahaha" ucap Tomi tanpa menghiraukan tatapan Evan.
"Selamat atas hubungan kalian, dan sepertinya kau harus mentraktir kami" ucap Andre.
"Terima kasih, tapi aku tak mampu untuk mentraktirmu, mungkin kekasihku yang akan mentraktirmu, dia punya banyak uang, kau bisa meminta padanya" ucap Bella dengan nada bercanda.
"Wau... kau memang berani, kau terlihat seperti wanita matre, seperti yang aku dengar di berita kampus" ucap Tomi.
"Kau benar, aku pun tak akan membela diri, karena aku tak butuh orang untuk mempercayaiku, cukup kekasihku saja" jawab Bella santai sambil melihat ke arah Evan.
__ADS_1
"Baiklah, kalian memang cocok. Kami tunggu kabar traktirannya. " Kemudian Tomi dan Andre melangkah ke mobil masing masing yang disusul juga oleh sepasang kekasih yang masih saling bertatapan.
Bolehkan minta LIKE AND KOMENNYA, please. semoga kalian suka ceritanya.