
Masih di cafe.
Setelah cukup tenang, Citra pun menceritakan apa yang telah terjadi, dan sampai saat ini pun ia belum mengetahui apa penyebab suaminya berubah. Laki - laki yang begitu memujanya, suaminya sendiri telah memperkosanya.
"Menurut cerita kak Andi, sebelum kembali ke hotel ada nomer yang mengiriminya foto - fotomu bersama laki - laki lain, dan kalian masuk kedalam kamar hotel tempat kalian menginap dan laki -laki itu keluar setelah setengah jam dengan pakaian yang berantakan"
.
"Aku tidak bersa.... " berpikir sejenak sebelum kejadian itu terjadi, awalnya dia jalan - jalan terus kembali ke hotel dan bertemu seseorang yang tak lain adalah sahabat suaminya. " Tunggu.... waktu itu aku kembali ke hotel dan menabrak seseorang, katanya dia sahabat suamiku, terus dia sakit perut dan memintaku untuk mengijinkannya membuang hajatnya di kamar hotel, karena dia terlihat tersiksa aku mengijinkannya meskipun aku ragu sebenarnya, dia juga bilang mau ambil dokumen, ya aku ijinkan akhirnya, dan yang masuk ke kamar hotel hanya dia saja"
"Apa dia melakukan hal yang buruk padamu?" tanya Bella khawatir.
"Tidak, dia langsung ke kamar mandi, agak lama di dalam mungkin perutnya sangat sakit, setelah itu ia mencari dokumen apa gitu, aku menunjukkannya untuk mencari diatas meja, tapi dokumennya tidak ada dia bilang mau menghubungi suamiku, dia pamit lalu pergi"
"Tidak ada yang aneh, tapi kenapa ada yang mengirimi kak Andi foto - foto kalian?"
"Apa ini disengaja?" ucap Risa sambil melihat kedua sahabatnya. "Jika benar, aku yakin sahabat kak Andi ada hubungannya dengan semua ini. Sepertinya ada yang ingin membuat kalian salah paham"
"Atau mungkin ada yang ingin merusak hubungan kalian tapi belum ada pergerakan sampai sekarang, apa mungkin ini jebakan maut, seperti di TV" sambung Bella yang agak ngehalu.
"Ahhh... aku tidak tahu" jawab Citra. Ia bingung harus apa, bagaimana hubungannya dengan suaminya, tidak mungkin kan ia bersembunyi terus, cepat atau lambat ia harus menghadapi suaminya.
Setelah berbincang dan melepas rindu, hari itu juga mereka kembali ke kota M, tempat mereka tinggal. Tidak ada percakapan lagi antara Bella dan Risa mungkin karena lelah. Mereka pulang ke apartemen masing masing setelah sampai di kota M.
*
*
Bella langsung membersihkan diri setelah sampai di apartemen. Tubuhnya terasa lelah, ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang, ingin memejamkan mata sebentar sebelum makan malam, ia menunggu suaminya untuk makan malam.
Cek lek. Pintu terbuka
Evan memasuki kamar, melihat wanitanya yang tengah tertidur pulas, ia memutuskan membersihkan badannya terlebih dahulu sebelum membangunkan istrinya. Ia sudah membeli makanan tadi dalam perjalanan pulang ke apartemen, ia tahu istrinya pasti lelah.
__ADS_1
Keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk sepinggang, ia mendekat ke arah ranjang hendak menggoda istrinya, ia naik ke atas ranjang, membaringkan tubuhnya di sebelah istrinya, menatapnya lekat, Bella menggeliat merasa terkena tetesan air, ya tubuh Evan masih basah bahkan ia belum memakai baju.
Bella mengerjapkan matanya.
"Sayang, kapan kau datang, aku ketiduran, rasanya lelah, aku belum masak" Evan hanya menatapnya, kemudian mengecup bibir wanitanya sekilas.
"Aku sudah membeli makanan untuk kita makan malam, apa begitu lelah? " Bella menganggukkan kepalanya. "Bangunlah, kita makan malam dulu" Evan beranjak dari tidurnya diikuti Bella, mereka keluar bersama setelah Evan memakai kaos dan boxer, ia terlihat semakin tampan dan segar.
"Kau sangat tampan" ucap Bella sembari tersenyum ke arahnya. Evan hanya diam tak .
merespon ucapannya. Evan duduk di meja makan sedangkan Bella menuju dapur untuk mengambil piring, meletakkan bungkusan itu keatas piring, kemudian meletakkannya di hadapan Evan, mereka makan malam bersama, tidak ada percakapan selama makan malam, mungkin mereka sangat lapar. makan mlam pun selesai.
Mereka duduk di sofa menonton televisi.
"Terima kasih sayang, kau sudah menemukan Citra, kau memang yang terbaik"
"Kau senang? " Bella menganggukkan kepalanya. "Kau masih ingat kan dengan kesepakatan kita, kapan kau akan membayarku"
"Bukankah tadi pagi aku sudah membayarnya sayang, kalau kau lupa, kau membuatku kelelahan"
gleg
Bella menelan salivanya, ia merasa dalam bahaya, ia merasa terancam oleh suaminya sendiri. wanita nakal, membayangkannya saja sudah membuatnya merinding.
"Ingat jadilah wanita nakal hanya di hadapanmu sayang" bisiknya lagi ditelinga istrinya, melihat perubahan raut wajah wanitanya, ia semakin ingin menggodanya. Ternyata cukup menyenangkan.
"Aku tidak mau" jawab Bella, ia merasa itu akan sangat memalukan.
"Kenapa?"
"Aku tidak bisa melakukannya"
"Kau pasti bisa, aku akan mengajarimu, dan aku yakin kau akan cepat bisa"
__ADS_1
Apa mengajariku, kenapa suamiku jadi nesum begini, apa iya setelah menikah sifat orang akan berubah, menjadi lebih mesum.
"Aku..... "
"Aku tidak akan menagih nya malam ini, lakukanlah sampai kau siap tapi jangan terlalu lama, jangan memberiku harapan palsu sayang"
"Kau membuatku takut" Evan terbahak mendengar ucapan istrinya, mungkin dia akan memiliki hobi baru yaitu menggoda istri.
*
*
Di tempat yang lain. Di sebuah ruangan kerja.
"Kau tidak berubah, masih suka melamun" tanya seseorang yang baru saja masuk ke ruangan itu yang mendapatkan tatapan tak ramah dari seseorang yang berada dalam ruangan itu. ia kemudian duduk di depannya, sembari tersenyum.
"Ck.... aku malas melihat senyummu itu" Andi berdecak, ya di dalam ruangan itu adalah Andi, dan orang yang baru saja masuk pastilah Dini yang selalu datang tiba tiba dan mengejutkan
"Dari pada dirimu, minum senyum, ada apalagi kenapa kau tidak hanya melamun tapi juga kelihatan murung, apa ada yang mengganggumu"
"Citra pergi " meskipun Doninsering mmbuatnya kesal tapi ia tetap menceritakan masalahnya. "Dia pergi meninggalkanku setelah aku melakukannya
Ternyata rencanaku **berhasil. Tapi kenapa Citra pergi, bukankah seharusnya Andi marah kemudian menyentuh istrinya karena api cemburu. Tidak perlu menunggu istrinya siap.
Andi pun menceritakannya pada Doni bagaimana itu menjadi awal kepergian wanitanya dan sampai saat ini ia belum bisa menemukan istrinya.
Doni menghela nafas kasar, sepertinya aku harus menceritakannya, semoga saja dia tidak memukulku ucapnya di dalam hati.
"Apa dia mengirimimu foto seperti ini" memperlihatkan foto yang ada di ponselnya sambil menggeser foto itu satu persatu.
"Bagaimana kau bisa memilikinya"
"Perhatikanlah baik-baik laki-laki itu, tidakkau kau merasa mengenalnya" Andi menatap foto itu lekat, tapi ia tidak bisa mengenali siapa laki laki itu, ya Andi mendapat kiriman foto tanpa wajah, hanya tubuhnya saja.
__ADS_1
"Aku tidak mengenalnya, aku juga sudah tidak perduli lagi, aku hanya ingin istriku kembali**"