
Aku tahu suamiku kaya, tapi aku tak menyangka suamiku sekaya itu. Ini rezeky double.
"Kita mau bulan madu kemana?" tanya Bella penasaran, suami kayanya mau membawanya kemana. Bulan madu orang kaya seperti apa ya.
"Bali"
"Kita ke Bali" tanya Bella lagi, takutnya dia salah dengar, jadi dia bertanya kembali untuk memastikan.
"Ya"
"Kenapa?" Bukannya tidak senang, tapi pikiran Bella sudah kemana mana, ia pikir suami kayanya itu akan mengajaknya bulan madu ke luar negeri, tapi malah di dalam negeri, bukannya tidak bagus, Bali juga bagus, bagus banget malah, Bella saja belum pernah ke Bali, tapi cuma diluar ekspetasi aja. Naik jet pribadi bukannya harusnya keluar negeri ya.
"Kenapa wajahmu ditekuk begitu, apa kau kecewa kita hanya ke Bali saja"
"Tidak, aku senang aku juga belum pernah ke Bali, cuma aku pikir kau akan mengajakku ke luar negeri, biasanya orang kaya bulan madunya ke luar negeri"
"Hahahahahha" Evan tergelak. "Kau memang yang paling bisa membuatku tertawa. Aku merindukanmu, sangat merindukanmu, aku rindu semua tentangmu" Bella tersenyum, ia langsung klepek klepek digombalin begitu. Gimana aku gak jatuh cinta bang batinnya. Evan memeluk Bella semakin mengeratkan pelukannya.
"Aku juga merindukanmu"
"Benarkah, tapi kenapa aku meragukannya ya" Bella melepaskan pelukannya. Menatap Evan intens.
Bella mengambil tangan Evan membawanya kedekapannya. " Di hatiku hanya ada namamu, meskipun kau telah menyakitiku, aku tetap mencintaimu, bahkan lebih mencintaimu, kau tahu kadang aku merasa bersalah masih mencintai pria beristri"
"Maaf,, aku akan berusaha untuk jujur apapun itu. Kau tahu kenapa aku mengajakmu ke Bali?" Bella menggeleng. " Karena aku ingin cepat cepat memberi mama cucu, kalau ke luar negeri kelamaan"
"Mesum... " memukul lengan Evan. " Kenapa kau jadi mesum begini"
"Hahaha... Ayolah, aku sudah sangat lama menunggumu, aku pria dewasa dan aku normal, tentu aku ingin melakukannya"
"Kau pernah melakukannya dengan wanita lain?" tanya Bella sembari menatap Evan dengan tatapan ingin membunuh.
Awas saja kalau bilang iya.
"Aku bukan pria murahan, tidak semua wanita bisa menyentuhku"
Kau selamat. Hahhahaha...
"Baguslah,, aku tidak mau yang bekas"
__ADS_1
Perjalanan yang menyenangkan, apalagi bersama orang yang kita kasihi. Tanpa terasa kini mereka sampai di sebuah Vila yang cukup mewah. Itu adalah Vila orang tua Evan, mama dan papanya sering menghabiskan waktu di Vila itu.
"Jangan bilang kalau ini juga Vila pribadimu, jika itu benar malam ini aku milikmu?"
"Hahahhahaa... " Evan tertawa mendengar ucapan Bella. " Sayangnya itu benar sayang, ini Vila mamaku, Papa memberikannya ketika aku lahir, papa sangat mencintai mama"
Yach,, aku jadi lemas. Malam ini habislah aku. Sepertinya aku harus tahu berapa banyak kekayaannya.
Berjalan memasuki Vila, Evan menunjukkan kamar yang akan mereka tempati. Kamar yang indah,, kamar mandinya unik, ranjangnya besar cukup untuk tiga orang, bahkan empat pun masih cukup. Kenapa harus sebesar ini.
"Kau mau berenang?" tanya Evan sambil
membuka baju dan celananya, dia hanya memakai boxer.
"Aku tidak membawa baju renang"
"Tidak usah pakai baju renang, pakai dalaman saja"
"aku malu"
"Tidak ada orang disini, kita hanya tinggal berdua"
"Aku sudah meliburkan mereka selama kita disini"
"Wah... suamiku ini sungguh mesum" Evan membantu Bella membuka pakaiannya, sehingga hanya menyisakan dalaman saja, kaca mata dan segitiga merah. Wajah Bella bersemu merah, ia menundukkan kepalanya, rasanya malu sekali meskipun ini bukan yang pertama kali bagi mereka. Evan mendongakkan wajah Bella kemudian mengecupnya sekilas, dengan gerakan cepat Bella sudah berada dalam gendongan Evan. Mereka saling menatap kemudian tersenyum, Evan mencium bibirnya berkali - kali hingga mereka tiba di kolam renang.
Evan turun ke dalam kolam renang dengan posisi masih menggendong Bella. Tapi mereka bukannya berenang. Evan menurunkan Bella tanpa melepaskan tautan bibirnya, ya ia langsung menyambar bibir Bella. Tangannya perlahan turun melepaskan kaca mata yang sudah dari tadi melambai - lambai, tanpa sadar Bella mengerang nikmat.. Dan saat ini mereka berdua sudah sama - sama polos, pakaian dalam mereka berenang sendiri, sedangkan pemiliknya sedang asyik ber****.
Hari sudah gelap. Bella diam saja. Dia kesal, suaminya tidak membiarkannya lolos.
"Sayang kau marah" Bella memalingkan wajahnya. "Kenapa cemberut begitu?" Evan senyum senyum sendiri melihat istrinya dari tadi manyun. "Kau lelah?"
Dia masih bertanya, badanku remug. Bukannya berenang, malah berudu. Setelah puas di kolam renang dia membawaku ke kamar bukannya istirahat dia semakin gila. Ahhh.... nanti malam... jangan sampai lagi, bisa bisa aku tidak bisa jalan.
"Sayang, bicaralah, jangan mendiamkanku" Memeluk Bella dari belakang. "Ok. aku janji malam ini kita jalan - jalan. Senyum dong" menoel pipi imut Bella.
"Aku kesal"
"Maaf" mencium bibir Bella sekilas. "Sepertinya aku candu padamu, dekat begini saja aku sudah menginginkanmu lagi"
__ADS_1
"Aku lelah"
"Ya.. iya, malam ini kau bebas"
"Benarkah?"
"Iya,," tapi aku tidak janji lanjutnya dalam hati.
"Kalau begitu ayo kita jalan jalan, aku ingin tahu keindahan Bali di malam hari"
"Kau tidak lelah"
"Kalau jalan - jalan, aku tidak lelah, aku mau menghabiskan uangmu"
"Baiklah dengan senang hati, istriku"
Kalau tidak lelah, berarti nanti malam bisa kan?
Mereka mengunjungi beberapa tempat oleh oleh, Bella tidak mau diajak ke pantai, karena kalau malam katanya terasa horor, suara ombaknya membuat merinding, tapi ini cuma perasaan Bella saja ya, dengan menggunakan mobil yang sudah disiapkan asistennya, mereka mengelilingi Bali. Sepertinya asistennya tu hebat dalam menyiapkan bulan madu, semoga nanti bisa dapat bonus dari sang bos.
"Sayang ini lucu sekali, aku suka yang ini, yang itu, aku beli semuanya ya, aku juga ingin memberikannya untuk sahabat - sahabatku"
"Habiskanlah uangku istriku"
"Oh.... baiknya suamiku, kalau begitu aku tidak akan mengecewakanmu sayang" Bella memeluk Evan, ia menahan Bella ketika Bella ingin melepaskan pelukannya.
"Kau baru saja memanggilku apa?"
"Apa? suamiku?" Evan menggeleng. "Sayang?" Evan mengangguk.
" Aku begitu merindukan panggilan itu, terima kasih sudah mengajakku menikah"
"Kau hampir memperkosaku, kau memaksaku. Tapi aku suka, aku bahagia menikah dengan pria yang aku cintai, Terima kasih sudah bersedia menjadikan aku istrimu"
"Kalau begini, aku ingin segera mengajakmu ke kamar"
"Jangan lupakan janjimu, malam ini aku bebas"
Aku tidak berjanji sayang, aku hanya ingin menyenangkan hatimu.
__ADS_1
Setelah mobil penuh dengan belanjaan Bella, mereka kembali ke Vila, sebenarnya Bella masih ingin membeli ini itu, tapi karena mobilnya sudah penuh akhirnya dia menuruti Evan untuk kembali dulu, dan belanjanya akan dilanjutkan besok pagi. Mereka makan malam dulu sebelum kembali ke Vila.