Inikah Takdir Kita

Inikah Takdir Kita
Bab 53


__ADS_3

Aku berharap kalian bertemu dengan wanita yang akan mengalihkan seluruh dunia kalian. Wanita satu satunya dalam hidup kalian. Risa


"Sayang sekali, kami bukan Evan, yang hanya tergila gila pada satu wanita" Andre ikut menanggapi ucapan Bella, mungkin dia merasa tersindir.


"Ya aku harap begitu,, kalian tidak akan merasakan patah hati dan penyesalan" sebenarnya Bella masih merasa kesal pada Andre atas apa yang dia lakukan pada Risa, tapi itu sudah berlalu dan Risa pun sudah bisa move on.


"Kalau kau kapan menikah Ris?" tanya Tomi yang ingin menggoda sahabatnya Andre.


"Belum ada calon?"


"Bagaimana kalau denganku saja, sepertinya akan seru"


"Ide bagus, aku termasuk orang yang mudah mencintai pasangan, haruskah kita berkencan malam ini"


"Aku akan menjemputmu"


"Ok, aku akan menunggumu"


Setelah cukup berbincang, Risa kembali untuk bekerja. Dia tidak mau makan gaji buta meskipun bosnya suami sahabatnya sendiri. Bella juga berpamitan mau ke cafe yang mendapat ijin bersyarat dari Evan.


"Sayang aku ke cafe dulu ya" berjalan ke arah meja, menyandarkan tubuhnya ke meja. Evan menatapnya lembut.


"Baiklah, dengan satu syarat, beri aku ciuman semangat"


"Tapi disini ada... " melihat ke arah Andre dan Tomi yang juga melihat ke arahnya.


"Anggap saja kami tidak ada" ucpa Andre yang juga mendapatkan anggukan dari Tomi.


Evan menaik turunkan alisnya. Dengan berat Bella membungkukkan tubuhnya kemudian mengecup pipi Evan, tapi dengan gerakan cepat Evan menarik tengkuk Bella, ******* bibirnya pelan, perlahan menarik tubuh Bella agar duduk di pangkuannya, mereka terlalu menikmati ciuman itu, sehingga melupakan dua manusia yang sedang menonton live adegan itu.


"Ehem.... " Tomi dan Andre berdehem bersamaan. Seketika ciuman itu terlepas, Bella gelagapan, malu, pasti, ia tidak menyangka ia juga akan sangat menikmati cumbuan Evan. Sedangkan suaminya hanya bersikap datar seperti tidak terjadi apa - apa.


"Oh astaga,, benar benar.. kalian melupakan kami, woy masih ada kami disini"


"Aku pikir kalian sudah pergi" jawab Evan.


"A... aku pergi dulu" melangkah keluar tanpa menoleh lagi, ia sangat malu, benar benar memalukan, bagaimana bisa ia melakukan adegan live, bagaimana kalau ia lupa terus melanjutkan ke yang lebih intim... ahhhh.... oh astaga, Bella menepuk - nepuk keningnya setelah keluar dari ruangan Evan.

__ADS_1


Malam Hari.


Seorang pria tampan keluar dari apartemennya menuju loby, ia sudah berjanji pada seorang wanita untuk berkencan. Setelah sampai diparkiran ia langsung menuju mobil mewahnya, membuka pintu mobil, masuk bersamaan dengan itu pintu sebelahnya pun terbuka. Seseorang masuk dari pintu sebelah.


"Apa yang kau lakukan disini?"


"Aku bosan, aku butuh teman, aku ikut denganmu"


"Ck... aku mau berkencan"


"Aku tidak akan mengganggu"


"Jangan bilang kau masih mencintainya"


"Aku tidak pernah mencintainya"


"Baiklah aku pegang kata - katamu, aku akan menjadikannya kekasihku malam ini juga" tegas Tomi. Andre terdiam.


Ayo kita bermain, sampai kapan kau akan menyimpan perasaanmu pada Risa. Aku tahu kau sudah jatuh cinta padanya tanpa kau sadari.


Tomi menghubungi Risa setelah sampai di apartemen. Risa segera turun menghampiri mobil Tomi. Risa terkejut melihat pria yang malas untuk ia temui ada di mobil Tomi. Dengan malas Risa memasuki mobil Tomi.


Di tempat yang lain


"Ini semua untukku, kau menyiapkan semua ini suamiku?" Setelah sampai di apartemen Evan mengajaknya keluar untuk makan malam di rumah orangtuanya, ia pikir hanya makan malam biasa, ia tak menyangka Evan akan menyiapkan makan malam seromantis ini, diatas meja diterangi cahaya lilin dengan makan malam yang sudah tersaji di atas meja, taman itu disulap menjadi tempat makan malam yang romantis, dihiasi banyak lilin, bunga, entah siapa yang mendekornya, yang pasti ini sangat indah.


"Hemm... kau... "


"Ya... ya aku suka, suka sekali" potong Bella cepat. Evan tersenyum tipis. "Ayok kita duduk dan makan malam sayang" ajak Bella yang seharusnya kalimat itu diucapkan suaminya.


"Silahkan istriku" ucap Evan setelah menarik kursi untuk Bella. Mereka menyantap makanan dengan tenang, Bella fokus pada makanannya entahlah mungkin karena sangat enak sampai ia tidak memperhatikan seseorang menatapnya dengan intens, Evan berdiri, berjalan ke samping Bella kemudian berlutut. Bella melihat ke arahnya, apa yang akan dilakukan Suaminya pikirnya. Bella menunggu suaminya mengucapkan sesuatu.


"Aku tahu ini terlambat, tapi aku ingin tetap melakukannya, maaf aku belum melamarmu dengan benar, malam ini akan aku lakukan. Bella kekasihku, karena kita sudah menikah aku tidak akan memintamu untuk menikah lagi denganku" Bella tersenyum. "Sayang, maukah kau menjadi teman hidupku selamanya, menghabiskan waktu seumur hidupmu bersamaku, menjadi ibu dari anak - anakku?"


"Ya... aku mau" jawab Bella bahagia, Evan mengeluarkan cincin dari saku jasnya kemudian memasangkannya di jari telunjuk Bella, karena di jari manisnya sudah ada cincin pernikahan. "Cantik sekali"


"Aku mencintaimu istriku"

__ADS_1


"Aku sangat sangat mencintaimu suamiku" Mereka berdiri kemudian berpelukan.


"Mau berdansa?"


"Aku tidak bisa"


"Aku akan mengajarimu? "


"Kakimu pasti sakit karena aku injak"


"Tidak apa - apa, aku akan meminta bayaran untuk kakiku nanti malam" bisik Evan ke telinga Bella. Yang membuat Bella tersenyum malu. Ah seperti perawan saja si Bella.


Karena sudah malam mereka memutuskan menginap dirumah orangtuanya, kebetulan orangtua Evan sedang jalan - jalan ke luar negeri, mereka benar - benar menghabisian waktu berdua.


"Sayang aku lelah" lirih Bella.


"Ini masih dua kali sayang, kau menginjak kakiku lebih dari sepuluh kali"


"Tahu begitu, aku tidak mau berdansa, kau sangat perhitungan" Evan tersenyum miring kemudian melanjutkan aksinya kembali. Malam ini Bella dibuat kewalahan, suaminya tidak melepaskannya walau hanya sebentar. Jam dua pagi baru Evan menghentikan kegiatannya, sedangkan Bella sudah tertidur pulas. Evan merebahkan tubuhnya di sebelah Bella, mengusap kening istrinya yang penuh keringat, kemudian memeluknya erat.


"Terima kasih sayang, aku harap kau segera hamil, aku ingin kau melahirkan anak - anakku"


Di restoran.


"Baru kali ini aku berkencan dengan dua pria" ucap Risa yang merasa aneh dengan kondisinya saat ini.


"Aku tidak berkencan denganmu, aku hanya menemani Tomi" jawab Andre ketus.


"Kalau begitu pergilah, sekarang aku yang akan menemaninya" Risa membalas tidak kalah ketus.


"Kau... kenapa bukan kau saja yang pergi"


"Baiklah, aku pergi"


"Kalian ini dari tadi berdebat terus, kenapa kalian tidak pacaran saja" sela Tomi yang dari tadi bosan mendengarkan perdebatan mereka.


"Aku tidak mau" Tolak Risa.

__ADS_1


"Kau pikir aku juga mau denganmu" ucap Andre yang merasa sedikit aneh dengan penolakan Risa.


" Pegang kata - katamu, jangan sampai kau jatuh cinta padaku, aku pergi, Terima kasih makan malamnya" Risa segera bangkit, meninggalkan mereka berdua.


__ADS_2