
Suasana masih tegang, kebetulan kelas masih kosong karena dosen yang akan mengajar mendadak ada keperluan penting yang tidak bisa ditinggalkan.
"Bahkan bisa lebih dari itu, bagaimana jika orangtuanya tidak setuju dengan Bella, dia juga akan mendapatkan tekanan dari mertua, mertua yang menyiksa menantu" lanjut Citra yang membuat suasana semakin mencekam,
"Tapi ini bukan novel, kau jangan membuatku jantungan"
"Tapi ceritanya yach.. tidak jauh dari begitu begitu" lanjut Citra, Risa tampak mendengarkan dengan serius.
"Aku harus bagaimana sekarang" tanya Bella. "Apa aku harus melarikan diri? huh dia benar benar membuatku dalam masalah". Bella menundukkan kepalanya kemudian mengetukkan kepalanya diatas meja.
Di perusahaan.
Seorang wanita berjalan dengan anggun menuju sebuah ruangan, dengan perlahan ruangan itu terbuka. Seorang laki laki terlihat menunduk, sebagai bentuk perlakuan sopan untuk menjamu tamu.
"Ruanganmu lumayan menarik" ucap wanita itu yang mendapat tatapan tajam dari pria di depannya.
__ADS_1
"Ada apa? " tanya laki laki yang sedang duduk dikursi kebesarannya.
"Kau sungguh tak sabaran Evan, aku hanya ingin menyerahkan ini" wanita yang tak lain Anggita meletakkan sebuah amplop diatas meja.
"Aku mengundangmu ke acara ulang tahunku, bawalah kekasihmu itu, kecuali kalau dia hanya kekasih pura pura" lanjut Anggita dengan nada mengejek, ia belum menyerah dengan perjodohan itu, dan ia merasa jika wanita malam itu bukanlah kekasih Evan. Evan hanya menatapnya datar.
"Baiklah.. aku pergi dulu, kuharap kau akan datang" Anggita melangkah meninggalkan ruangan Evan.
"Kau sudah melakukan tugasmu? " tanya Evan pada asistennya itu.
Dia dari kampung, orangtuanya sudah meninggal. juga bekerja di cafe. Evan tersenyum sinis.
Matahari pun perlahan terlelap, ia menyerahkan tugasnya pada bulan untuk menemani malam indah ini.. malam pun semakin larut. Pagar kos terbuka, muncullah sosok wanita yang ia tunggu. Tunggu tidak.. tidak aku tidak menunggunya, aku hanya kebetulan lewat, batin sang pria.
Memperhatikan wanita itu yang berjalan menjauhi tempat kos. Mau kemana dia.
__ADS_1
"Pak nasi gorengnya, satu" ucap Bella yang berhenti di depan penjual nasi goreng. ya wanita yang diperhatikan Evan adalah Bella, ia merasa lapar kemudian keluar untuk membeli nasi goreng.
"Ya.. neng" beberapa saat kemudian penjual nasi goreng memberikan satu bungkus nasi gorengnya kepada Bella, menandakan nasi goreng yang dipesan Bella sudah selesai. Setelah menerima bungkusan itu Bella ingin melanjutkan langkahnya untuk kembali ke tempat kos tapi hanya beberapa langkah, ia melihat seorang anak kecil bersama ibunya sedang memperhatikan tempat penjual nasi goreng, dan sangat terlihat sekali kalau anak kecil itu sangat menginginkan nasi goreng.
Apa anak itu zamaningin nasi goreng? Apa anak itu ingin beli nasi goreng tapi tidak punya uang? Ah itu bukan urusanku. Aku lapar dan harus makan. Tapi anak itu.
"Hallo adek... apa kau mau nasi goreng, kakak punya satu" tanya Bella pada anak kecil tadi, Bella tidak melanjutkan langkahnya, ia memilih untuk memberikan nasi goreng itu pada anak kecil tadi.
"Mau kak" jawab anak itu dengan senangnya. Matanya nampak berkaca kaca, saking senangnya.
"Ini ambillah.. maaf nasi gorengnya cuma satu dan ini ada sedikit rezeky, terimalah bu" Bella memberikan sisa uang yang ada dikantong celananya, yang pasti tidak banyak ya, karena dia rencananya hanya keluar sebentar untuk membeli nasi goreng.
"Makasih kak"
"Makasih nak,, semoga kau bernasib baik nak, semoga kau dipertemukan dengan orang baik" lanjut ibu dari anak kecil tadi.
__ADS_1
"Amin"Bella melanjutkan langkahnya. Dikamar sepertinya masih ada mie instan. Wahai perut malam ini kita makan mie instan dulu ya, besok aku akan memberikan makanan yang enak.