
Di tempat yang lain
"Wah.. ceritanya seru banget, ada gak ya pria seromantis itu yang bikin hati klepek klepek" Ucap Bella.
"Pasti ada dong.. ya kan Ris? " tanya Citra, yang merasa heran dengan sikap Risa.
"Kenapa kamu diem aja, kamu ada masalah?" tanya Bella.
"Ng.. nggak kok, laper nih.. yuk cari makan, di restoran ini aja yuk" Risa berusaha untuk mengalihkan kecurigaan temannya, karena ia belum siap untuk bercerita. Maaf kawan batin Risa, suatu saat nanti aku pasti akan cerita.
"oke. ayo kita isi perut" jawab Bella dan Citra bersamaan, mereka melangkah memasuki restoran, kemudian mencari tempat duduk.
"Aku ke toilet dulu ya" ucap Bella.
__ADS_1
"Perlu ditemani? " tanya Citra.
"Gak perlu" Tanpa memperhatikan keadaan sekitar ia melangkah menuju toilet. ia pun tidak menyadari bahwa sedang ada dua pasang mata yang sedang melihatnya. Bella melangkah pelan dengan pandangan menunduk. Entah apa yang membuatnya melihat kebawah. dan hug.
"Maaf.. kami saling mencintai. Meskipun kami masih muda tapi kami serius dengan hubungan ini" ucap Evan dengan pasti. Tanpa sengaja ia melihat seseorang yang dikenalnya melangkah kearah mejanya tepatnya akan melewati mejanya, tiba tiba muncul sebuah ide di otak pintarnya. Dan
bug
Evan menarik tangan seseorang setelah orang itu tepat berada di sebelah mejanya, ia reflek berdiri dang merangkul pinggang yang tak lain adalah seorang wanita. Siapa ya?
"Ma Pa perkenalkan ini wanita yang kucintai, dia kekasihku, Bella" ucap Evan yang membuat Bella menganga. "Sayang dia orang tuaku, kau tak ingin menyapa mereka" lanjut Evan menatap kekasih barunya dengan hangat.
"Selamat malam om tante, saya Bella" Bella memperkenalkan diri yang hanya mendapat anggukan dari orang tua Evan. Terkejut, pasti karena setau mereka Evan tidak pernah dekat dengan wanita manapun.
__ADS_1
"Maaf, Tuan Subroto, saya harus pergi terlebih dulu" Tuan Subroto menatapnya kesal meskipun begitu ia tetap menganggukakan kepala. "Ma pa, Evan pulang dulu" kemudian melihat ke arah Anggita tanpa menyapanya.
"Saya pamit om tante" ucap Bella terburu-buru karena tangannya sudah ditarik oleh laki -laki yang mengaku sabagai kekasihnya. Awas saja kau kalau membuatku dalam masalah, aku tak kan terpesona dengan wajah tampanmu itu. Batin Bella.
"Sudah puas menatapku? Apa aku sangat tampan? Apa kau sesenang itu menjadi kekasihku? " tanya Evan setelah sampai diparkiran dengan menatap Bella sedangkan wanita di depannya melotot sempurna.
What? Apa katanya? Aku senang? Ternyata dia tidak hanya tampan tapi juga narsis dan sombong. Hilang sudah kekagumanku padamu. Yach sia sia selama ini begitu memujanya, kau sudah tercoret. pikir Bella.
Mereka berdiri dalam diam, dan..
"Auw.. apa yang kau lakukan?" Evan mengaduh kesakitan setelah Bella menginjak kakinya dengan sekuat tenaga. Bella tersenyum puas melihat laki laki di depannya kesakitan. Rasakan itu. Itu belum seberapa dengan masalah yang akan kau berikan padaku. Entah setelah ini apa yang akan terjadi padaku, masuk kedalam masalah orang kaya.
Bella meninggalkan Evan tanpa mengucapkan sepatah katapun.
__ADS_1
"Hei.. kau mau kemana" teriak Evan. Bella tak menoleh sedikitpun ia tetap melangkah kemudian masuk kedalam taksi setelah ia memberhentikan taksi yang kebetulan lewat.