
Sore ini langit terlihat mendung seakan ingin menyamakan diri dengan keadaan hati seseorang.
Apakah akan turun hujan? mendukung sekali. huf apa yang harus aku lakukan sekarang.
Flash back on
"Maaf Bella, ini gajimu, jangan datang lagi" ucap manajer cafe tempatku bekerja.
"Apa maksud bapak? saya dipecat? tapi kenapa? apa kesalahan saya pak? tanya Bella sedih.
" Tidak ada, kamu karyawan yang rajin, cafe ini berganti pemilik, saya juga tidak tahu bagaimana bisa, dan pemilik barunya ingin kamu berhenti bekerja, mungkin kamu punya masalah dengan pemilik baru cafe ini? "
"Siapa pemilik barunya pak? "
"Saya juga tidak tahu Bella, maaf. Aku yakin kamu bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik"
"Terima kasih pak, saya permisi" mengambil gajinya sebelum melangkah keluar ruangan manajer.
Sebelum pergi Bella berpamitan kepada teman temannya.
Rasanya sedih sekali, aku sudah nyaman bekerja disini, sekarang aku harus mencari pekerjaan baru tapi dimana? huf.. semangat, harus tetap positif thinking.
Flash back end
Di tempat yang lain
"Bos, nona Bella sudah dipecat" ucap Riki pada atasannya Evan.
"Baguslah" sambil mengetukkan pulpen ke atas meja dan pandangannya tajam ke depan, entah apa yang ia pikirkan.
"Dan satu lagi bos,, Nona Bella memberikan semua sisa uang yang nyonya berikan ke panti asuhan" Evan menghentikan ketukan pulpennya lalu mengarahkan tatapannya kepada Riki.
"Dimana dia sekarang? "
"Di kosan bos"
Tumben bos perhatian pada cewek. Ah sudahlah.
Jam 5 sore. Evan meninggalkan perusahaan dengan menyetir mobilnya sendiri, bukannya pulang ia malah menuju kosan Bella. Setelah sampai di tempat kos ia berdiam diri di dalam mobil. Beberapa menit kemudian terlihat seorang wanita yang keluar dari pintu depan. Dengan pakaian casual Bella keluar dari kamar kos, ia melihat sebuah mobil mewah yang terparkir di depan pintu utama setelah membukanya.
Melangkah perlahan sambil melihat ke mobil itu. Seperti tidak ada orang Bella pun melewatinya. Tanpa ia sadari orang yang ada di dalam mobil senyum senyum sendiri melihat tingkah Bella.
20 menit kemudian Bella kembali dengan tangan penuh tas kresek. Melihat lagi ke mobil tadi.
Ini mobil masih ada. Mobilnya siapa ya, apa tamu salah satu anak kos. batin Bella.
Kaca mobil terbuka. "Masuklah" ucap orang dalam mobil.
"Evan" gumam Bella. Melangkah mendekat
"Ada apa? "
"Masuklah dulu"
"Sepertinya kita tidak punya urusan"
__ADS_1
"Bukankah kau berjanji akan mentraktir ku, aku menagihnya sekarang" sahut Evan. Dengan terpaksa Bella masuk ke dalam mobil.
"Kita ke taman saja" ucap Bella. 15 menit kemudian sampailah mereka di taman. Berjalan beriringan menuju bangku taman, rasa canggung menghampiri mereka berdua.
Setelah duduk, Bella membuka tas kresek yang dibawanya tadi. Evan memperhatikannya.
"Makanlah! " ucap Bella.
"Apa ini? " Evan memperhatikan makanan di depannya. "Kau mentraktir ku ini" Evan mengangkat salah satu makanannya.
"Itu sempol ayam, makanlah ini sangat enak" Bella menggigit makanan ditangannya.
"Kau mentraktir ku makan jajanan anak SD? " Evan melotot.
"Gak ada ya tulisan anak SD di penjualnya, jadi ini bebas dimakan siapa saja" menggigit lagi makanan ditangannya sampai habis.
"Aku tidak mau" Ucap Evan.
"Hey, kenapa hari ini kau banyak bicara, apa kau sakit? biasanya kau sangat irit" diejek seperti itu Evan menatapnya tajam.
"Kau..?" belum selesai bicara Bella memasukkan pentol ke dalam mulut Evan. dan dengan terpaksa Evan mengunyah nya dan tertelan sempurna.
"Gimana? enak kan? " goda Bella.
"lumayan" Evan tersenyum. kemudian mengambil lagi makanan di depannya, karena tak hanya sempol dan pentol tapi masih banyak jenis makanan yang lain.
"Kau tersenyum.. ternyata kau juga bisa tersenyum" ucap Bella senang karena baru kal ini ia melihat Evan tersenyum. Evan hanya melihatnya.
Kenapa dia sesenang itu hanya melihatku tersenyum.
Saking terpesonanya melihat Evan sampai ia tidak menyadari sesuatu. Melihat kebawah dan..
"Maaf,, ternyata enak sekali" jawab Evan.
"Tadi aja bilang makanan anak SD, mana ada anak SD sebesar ini" sambil menggerakkan tangannya ke depan Evan.
"Hah.. aku masih lapar. Apa kau tidak tahu aku ini hanya anak kos"
"Baiklah, aku merasa bersalah, dan aku akan memberimu makan"
"Memberiku makan?" kenapa ambigu sekali batinku.
"Ayo..?" Ajak Evan yang langsung menarik tangan Bella. jangan ditanya lagi bagaimana perasaan Bella.
Dia memegang tanganku. kita bergandengan tangan, kenapa hatiku berbunga bunga.
Sampai di mobil. Evan membukakan pintu untuk Bella kemudian berputar dan duduk dikursi kemudi. Mobil pun melaju meninggalkan taman.
Dia membawaku kemana? Ini apartemen. Jangan jangan...
"Jangan berpikir macam macam, ayo turun" ucap Evan membuyarkan lamunanku.
Dia tahu apa yang aku pikirkan. Duhhh....
Sampai loby terus melangkah menuju lift, lift pun terbuka, berdua di dalam lift membuat rasa canggung keduanya, tak ada yang memulai pembicaraan, hanya keheningan sampai pintu sebuah apartemen terbuka.
__ADS_1
Wau bagus banget. Apartemen orang kaya memang beda. Sofa nya terlihat sangat empuk, mau gak ya aku dudukin, hehehe.
"Apa yang kau pikirkan? duduklah, jangan berdiri seperti patung" ucap Evan.
Aneh gak sih , dia benar benar banyak bicara, apa benar dia Evan, atau apa dia punya kembaran, jangan jangan..
Bella terkejut kemudian menarik kedua tangannya untuk menutupi mulutnya agar tidak bersuara, sedikit melangkah mundur.
"Apa yang kau lakukan? kau aneh sekali" lanjut Evan.
"Apa kau benar Evan, teman kuliahku, sahabatnya andre dan Tomi? " tanya Bella memastikan.
"Kau ini kenapa? " tangannya terulur menyentil kepala Bella
"Duhh... sakit, kenapa kau menyentilku? " Bella melotot kearah Evan, Evan hanya menatapnya datar.
"Duduklah,, aku akan membuatkan makanan untukmu"? berjalan kearah dapur dan memakai clemek. Seakan seperti slow motion,, membuat wanita dibelakangnya menatap kagum.
Tampan sekali.
" Kau akan membuatkan ku makanan? "
"Ehmm... "
"Aku akan menemanimu, apa kau bisa memasak? " Evan mengedikkan bahunya.
Tangannya sangat lihai, apa ia biasa memasak.
Apa ia juga sering mengajak kekasihnya kemari, tapi sekarang dia kan tak punya kekasih, karena akulah kekasihnya hahaha... kekasih pura pura.
"Kenapa lagi kau, senyum senyum sendiri? Ayo ke meja makan? "
"Apa sudah selesai?"
"Ehmm"
"Wah sepertinya enak sekali? "
"Makanlah" Bella langsung menyantapnya.
"Ehmmm.. ini spagety terenak yang pernah aku makan" Mengunyah dengan lahap sampai habis tak tersisa.
"Aku kenyang sekali, Terima kasih makanannya"
Makannya cepat sekali, apa dia begitu kelaparan. batin Evan sambil menggelengkan kepalanya.
"Hem.. "
"Sepertinya aku harus pulang" lanjut Bella.
"Baiklah, aku akan mengantarmu, apa kau akan bekerja? "
"Ehhmm, aku tidak bekerja lagi, lebih tepatnya aku dipecat" menatap Evan sambil tersenyum manis.
Deg
__ADS_1
Senyumnya membuatku ah...
Hi readers,, Terima kasih sudah baca novel ku. Bolehkah minta LIKE dan KOMEN. Kalau gak sempet KOMEN gak apa apa,, LIKE aja boleh. Terima kasih.