Inikah Takdir Kita

Inikah Takdir Kita
Bab 49


__ADS_3

Pernikahan adalah sebuah ikatan suci. Menyatukan dua hati menjadi satu, itulah yang diharapkan dalam pernikahan. Menjalani kehidupan sehari sehari sebagai pasangan suami istri. Seperti halnya Bella dan Evan, Evan yang memang sangat mencintai Bella ia berusaha untuk membuat Bella nyaman disisinya. Bella yang juga belum yakin dengan hatinya juga berusaha menjadi istri yang baik. Setiap hari Bella selalu menyiapkan sarapan dan makan malam untuk Evan, mereka sarapan bersama layaknya pasangan pada umumnya. Seminggu setelah pernikahan, Evan menyerahkan kembali cafe yang dulu pernah dikelola Bella.


Tanpa berdebat Bella menerimanya, karena dia yakin kalau Evan tidak akan membiarkannya bekerja, sehingga sekarang dia memiliki kesibukan lain selain mengurus keperluan suaminya. Satu bulan pun berlalu. Hubungan mereka seperti jalan ditempat, Bella belum menunjukkan sifat aslinya dia terkesan seperti menghindari Evan.


Pov Evan


Sudah satu bulan pernikahan kami. Aku belum bisa menaklukkan hatinya. Apapun yang aku lakukan, dia menerimanya, tapi entah kenapa aku merasa ada yang kurang, aku merindukan dirinya yang dulu, sifat ceria dan manjanya, dia sudah tidak pernah bermanja padaku, apalagi menggodaku, dulu dia sering sekali membuat jantungku naik turun, tapi sekarang dia berbeda. Dia perhatian padaku, dia melakukan tugas sebagai seorang istri dengan baik, tapi aku merasa hampa. Dan sampai sekarang kami belum melakukan hubungan suami istri, meskipun aku sangat ingin menyentuhnya. Aku tidak mau memaksanya, aku ingin dia sendiri yang menyerahkannya padaku, karena jika itu terjadi itu artinya dia sudah menerimaku dengan sepenuh hati. Aku tidak mau meminta hakku, aku takut dia menerimanya hanya sebagai tugas seorang istri.


Di cafe. Di ruang kerja.


"Permisi bu, ada yang ingin bertemu dengan anda" salah satu pegawai cafe masuk keruangan Bella setelah mengetuk pintu dan dipersilahkan untuk masuk.


"Siapa?"Bella mendongak dan menatap pegawainya.


" Saya kurang tahu bu, apakah anda mau menemuinya?"


"Suruh masuk saja" siapa kira kira yang ingin bertemu denganku, tidak mungkin sahabatku, karena mereka tidak akan meminta ijin untuk bertemu denganku, mereka akan nyelonong begitu saja seperti rumah sendiri pikirnya.


Beberapa menit kemudian terlihat seorang wanita paruh baya dengan penampilan modis dan masih terlihat cantik memasuki ruangan Bella. Bella mengalihkan tatapannya ke arah pintu.


Mama.


"Mama" Bella berdiri lalu melangkah menghampiri mama mertuanya sembari mencium tangannya. "Kenapa Mama tidak bilang kalau mau datang, seharusnya mama langsung masuk saja" mempersilahkan mama mertuanya untuk duduk di sofa.


"Tidak apa apa sayang, sekalian mama ingin memberi kejutan pada menantu mama ini. Ini mama bawakan makan siang"


"Mama baik sekali, makasih ma"


"Sebenarnya mama ingin kalian makan masakan mama, tapi satu bulan berlalu kalian belum mengunjungi rumah mama"


"Ma... maafin kami ma, Bella... "


"Sudahlah, tidak apa - apa, mama mengerti namanya juga pengantin baru. Mama harap kalian segera memberi mama cucu" Bella merasa bersalah setelah mendengar ucapan mama Evan.

__ADS_1


Maafin Bella ma, Bella belum bisa menjadi istri yang baik.


"Kamu tahu sayang, mama senang sekali kamu kembali. Mama bisa melihat kembali anak mama, tanpamu Evan seperti robot, dia hanya bekerja, bekerja dan bekerja untuk menghilangkan kesedihannya, dia tetap meyakini kalau kamu masih hidup, dan itu benar. Mama tahu, Evan bersalah padamu, dia menyakitimu, dia membohongimu, dia tidak percaya padamu, tapi yakinlah satu hal dia selalu mencintaimu, dia selalu menunggumu. Dia jarang pulang kerumah, dia menghabiskan malamnya di apartemen, dia benar - benar terpuruk setelah kau pergi. Mama berharap kalian akan selalu bahagia" mengelus kepala Bella.


Bella tersentuh dengan ucapan mama mertuanya. "Terima kasih ma" ucap Bella sendu.


"Ya sudah,, mama pergi dulu, segera makanlah" Mama beranjak untuk pergi, Bella mengantar mama mertuanya sampai keluar cafe.


Bella menyantap makan siang yang dibawakan oleh mama mertuanya. Dia merasa senang, bisa diterima dengan baik oleh keluarga Evan, mengingat dulu mama mertuanya lumayan sadis. membuat Bella senyum senyum sendiri mengingat masa itu.


Perkataan mama mertuanya tadi membuatnya kepikiran. Pukul empat sore, ia pulang ke apartemen, ia ingin menunggu kepulangan Evan. ucapan mertuanya membuatnya tersentuh, ia ingin memperbaiki hubungannya dengan Evan.


Pukul tujuh malam Evan belum pulang juga, Bella mulai merasa khawatir. Setengah jam kemudian ponselnya berbunyi menandakan ada pesan masuk.


Evan.


Sayang malam ini aku tidak pulang. Ada pekerjaan di luar kota.


Iya. Balas Bella.


Tidak.. tidak... aku tidak boleh berpikiran negatif. Dia keluar kota untuk bekerja, bukan untuk menemui simpanan seperti di novel novel. Ya itu benar, dia tidak mungkin melakukan itu kan... hah kenapa aku jadi tidak yakin, ini semua karena aku bersikap kurang baik selama menjadi istrinya. Apa dia jadi tidak sabar menungguku dan mencari wanita lain... ah... tidak boleh. itu tidak boleh terjadi.


Dengan cepat Bella menyambar ponselnya, ia ingin menghubungi seseorang. tut tut tut... telphonepun diangkat oleh seseorang.


"Hallo nyo.... "


"Stop" potong Bella. "Jangan panggil aku nyonya, jangan sampai Evan tahu kalau aku menghubungimu. Sekarang pergilah dari sana jika suamiku bersamamu. aku ingin memberinya kejutan" lanjut Bella, ia dia menghubungi asisten Riki.


Setelah berpamitan pada Evan, Riki menjauh dari tempat Evan berada.


"Iya nyonya"


"Apa kau sudah tidak bersama suamiku"

__ADS_1


"Iya nyonya"


"Dimana kalian, aku akan menyusul kesana sekarang juga"


"Tapi ini sudah malam nyonya"


"Apa kau tak ingin bosmu bahagia"


"Tapi... "


"Cepat katakan! "


"Baiklah, kami berada di kota S di hotel ACN nyonya, saya akan memberitahu nomer kamar hotel melalui pesan nyonya, saya akan menyiapkan sopir untuk anda karena perjalanan kesini sekitar dua jam setengah nyonya"


"Terima kasih, aku akan siap siap, aku tidak akan melupakan jasamu ini, nanti aku akan membantumu mencari pasangan" jawab Bella sebelum mematikan sambungan ponselnya.


Ada ada saja ini nyonya, mencari pasangan. Asal anda tahu nyonya, aku tidak punya waktu untuk mencari pasangan karena suami anda. Semoga setelah ini bos akan bekerja dengan normal. Aku harus bilang apa tidak ya, kalau istrinya mau kesini. Mungkin tidak apa - apa, bukankah tadi nyonya bilang ini kejutan.


"Siapa?" Evan bertanya pada asistennya setelah kembali. Ia penasaran siapa yang menghubungi Riki, karena tadi dia mendengar suara seorang wanita.


"Teman wanita saya bos" jawab Riki berusaha agar tidak gugup.


"Kau punya teman wanita?"


"Iya bos"


"Apa kau punya waktu untuk berkencan?" Riki diam. Evan tersenyum jahil.


Tentu saja, saya tidak punya bos. Waktu saya habiskan bersama anda.


"Kau tidak punya waktu? jangan sampai kau ditinggalkan karena tidak pernah mengajaknya berkencan" Evan mengejek Riki


"Iya bos. Terima kasih"

__ADS_1


Anda yang membuat saya tidak bisa berkencan bos.


__ADS_2