
Tap tap tap.. Suara langkah terdengar dari arah pintu masuk. Dan sudah bisa ditebak siapa yang datang. Tuan dan nyonya Sanjaya bersamaan mengarahkan pandangan mereka ke arah pintu masuk. Evan melangkah dengan gagah.
"Ma.. Pa.. belum tidur?" Evan menghampiri kedua orang tuanya. Evan sangat menyayangi dan menghormati orang tuanya. Tidak ada lagi wajah dingin yang menyebalkan, yang ada rasa hangat penuh kasih sayang.
"Sayang ada yang mau mama dan papa bicarakan? " tutur mama. Evan mengerutkan dahi, apa gerangan yang akan dibicarakan kedua orang tuanya.
"Tuan Subroto mengundang kita untuk makan malam, dan papa yakin kamu sudah tahu apa maksud keluarga itu. Papa tidak akan memaksamu untuk menerima perjodohan ini. Tapi.... " papa menjeda ucapannya. "Pikirkanlah tindakan apa yang akan kamu ambil jika kamu menolak perjodohan ini. Papa harap keputusanmu adalah yang terbaik, papa percaya padamu" lanjut papa Evan.
Evan mendengus kasar. "Baiklah pa, semoga Evan tidak mengecewakan papa dan mama" entah apa yang akan dilakukan Evan, apa dia akan menolak perjodohan ini atau sebaliknya.
Perbincangan di group chat.
Citra : Ntar sore nonton yuk? pengen happy happy
Risa : ayuk.. Bella libur kan? Sekalian cuci mata liat yang seger seger
__ADS_1
Bella : Ok deh.. jemput ya? ayo kita bersenang senang.
Citra : Semangka tu seger...
Bella : Kita liat yang tamfan tamfan hahaha
Risa : Okelah. chat pun berakhir.
Di restoran
"Entahlah.. kita ikuti saja" jawab papanya.
"Yah.. mungkin aja biar lebih santai Van"sahut mama. " Apa kamu sudah siap bertemu calon istri' tanya nyonya Sanjaya yang tak lain mama Hanun. Evan berdecak.
"Selamat datang Tuan Sanjaya, nyonya Sanjaya, silahkan duduk" sapa tuan Subroto dengan menyunggingkan senyum.
__ADS_1
"Selamat malam om tante" sapa Anggita pada tuan dan nyonya Sanjaya. " Selamat malam Van" sapa Anggita pada Evan, yang hanya mendapat anggukan dari Evan.
" Selamat malam tuan Subroto" Sapa Evan sopan dengan menundukkan kepala.
"Duduklah.. kau memang sangat tampan pantas saja putriku menyukaimu" tutur Tuan Subroto. "Lebih baik kita pesen makan dulu" pelayan datang dengan buku menu, kemudian mereka memesan makan malam. Kedua keluarga itu menikmati makan malam dengan tenang, sebelum melanjutkan obrolan tentang perjodohan.
"Bagaimana Tuan Sanjaya, dengan perjodohan anak anak kita, putriku menyukai putramu" Anggita tersenyum malu malu dan pandangannya tak lepas dari Evan. Evan tetap setia dengan wajah datarnya, Ia tak berminat untuk ikut dalam perbincangan orang tua.
"Ya sepertinya begitu, putrimu juga sangat cantik, tapi aku serahkan keputusan tetap pada Evan, karena mereka yang akan menjalankannya, dan juga mereka masih sama sama kuliah, bagaimana Van? " tanya papanya dengan memandang Evan lekat, dia tahu sepertinya Evan tidak menyukai putri Tuan Subroto.
Evan menatap papanya, kemudian beralih pada Tuan Subroto, lalu menatap tajam pada Anggita yang dibalas dengan senyum malu malu. Nyonya hanun menyentuh tangan Evan seakan ingin memberi kekuatan bahwa semuanya akan baik baik saja terhadap apapun keputusan Evan.
Evan menghembuskan nafas kasar. Menutup mata sejenak. sebelum mengucapkan kata kata yang membuat seorang wanita sedih mendengarnya.
"Aku .. sudah punya kekasih"
__ADS_1
Blum.. membuat satu hati langsung patah, akankah Anggita menyerah. Apa yang akan Tuan Subroto lakukan untuk putri kesayangannya.