
Bab ini adegannya agak fulgar ya, bagi yang belum cukup umur dskip aja... selamat membaca.
*
*
*
Meja makan sudah dipenuhi dengan berbagai makanan, tinggal menunggu tuannya agar makanan itu segera dinikmati. Hari sudah gelap sepasang manusia keluar dari kamar untuk makan malam, mereka duduk berhadapan di meja makan, si wanita menyiapkan makanan untuk suaminya, mengisi piringnya dengan beberapa lauk kesukaan suaminya. Mereka makan dalam diam. Entah kenapa hari ini mereka tidak banyak bicara, apa yang mengganggu pikiran keduanya. mereka bersantai sambil menonton televisi setelah selesai makan malam.
"Ehmmm... sayang aku ke kamar dulu" ucap Bella pada suaminya.
"Hemmm.... " suaminya ini kenapa pikirnya, ia berjalan menuju kamar, menutup pintu kemudian menguncinya ia takut suaminya tiba - tiba masuk, bisa bisa rencananya gagal. Ia melangkah ke lemari mengambil baju yang membuat darahnya berdesir. Ia senyum senyum sendiri melihat lingeria ditangannya, ia ingin menyenangkan hati suaminya, melangkah ke kamar mandi membersihkan dirinya lagi. Setelah memakai lingerianya ia berdiri di depan cermin, menatap dirinya sendiri, berputar.
"Aku seperti wanita murahan, ah rasanya malu sekali. Murahan itu kalau menggoda suami orang. Ini suami sendiri artinya ibadah" berjalan ke arah pintu, memegang handle tapi belum juga dibuka.
"Buka gak, buka gak, aku gugup sekali, apa gk jadi malam ini ya" berbicara dengan dirinya sendiri. "Tidak.. tidak... malam ini atau bukan sama saja, ayo keluar" satu dua tiga empat lima enam tujuh delapan sembilan sepuluh.
ceklek. pintu kamar terbuka kemudian ditutup kembali.
"Kenapa lama sekali?" tanya Evan tanpa menoleh ke arah kamar yang terbuka. hening. tidak ada jawaban. Bella masih diam mematung di depan pintu. Karena tak kunjung ada jawaban dar
i istrinya, ia menoleh ke arah kamar.
Glek.
Seksi
Cantik
Evan menatap istrinya, tak sedikitpun mengalihkan tatapannya membuat yang ditatap salah tingkah, sangat terlihat jelas kegugupan wanitanya, terlihat manis dan lucu.
Perlahan ia berjalan ke arah suaminya dengan menundukkan kepalanya,ia gugup sekali, kedua tangannya meremas bagian bawah lingeria nya. setelah sampai di hadapan suaminya. Ia mendongakkan kepalanya menatap suaminya yang sejak tadi menatapnya penuh damba.
"A.... ak.... aku.... emmmm.... "
"Kau mau menggodaku?"
"Oh... tidak,, tidak,, sepertinya aku mau ke kamar lagi" membalikkan badan tapi baru berjalan satu langkah tangannya ditarik oleh Evan.
Melihat penampilan istrinya membuat gairahnya membuncah, sebenarnya ia sudah tidak tahan untuk menyentuh istrinya, tapi ia ingin tahu usaha istrinya untuk menggodanya, dia pasti sangat malu wajahnya bersemu merah. Wanitanya begitu menggemaskan. Menarik wanitanya hingga terduduk di pangkuannya.
"Godalah aku sayang" bisiknya ditelinga istrinya. "Layani aku sayang, buatlah aku senang" Evan tersenyum penuh arti. "Sepertinya aku ingin melihatmu menari, menarilah hanya untukku sayang"
__ADS_1
Entah keberanian darimana, Bella ingin membuat suaminya bertekuk lutut. Dengan gaya sensual ia berdiri dari pangkuan suaminya sembari berbisik.
" Jika kau puas, kau harus memberiku hadiah baby" bisiknya sambil menjilat telinga suaminya. Evan membeku.
Bella mulai menari di hadapan Evan, ia memang sudah mempersiapkannya, ia menonton beberapa video wanita penggoda, dan itu berguna untuk saat ini, ia menari sambil mengerlingkan satu matanya, membuat Evan semakin panas, air diatas nakas sudah tandas diminum oleh suaminya. Ia merasa berhasil telah menggoda laki laki dihadapannya itu, ia sedikit mendekat, Suaminya hendak menyentuh bukit kembarnya tapi ia berhasil lolos, ia benar benar merasa seperti wanita murahan yang menjual tubuhnya pada pria hidung belang.
Evan tidak percaya istrinya bisa selincah itu, sungguh diluar pemikirannya, benar benar wanita penggoda, kerongkongan nya mendadak kering, sesuatu dibawah sana sudah tegak dari tadi, istrinya benar benar membuatnya mabuk kepayang. Tanpa terasa air ditangannya sudah kosong. Ia sudah tak tahan lagi, pesona wanitanya sungguh mematikan. Tanpa menunggu waktu lagi, ia berdiri kemudian secara tiba - tiba ia menggendong istrinya menuju kamar mereka sambil menautkan bibirnya, ia mencium istrinya dengan rakus.
Ia melempar wanitanya ke atas ranjang setelah sampai di kamar,, ia tidak melewatkan sejengkal pun tubuh istrinya.
Badannya terasa remuk, ia tidak diberi ampun. Berkali kali suaminya melakukannya, ya sebenarnya ia juga menikmatinya.
Suamiku sangat ganas, bisa bisa besok pagi aku tidak bisa jalan, ini semua gara - gara baju haram ini.
Keesokan harinya.
Hari ini Bella hanya ingin di apartemen saja, semalam tenaganya terkuras habis, jadi hari ini ia ingin santai tanpa melakukan apapun.
Ting Tong
Membuka pintu apartemen dengan segera, ia yakin pesanan yang ia pesan sudah datang, dan ternyata benar.
"Terima kasih" ucapnya kepada pengantar makanan. Menyiapkan makanannya diatas meja ia hendak menghabiskan makanannya.
Ting tong. Bell apartemen berbunyi kembali.
"Ya"
"Ini pesanan anda" memberikan beberapa paperbag ke tangan Bella.
"Tapi saya tidak.... "
"Suami anda yang memesan ini nyonya"
"Oh Terima kasih"
"Apa ini?" meletakkannya diatas sofa. "Aku makan saja dulu" kembali ke meja makan untuk melanjutkan makan siangnya. Setelah selesai ia mengambil ponselnya untuk menghubungi suaminya.
"Assalamualaikum sayang" ucapnya setelah tersambung.
"Waalaikumsalam istriku"
"Sayang tadi ada yang mengantar barang, katanya Tuan Evan yang memesannya, apakah itu untuk istri tercinta" ucap Bella sambil terkekeh.
__ADS_1
"Hahahhaha... kau benar sekali sayang, itu semua untukmu, aku ingin istriku ini memakainya setiap malam"
"Memakainya setiap malam? apa itu?" tanya Bella curiga karena ia belum melihat apa isi paperbagnya.
"Bukalah, kau pasti suka" Tanpa menutup sambungan ponselnya ia membuka salah satu paperbagnya.
"Lingeria" membuka paperbag yang lain. " lingeria juga, jangan bilang kalau ini isinya lingeria semua" lima paperbag isinya lingeria semua, setiap paperbag terisi lima lingeria batinnya.
"Ya sayang,, apakah kurang?"
"Tidak... " jawabnya cepat.
"Dan mulai malam ini pakailah sayang"
"Apa? "
"Kau sangat menggoda sayang. Shiiiit, adeknya bangun sayang, aku akan segera pulang"
Dan benar saja, setiap malam Bella hanya menggunakan lingeria. Pernah Bella memakai baju tidur kesukaannya, tanpa bertanya Evan langsung membukanya dan menggantinya dengan lingeria yang sudah ia beli, meskipun tidak melakukan hubungan suami istri, Evan tetap ingin ia memakai lingeria.
"Sayang, sampai kapan aku harus memakai pakaian seperti ini"
"Kenapa kau tidak suka?"
"Aku hanya merasa kedinginan " Bella beralasan, karena tidak mungkin ia bilang tidak suka, bisa bisa Evan membelikannya lebih banyak lagi.
"Kemarilah aku akan memelukmu" Evan menarik Bella ke dalam dekapannya.
"Hoekkk, hoeeekkkk... "
"Sayang kenapa?"
"Bau sekali, apa kau tidak mandi, sana mandi dulu"
"Sayang, aku sudah mandi"
"Sana mandi lagi, pakai sabun yang banyak" Evan terpaksa masuk lagi ke dalam kamar mandi karena istrinya mendorongnya dengan sekuat tenaga sambil menahan mulutnya agar tidak muntah.
Setelah selesai mandi, ia segera mengganti bajunya sebelum istrinya menyuruh, dari pada disuruh ganti lagi nanti.
"Kemarilah, aku sudah wangi" berjalan mendekati Bella sambil merentangkan kedua tangannya ingin memeluk istrinya. Tapi belum tangannya menyentuh.
"Hoek... hoek, aku tidak suka aroma tubuhmu, sayang apa kau tidak pakai sabun lagi"
__ADS_1
"Aku... "
"Hoek.. hoek jangan mendekat"