Inikah Takdir Kita

Inikah Takdir Kita
Bab 13


__ADS_3

Di sebuah restoran


Dua wanita beda generasi duduk berhadapan di sebuah meja restoran.


Ya Allah. Apalagi ini, apa ini yang namanya tekanan mertua. Seperti drama saja. Pelik sekali jadi orang kaya. Batin Bella.


Setelah pulang dari kampus ia dijemput oleh seorang sopir yang mengatakan kalau majikannya ingin bertemu. Tak ingin berdebat akhirnya Bella menurut.


"Kau tahu siapa aku" Bella mengangguk. "Baguslah kalau kau masih mengingatku, aku tidak suka basa basi" wanita itu menyodorkan amplop tebal ke arah Bella.


"Apa maksud anda nyonya" tanya Bella, yang sebenarnya sudah tahu apa maksud ibu dari Evan ini.


"Tinggalkan Evan dan ambil uang ini, kurasa ini lebih dari cukup"


Benar benar drama. Aku harus bagaimana? cerita yang mana yang harus aku pilih? tebel banget nih amplop. Aku tolak saja ah aku masih punya harga diri.


"Maaf nyonya, sebenarnya saya dan anak anda tidak ada hubungan apa apa, tiba tiba anak anda mengakui saya sebagai kekasih" Bella berusaha menjelaskan.


"Awalnya bilang tidak ada hubungan, tapi setelah tahu siapa sebenarnya Evan, maka kau akan menjeratnya" ucap nyonya Sanjaya.


"Saya cukup tahu diri nyonya, saya memang tak sekaya anda tapi saya masih punya harga diri"


"Harga diri heh.. " meremehkan. "Tidak ada yang tidak bisa dibeli dengan uang, termasuk dirimu! "


Pedas sekali mulutmu nyonya.


"Anda tidak perlu kawatir, Evan tidak akan mendekati saya, begitupun sebaliknya"


"Kau begitu meyakinkan, tapi sayangnya aku tak kan tertipu dengan wajah polosmu itu"

__ADS_1


"Saya tidak bisa mengubah pikiran orang nyonya,, jika anda berpikir seperti itu, apa yang bisa saya lakukan" jawab Bella


"Wanita miskin sepertimu akan silau dengan harta, jangan sok suci, ambil saja uang itu, kau bisa mengganti sepeda bututmu itu" hina nyonya Sanjaya.


Kau menghinaku nyonya, baiklah karena aku anak yang penurut maka aku akan menurutimu.


"Anda benar nyonya, saya hanya orang miskin, tentu saja saya tidak sekaya anda" mengambil uang diatas meja. "Saya Terima uang anda, bukankah orang kaya harus banyak sedekah, saya yang orang miskin ini akan menerima sedekah dari orang sekaya anda, sekali lagi Terima kasih nyonya sedekah anda sangat berarti bagi kami orang miskin, permisi" menundukkan kepala setelah bangun dari kursi, kemudian melangkah pergi meninggalkan nyonya Sanjaya.


Aku suka gayanya. Mari kita lihat apa yang akan dia lakukan dengan uang itu.


Ditempat yang lain tepatnya diruangan Evan.


"Bos ibu anda menemui nona Bella, dan memberinya uang" ucap Rizki asistennya.


"Apa dia menolaknya" tanya Evan. Ia yakin Bella pasti menolaknya. Meskipun Bella kasar tapi ia tahu Bella bukan wanita matre.


"Nona Bella menerima uang ibu anda bos"


Keesokan harinya.


"Kenapa kau mengajak kita ke mall, kau mau mentraktir kami belanja ya.." goda Kedua sahabatnya bersamaan.


"Tentu saja, ayo kita bersenang senang, aku akan mentraktir kalian makan dan juga shopping" jawab Bella berlagak sombong.


"Yang bener, apa kau dapat bonus? " tanya Risa.


"Kau mencurigakan" Citra menatapnya tajam.


" Jangan terlalu banyak berfikir, ayo kita shopping,, waktunya wanita"

__ADS_1


Mereka memasuki mall dengan bahagia, berjalan kesana kemari layaknya wanita yang gila shopping, mulai dari kosmetik, baju, makanan, semuanya mereka beli. Dan yang pasti sesuai janjinya Bella yang membayar semuanya. Karena perut yang berbunyi akhirnya membawa mereka melangkah ke restoran yang masih ada di mall itu.


"Bella, kamu yakin mentraktir kami semua!? " tanya Risa.


"Yaiyalah,, kan sudah aku bayarin"


"Ya sih... tapi dari mana kamu dapat uang sebanyak itu? Apa pamanmu mengirimimu uang yang banyak?" lanjut Citra.


"Bukan.. tapi uang itu... " menjeda kalimatnya... " uang itu dari ibunya Evan.


Uhuk Uhuk..


Citra dan Risa tersedak makanan yang tadi diantar pelayan. mereka menatap tajam ke arah Bella.


"Apa maksudmu? " Bella mulai menceritakan pertemuannya dengan ibunya Evan.


" Bagus, tindakanmu sudah benar Bella" ucap Citra semangat.


"Kenapa kau berkata seperti itu Cit, seharusnya kau melarangnya agar tidak menerima uang itu" sahut Risa. "Jika kau pacaran sama Evan, maka kau akan mendapatkan uang yang lebih banyak lagi? " Risa mengucapkannya dengan gaya wanita yang gila akan uang.


pletak.


"Duh... sakit, kenapa kalian memukulku" keluh Risa


"Kau ini sungguh matre" kemudian mereka tertawa.


"Meskipun tidak nyata, tapi hubungan kalian tidak bisa dianggap remeh" lanjut Citra.


"Aku setuju. Apa rencanamu selanjutnya Bell? "

__ADS_1


"Entahlah." aku bahkan tak sanggup untuk berfikir. Biarlah takdir yang membawaku.


__ADS_2