Inikah Takdir Kita

Inikah Takdir Kita
Bab 57


__ADS_3

"Kau menuduhku? kenapa?" ucapnya lirih.


"Aku benci wajah sok polosmu ini" geram Andi, kemarahannya semakin membuncah. Ia mencumbu istrinya dengan kasar, melepaskan bathdrobe yang menutupi tubuh istrinya yang hanya menyisakan lingeria, tapin bukannya senang ia semakin brutal, Citra meronta, ia tidak mau memberikan hak suaminya dengan cara seperti ini. Ini salah.


Bahkan kau masih memakai lengeria setelah bersama laki laki lain.


Andi melepaskan pakaiannya sendiri dan saat ini ia sudah polos tanpa sehelai benangpun. Andi mengungkung kembali tubuh istrinya dibawah kendalinya, Citra sudah tak mampuss untuk melawan tenaga suaminya, ia kalah tenaga.


"Jangan,, jangan lakukan itu" mohonnya sambil terisak.


"Kau menolak suamimu sendiri, tapi pada pria lain kau seperti ******"


"Hentikan, aku akan membencimu jika kau melakukannya" Andi tidak menghiraukan ucapan istrinya, ia memasukkan senjatanya dengan paksa ke lubang surga. Tapi ia merasa aneh, kenapa sulit sekali, bukankah dia sudah sering melakukannya, batinnya.


Deg


Dia masih perawan, apa aku sudah salah paham, aku tak bisa menghentikannya lagi.


"Tahanlah sayang"


"Aku pastikan kau tak akan melihatku lagi" lirih Citra, entahlah suaminya mendengarnya atau tidak.


Setelah menuntaskan hasratnya, Andi berbaring di sebelah istrinya yang masih menahan isakannya.


"Maafkan aku, istirahatlah" kemudian ia pun terlelap dengan memeluk istrinya karena ia memang sudah lelah seharian bekerja membuatnya cepat terlelap.


Disaat suaminya sudah terlelap, dan dirasa sudah benar - benar lelap, Citra bangkit dari tidurnya, ia hendak melangkah tapi terhenti karena rasa sakit dari bagian intinya,

__ADS_1


"Auwwww... " rintihnya, tapi ia tetap berusaha melangkahkan kakinya meskipun tertatih - tatih, sampai di kamar mandi ia mengguyur tubuhnya dibawah shower, ia menangis, dadanya terasa sesak mengingat apa yang terjadi, suaminya tega menyakitinya, ia merasa diperkosa oleh suaminya sendiri, ia keluar dari kamar mandi setelah selesai membersihkan dirinya.


Melihat suaminya yang masih tidur nyenyak, kemudian melangkah kembali ke arah lemari, mengambil baju ganti sambil mengemas barang barang ke dalam koper, ya dia memutuskan untuk pergi, hubungan tanpa cinta akan sangat lemah apalagi tiada kepercayaan, itu semua percuma untuk apa dipertahankan. Sebelum semuanya terlambat, sebelum hati ini jatuh, mungkin pergi adalah yang terbaik.


Ditatapnya kembali laki-laki yang masih di alam mimpi itu untuk yang terakhir kalinya, sebelum ia keluar dari kamar hotel. Aku pergi ucapnya dalam hati. Kemudian melangkahkan kakinya keluar dari hotel tempat mereka menginap. Memberhentikan taksi agar membawanya jauh dari sana. Ia tidak tahu harus kemana, tidak mungkin ia pulang kerumah orangtuanya karena mereka pasti khawatir.


Sampai ia memutuakan untuk pergi ke stasiun, dan mengikuti tiket yang ada.


Saat ini Citra berada di kota S, ia memilih untuk mencari penginapan dulu karena ini sudah malam, malah hampir tengah malam, besok baru ia akan mencari rumah kos untuk sementara ia akan tinggal disini. Merebahkan tubuhnya di atas ranjang setelah sampai dikamar, ia merasa lelah, akhirnya ia pun terlelap.


Keesokan harinya ia mengelilingi kota S dengan menggunakan taksi untuk mencari rumah kos yang sudah siap huni, tidak perlu membeli kasur dan lemari lagi, kamar mandinya juga ada di dalam kamar, penghuninya juga lumayan banyak jadi ia tidak sendirian. Akhirnya ia memutuskan untuk menempati rumah kos itu karena sesuai dengan keinginannya. Dia akan menata hidupnya disini paling tidak untuk beberapa bulan kedepan, dan sepertinya ia butuh pekerjaan untuk bertahan hidup.


*


*


Jam menunjukkan pukul 10 malam. Seorang laki - laki terbangun dari tidurnya karena merasa kerongkongannya kering. Ia bangkit, duduk di tepi ranjang sembari mengambil minuman di atas nakas, ia belum menyadari keberadaan istrinya. Setelah meneguk air yang ada di dalam botol, ia hendak berdiri, berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, ia merasa tak nyaman karena tadi ia belum mandi setelah kembali ke hotel, dipikirannya hanya ingin memberi hukuman pada istrinya itu.


Istri. Seketika ia menoleh ke arah ranjang menghentikan langkahnya sejenak.


"Kemana dia? Apa dikamar mandi?" Ia melanjutkan kembali langkahnya ke kamar mandi. Setelah sampai di pintu kamar mandi, ia mengetuk nya terlebih dulu, berulang kali mengetuk tak kunjung terbuka akhirnya ia membuka pintu kamar mandi, masuk dan melihat sekitar. Tidak ada pikirnya.


"Apa dia keluar membeli makanan, apa dia juga merasa lapar sepertiku, lebih baik aku mandi dulu" ucapnya pada dirinya sendiri.


Setelah selesai mandi ia segera memakai pakaian nya yang ia ambil dalam lemari, bahkan ia belum menyadari kalau baju - baju yang ada di dalam lemari sudah berkurang. Ia melangkah ke sisi ranjang mengambil ponsel untuk menghubungi istrinya. Ia melihat ke arah ranjang, ia tersenyum sendiri melihat noda darah yang ada pada sprei, istrinya masih utuh, belum ada yang menyentuhnya.


Deg

__ADS_1


Seketika senyum bahagianya menghilang, mengingat bagaimana ia menyetubuhi istrinya, segera ia menghubungi istrinya.


Tidak aktif, diluar jangkauan.


Berulang ulang ia menghubungi istrinya tapi tetap sama, ia tidak bisa menghubungi istrinya. Sekarang ia merasa gusar, senyum bahagianya pun menghilang. Ia keluar dari kamar hotel turun menuju restoran, sampai di sana ia mengedarkan pandangannya ke segala arah, tapi ia tak menemukan istrinya. Ia naik lagi menuju kamar hotel dengan tergesa ia membuka pintu kamar kemudian berlari menuju lemari.


Deg


"Pakaiannya tidak ada, koper?" ia melihat ke arah koper dimana diletakkan. Tidak ada. Seketika tubuhnya merasa lemas, ia tak mampu menopang tubuhnya, ia terjatuh dilantai. Tatapannya kosong.


Apa yang telah aku lakukan. Dia pergi.


Setelah mulai tenang. Ia mengepak barangnya ke koper dan juga membawa sisa belanjaan istrinya. Ia akan kembali malam ini juga, setelah menghubungi sopirnya ia segera meninggalkan hotel.


Di dalam mobil. Ia hanya diam, teringat dengan apa yang telah ia lakukan, ia telah memperkosa istrinya sendiri, matanya mengembun mengingat perlakuan kasarnya pada wanita yang sangat ia cintai, ia telah menyakiti fisiknya, dan mungkin hatinya pun terluka.


Maafkan aku sayang.


Dini hari ia baru sampai di rumah yang ia tinggali bersama istrinya. Ia segera turun dari mobil tanpa membawa kopernya, ia masih berharap wanitanya pulang kerumah ini, meskipun harapan itu sangat kecil.


Pintu dibuka dengan kasar, ia segera berlari mengelilingi rumah, tapi ia tak kunjung menemukan istrinya, akhirnya ia segera menuju kamar, ia putus asa karena dikamar pun istrinya tidak ia temukan.


Dimana kau sayang, kenapa kau harus pergi.


Ia terduduk di sofa. Ia tidak tahu harus mencari istrinya kemana, tidak mungkin ia menghubungi mertuanya, mereka pasti akan khawatir, sahabatnya. ia mencoba untuk menghubungi Bella. Tapi tiga kali ia memanggil, Bella tak kunjung mengangkatnya.


Ia menghubungi Risa, sama Risa pun tak kunjung mengangkat panggilannya, jelas saja mereka tidak mengangkatnya ini sudah dini hari, mereka semua pasti masih setia dibawah selimut.

__ADS_1


__ADS_2