
Sudah seminggu ini Bella tidak ikut Evan ke kantornya meskipun Evan memaksa. Setelah kejadian ia dikerjai oleh kekasihnya itu, ia menolak setiap diajak ke perusahaan. Ia berdiam diri di apartemen sesekali keluar untuk belanja, ia menghabiskan waktunya untuk nonton drama Korea. Itung itung menikmati jadi pacar orang kaya. hahaha.
Aku merindukannya. Apa aku kasih kejutan ya, dengan datang ke kantornya. Ya deh, aku akan mengajaknya makan siang.
Di perusahaan Evan.
Tok Tok.
Pintu terbuka dari dalam. Mendengar pintu terketuk Riki berinisiatif untuk membuka pintu, telihat dua orang wanita berdiri di depan pintu.
"Permisi Tuan, nona Karina ingin Bertemu dengan Tuan Evan" Menunduk hormat setelah mendapat anggukan dari Riki sekertaris Evan berbalik berjalan menuju mejanya kembali.
Karina melangkah dengan anggun. Berjalan mendekati Evan. Evan menatapnya datar. Riki tanpa diperintah meninggalkan ruangan itu, ia tidak mau mengganggu nostalgia mantan pasangan.
"Van.. Kau masih marah padaku? tidak bisakah kita seperti dulu lagi" ucap Karina sedih melihat perubahan sikap Evan, dimana Evannya yang dulu.
"Seperti yang dulu? aku bahkan tidak tahu dulu kita seperti apa? " ucap Evan datar.
"Apa sudah tidak ada aku lagi dihatimu? aku kembali untukmu, aku ingin kita bersama seperti dulu lagi, aku sudah tidak punya hubungan dengan siapapun" tutur Karina dengan tatapan sendu. Sebenarnya ia merasa sedih saat dulu berpisah dari Evan, ia baru menyadari kalau Evan memiliki tempat dihatinya. Ia menyesal menolak Evan. Cinta mungkin iya, Karina sudah jatuh cinta pada Evan.
Seandainya dulu ia berkata seperti itu, mungkin Evan akan dengan senang hati menerimanya, tapi sekarang ada seseorang yang harus dia jaga hatinya, Bella nama itu yang ada dihatinya sekarang.
Flashback on
"Van aku ingin mengejar cita citaku, maaf aku harus pergi, aku akan ke London, aku akan kuliah disana" ucap Karina waktu itu, yang membuat hati seorang Evan gelisah.
"Bukankah kita sudah sepakat untuk kuliah disini, kenapa harus ke luar negeri"
"Maaf, itu sudah keputusanku. Meskipun jauh kita masih bisa berhubungan, aku akan menghubungimu setiap hari"
__ADS_1
" Baiklah, kita akan bersama menempuh pendidikan disana" akhirnya Evan yang mengalah, demi Karina ia rela mengikutinya, sebenarnya Evan ingin kuliah disini, ia tidak mau jauh dari keluarganya.
"Apa maksudmu? kau juga akan kuliah di London? "
"Ya.. lebih tepatnya dikampus yang sama denganmu" Karina merasa Evan terlalu berlebihan, kadang ia tidak suka dengan perhatian yang Evan berikan, Karina tahu Evan masih mengharapkannya tapi ia lebih nyaman menjadi sahabat. Entah kenapa ia tidak bisa mencintai Evan atau mungkin cinta itu sudah hadir tanpa sadar.
Akhirnya mereka berangkat bersama ke London. Mereka juga tinggal di apartemen yang sama, apartemen mereka bersebelahan. Hari hari mereka lalui bersama, meskipun bukan pasangan tapi mereka bahagia. Sampai kejadian itu terjadi, Dimana Karina ditembak oleh seorang laki laki yang mereka kenal. Laki laki itu menyatakan perasaannya pada Karina di depan Evan. Dan Evan begitu terkejut dengan apa yang dilihatnya. Karina dengan mudahnya menerima pernyataan cinta dari orang yang baru saja ia kenal. Evan mengeratkan kepalan tangannya, rahangnya mengeras. Setelah kejadian itu Evan langsung balik ke Indonesia, dia sudah tidak peduli dengan pendidikannya, hatinya hancur, penantiannya pun sia sia. Apapun yang dia lakukan tidak berarti apa apa bagi Karina. Mungkin sudah saatnya dia untuk menyerah, bukankah cinta tak harus memiliki.
Flashback off
"Jika sudah selesai pergilah, dan satu lagi kau tak perlu melakukan apapun untukku" bukannya menjawab Eva malah mengusirnya.
"Aku minta maaf, aku tahu seharusnya aku... aku.. "
"Tidak perlu, tidak ada yang perlu dimaafkan, pulanglah aku sibuk" potong Evan, ia tak ingin berlama lama bersama Karina.
"Kalau begitu, ayo kita makan siang bersama, aku akan menunggumu" berjalan kemudian mendudukkan bokongnya di atas sofa, dia duduk dengan santai sambil memegang handphonenya.
Sedangkan dilantai bawah, Bella berjalan menuju lift yang akan membawanya ke atas ke ruangan Evan. Tidak ada yang mencegahnya, karena mereka semua tahu wanita itu dekat dengan bosnya, meskipun belum diumumkan secara langsung, tapi mereka semua bisa melihat dari perlakuan bosnya Ke Bella. Bos yang biasa dingin dan kaku tiba tiba terlihat hangat pada seorang wanita untuk pertama kalinya.
Di depan ruangan Evan, Bella melempar senyum pada sekertaris kekasihnya yang juga mendapat balasan. Tanpa mengetuk terlebih dulu Bella langsung membuka pintu. Evan mendongak melihat siapa yang berani masuk ke ruangannya.
Deg
Bella.
"Sayang.... " tanpa permisi Bella berjalan menghampiri Evan dan langsung duduk di pangkuannya. "Aku merindukanmu" mencium bibir Evan sekilas, Evan menampakkan senyum manisnya yang mampu membuat semua wanita klepek klepek. "Aku kelaparan, aku kesini ingin minta makan, kau mau kan memberiku makan" menatap Evan dengan mengedipkan kedua matanya. Seketika tawa Evan lepas.
"Tentu. sayang.. Tunggulah sebentar lagi, aku akan menyelesaikan pekerjaanku terlebih dulu" jawab Evan hangat berbeda dengan perlakuannya pada wanita lain.
__ADS_1
Karina yang duduk di sofa melihat semua kejadian itu. ia shock mengetahui kenyataan ini, ingin tidak percaya tapi apa yang dilihatnya, Evan sudah mendapatkan penggantinya. Dan tanpa ditanya pun semua orang akan tahu kalau Evan begitu mencintai wanita itu dari tatapan matanya.
Apa aku sudah terlambat, apa aku juga akan kehilanganmu. Seandainya aku langsung kembali saat memyadari perasaanku padamu, mungkin aku yang akan ada di posisi wanita itu. Tapi apa ini, kau sudah mendapatkan penggantiku, apa aku sudah tidak ada lagi dihatimu. Karina.
"Hemm... " Karina berdehem membuat pasangan kekasih itu melihat kearahnya. Bella spontan langsung berdiri dari pangkuan Evan.
"Kau ada tamu, kenapa tidak bilang? " ucap Bella merasa tidak enak pada tamu suaminya. untung Bella belum tahu ya siapa Karina.
"Kau tidak bertanya" jawab Evan seenaknya.
"Ish... kau ini menyebalkan" Bella mengalihkan pandangannya pada Karina kemudian menunduk hormat seraya menyapa tamu.
"Maaf membuat Anda tidak nyaman, saya tidak tahu kalau ada tamu, anda pasti rekan bisnis tuan Evan, kalau begitu saya permisi dulu" ucap Bella sedikit gugup.
"Mau kemana? " tanya Evan.
"Aku keluar dulu"
"Tidak jadi minta makan"
"Ada rekan bisnismu, kau masih bertanya begitu,, selesaikan dulu pekerjaanmu sayang, aku menunggu diluar" Bella berjalan keluar dari ruangan itu. Evan tidak menghentikannya. Lebih baik ia berusaha mengusir Karina agar ia bisa bersama Bella. Karina menatapnya dengan penuh pertanyaan. Karina memperhatikan perdebatan kecil mereka.
Beberapa menit kemudian setelah mereka terdiam. Ya setelah Bella keluar tinggalah Evan berdua dengan Karina diruangan itu.
"Dia kekasihku" Evan memulai pembicaraan.
"Ternyata kau sudah menemukan penggantiku, sepertinya kau sangat menyukainya, tapi aku yakin dihatimu masih ada diriku. Aku akan membiarkanmu untuk bermain main, setelah itu kembalilah padaku" Karina mengucapkannya dengan penuh percaya diri.
"Bermain-main, apa aku terlihat begitu? Aku yakin kau tahu dengan pasti bagaimana aku" Evan berdiri melangkah hendak meninggalkan ruangannya. "Aku tidak mau membuatnya menunggu terlalu lama" Evan membuka pintu dan pergi begitu saja.
__ADS_1
Tes.
Air mata menetes, Karina tak bisa menahannya lagi. Sakit. Hatinya sakit melihat Evan bersama wanita lain. Inikah yang kau rasakan dulu saat aku bersama pria lain ucapnya dalam hati. Hancur. Karina enggan untuk pergi. Ia hanya menatap pintu yang tertutup.