
Waktu berlalu. Malam pun datang, Bulan seakan menyombongkan diri bahwa sudah saatnya ia berkuasa. Tepat jam 7 malam, seorang laki laki turun dari mobil
"Selamat malam nona Bella, Tuan muda sudah menunggu" Bella mengangguk kemudian masuk ke dalam mobil yang sudah dibukakan oleh pak sopir.
"Kenapa berhenti disini pak? " tanya Bella karena bukannya ke tempat pesta tapi malah ke butik. Bella keluar dari dalam mobil setelah sopir itu membukakan pintu mobil. Pak sopir tadi hanya tersenyum.
"Silahkan masuk nona" Bella masuk kedalam butik tanpa bertanya lagi karena ia yakin tak kan mendapatkan jawaban yang ia inginkan.
Sudahlah. Ikuti saja. yuk kita lihat apa dia ingin memuadikanku cinderella. hahaha.
"Selamat datang nona Bella, aku sudah menunggumu, wah aku tidak menyangka kau sangat cantik, Evan beruntung sekali memdapatkanmu, meskipun dia masih muda tapi dia tipe penyayang dan setia" ucap wanita tadi, aku belum mengenalnya. Setelah 30 menit, Bella benar benar disulap menjadi putri yang sangat cantik dan elegan.
"Ehmm.. perfect. Evan pasti akan tunduk padamu, keluarkan pesonamu girl" wau... satu kata yang keluar dari mulutmu, upik abu menjadi putri hahaha. batinku.
"Terima kasih Kak atas pujiannya" jawabku malu.
"Wah..kau manis sekali.. ayo cepat keluar Evan sudah menunggumu"
Setelah selesai di butik Bella langsung keluar dan melihat sebuah mobil mewah terparkir di depan pintu, seorang sopir berdiri di dekat mobil sambil membukakan pintu. Tanpa bertanya lagi dan tanpa permisi Bella langsung masuk kedalam mobil. Dan disana sudah ada si Tuan sombong. Mobil pun malaju. Dalam perjalanan mereka hanya terdiam, mereka sama sama sibuk dengan HP tapi dengan urusan yang berbeda. Evan sibuk dengan pekerjaannya sedangkan Bella sibuk chat bersama kedua sahabatnya. Tanpa terasa mobil pun berhenti di sebuah hotel tempat berlangsungnya acara ulang tahun Anggita.
Setelah turun dari mobil.
Deg
Cantik.
Barulah Evan melihat Bella. Tanpa mengalihkan tatapannya, ia melangkah mendekati Bella kemudian mengulurkan lengannya agar Bella menggandeng nya. Dengan senyum manis Bella meraih lengan Evan, melangkah bersama. Mereka tampak seperti pasangan sungguhan, benar benar serasi.
"Kau sangat tampan" bisik Bella ke telinga Evan, yang tanpa sadar membuat jantung Evan seakan berhenti berdetak, bukan mati loh ya....
__ADS_1
"Penampilanmu juga tidak terlalu buruk" Evan tersenyum untuk pertama kalinya pada Bella, membuat Bella terpaku,, ya Allah bolehkah dia jodoh hamba. batin Bella. Setelah memasuki Baalroom, banyak pasang mata yang melihat kagum pada mereka, tak terkecuali seorang wanita yang tak sedikitpun melepaskan tatapannya pada pasangan itu.
"Mana wanita yang harus aku jauhkan darimu? Apa aku terlihat lebih cantik dari dia? tanya Bella.
" Kau lihat saja sendiri, dia sedang menatap kita, wanita yang memakai dress hitam, sepertinya dia ingin memakanmu hidup hidup" goda Evan. Bella mengalihkan tatapannya pada wanita yang ditunjukkan Evan.
Deg
Oh my God. Cantik sekali, bukankah dia... Astaga cobaan macam apa ini. Evaaaaaannn.... dia mengerjai ku.. Bagaimana mungkin aku bersaing dengannya, dilihat dari manapun aku tak akan menang.
Aku reflek melepas tangan Evan, saking rerkejutnya. Mengambil udara sebanyak banyaknya supaya jantungku tetap berdetak, sangat tidak lucu kalau aku berhenti bernafas saat ini juga. Aku mengalihkan tatapan ku pada Evan. Aku menatapnya marah.
"Apa kau bercanda? Apa menurutmu ini lucu? Kau mempermainkan ku? " tanyaku bertubi tubi, aku merasa seperti orang bodoh.
"Kenapa? Apa kau merasa takut? Kau tak percaya diri? " tanya Evan tanpa beban.
"Tentu saja. Aku tak percaya diri. Aku ini siapa dan dia siapa" huh... "Bercandamu keterlaluan! " lanjut Bella.
Tiga kali sudah kau mengatakannya. Tapi kali ini aku memaafkanmu. Maaf Evan. Aku harus pergi sebelum wanita itu mendatangiku, aku tidak mau terlibat dalam masalah orang kaya. Good bye.
"Aku mau ke toilet dulu" Bella berlalu dari hadapan Evan.
"Rik ikuti dia" ucap Evan pada asistennya tak lama setelah Bella pergi.
"Ok bos" Riki pun melangkah meninggalkan Evan.
Di sebuah lorong.
"Secepatnya, aku harus kabur dari sini" gumam Bella yang masih bisa di dengar oleh seseorang yang berada tak jauh dari tempat Bella.
__ADS_1
"Kau ingin kabur" tanya orang itu.
"Ya" Menjeda ucapannya. "Tapi aku harus lewat mana ya? agar mereka tidak menemukanku? "
"Dari sini belok kanan, ada jalan samping, keluarlah lewat sana" jelas orang itu.
"Terimakasih" tanpa menoleh kebelakang Bella melangkah cepat menuju pintu samping. Dan mungkin sebuah keberuntungan tepat didepan sana ada taxi yang sedang menurunkan penumpang. Bella masuk kedalam taxi setelah penumpang yang tadi turun, taxi itu melaju dengan kecepatan sedang, sekitar 30 menit taxi itu sampai di rumah kos Bella.
"Apa? Kabur? Sial... " teriak Evan.
"Van,, Terima kasih sudah datang, dimana kekasihmu? " tanya Anggita yang menghampiri Evan.
"Selamat ulang tahun Anggita, maaf aku harus pergi" menyapa dengan hormat kemudian Evan meninggalkan Anggita yang masih teriak memanggil namanya. Namun Evan tak menghiraukan teriakannya.
Di dalam mobil
"Bagaimana dia bisa kabur" tanya Evan geram, bagaimana wanitanya bisa kabur, ini sungguh lucu, seorang Evan Sanjaya ditinggalkan wanita lagi dan lagi. Evan menertawakan dirinya sendiri. Apa ini sudah nasibku, tidak. Awas saja kau wanita kasar. tunggu pembalasanku.
"Maaf bos, tadi saya sudah memeriksanya di toilet tapi dia tidak ada, saya terlambat untuk menghentikan nona Bella ketika memasuki taksi"jelas Riki. Usia Riki hanya lebih tua 2 tahun dari Evan.
Berani sekali kau kabur dariku. Kejadian ini mengingatkan Evan pada wanita masa lalunya, lebih tepatnya wanita masa kecilnya.
Evan memasuki apartemennya dengan langkah gontai, ia memilih pulang ke apartemennya karena orang tuanya masih ada di luar negeri. Sebenarnya Evan jarang menempati apartemennya hanya disaat ia ingin sendiri.
Di Hotel
Ternyata benar dugaanku. Wanita itu hanya kekasih pura pura. Kita lihat saja, kau akan menjadi milikku Evan, anggap aja ini adalah perjuangan cinta. Batin Anggita.
Di sebuah kamar kos
__ADS_1
Apa dia marah? Apa peduli ku? Biar saja. Lebih baik aku tidur. Menarik selimut kemudian menutup mata. Bella pun terlelap.