
Istrinya masih terpaku, ketika istrinya hendak mengucapkan kata - kata, Andi menutup bibir istrinya itu dengan jari telunjuknya, ia belum siap menerima penolakan lagi dari wanita yang sangat ia cintai. Menatap istrinya dengan memberanikan diri Andi mengecup bibirnya sekilas.
"Pakailah bajumu, aku akan mandi dulu" membelai lembut pipi wanitanya. Andi berlalu dari hadapan istrinya kemudian masuk ke dalam kamar mandi.
Citra masih terdiam, ia tidak menyangka Andi mampu menahan hasratnya di saat ia hanya memakai handuk.
Ya Allah mantapkan lah hatiku,, aku mau membuka hati ku untuk suamiku ya Allah, dan ampunilah hambamu ini yang sudah menolak keinginan suami.
Citra memakai baju yang telah ia ambil dari dalam lemari. Ia turun ke bawah untuk menyiapkan makan malam. Setelah selesai ia bersantai di ruang keluarga sembari menonton televisi, beberapa menit kemudian terlihat Andi menghampiri istrinya, duduk di sebelahnya.
"Besok aku akan ke luar kota, ikutlah" ucap Andi membuka obrolan tanpa melihat ke arah istrinya.
"Aku.... "
"Ikutlah, jangan menolak" mohon Andi, dia ingin istrinya ikut,, anggap saja ini kencan setelah menikah, karena sebelum menikah mereka belum sempat untuk berkencan.
"Baiklah, aku akan menemanimu, tapi apa aku tidak akan mengganggumu"
"Tentu, tapi aku lebih terganggu lagi jika meninggalkanmu sendirian di sini" Citra tersenyum melihat Andi.
Setelah berbincang mereka segera melaksanakan sholat. Kemudian makan malam bersama dimeja makan. Andi selalu menghabiskan makanan yang dimasak istrinya, ternyata istrinya itu pandai memasak. Setelah selesai makan malam Andi menuju ruang kerjanya untuk menyiapkan pekerjaan besok. Citra kembali ke kamar setelah mencuci piring kotor untuk menyiapkan baju - baju yang akan dibawa besok.
Keesokan harinya, mereka berangkat bersama menggunakan mobil karena perjalanan hanya akan ditempuh selama dua jam, Mereka membawa dua koper berukuran sedang karena mereka akan berada disana selama tiga hari.
Mereka berangkat menggunakan sopir. Sebelum ke tempat yang akan dituju Andi, mereka berhenti dulu di hotel terdekat, setelah memesan kamar ia mengantarkan istrinya ke kamar sebelum berangkat menuju tempat yang akan dijadikan cafe, meninggalkan Citra sendirian di dalam kamar.
Citra memutuskan untuk dikamar saja, ia membaringkan tubuhnya diatas ranjang, mengingat perlakuan manis suaminya yang membuat jantungnya berdebar.
Apa aku sudah jatuh cinta pada suamiku, haruskah aku menyerahkan diriku malam ini, hufttt memalukan, bagaimana aku bisa memikirkan hal seperti itu... tapi.. wajar kan, aku kan wanita yang sudah menikah.
Citra masih berperang dengan pikirannya sendiri. Sampai akhirnya ia terlelap.
"Ini sudah jam berapa?" mengambil ponselnya diatas nakas. " ternyata sudah sore, apa dia belum pulang, perutku lapar, aku pesan saja, sepertinya aku malas mau keluar"
kring kring kring....
Suaminya menghubunginya, ia mengangkatnya dengan cepat.
"Assalamu'alaikum"
__ADS_1
"Waalaikumsalam, sayang kau sudah makan"
"Aku baru saja memesan makanan"
"Makanlah dulu, jangan menungguku, mungkin aku akan kembali malam"
"Ya, kau pasti sangat sibuk"
"Ya, jangan keluar kamar kalau sudah malam, tidak apa - apa kan sayang? nanti aku akan mengajakmu jalan jalan, setelah pekerjaanku selesai"
"Ya, aku baik - baik saja" sambungan pun terputus.
Sepertinya tidak jadi malam ini. Besok ya besok, tapi bagaimana kalau dia pulang malam lagi. mungkin aku harus menunggunya.
Ting
Tong
Bell kamar hotel berbunyi. Citra melangkah ke arah pintu kamar, membuka pintu lalu menerima makanan yang diantar oleh staf hotel.
Setelah itu ia langsung menyantap makanan yang dikirim pihak hotel karena ia sudah kelaparan sejak tadi.
Tepat pukul sepuluh malam, pintu kamar hotel terbuka dari luar, ya itu Andi, ia baru kembali dari kesibukannya, melangkah mendekati ranjang ia menatap istrinya yang sudah tertidur pulas, ia memutuskan untuk membersihkan diri dulu sebelum menyusul istrinya ke alam mimpi.
Keesokan harinya.
"Hari ini aku akan sangat sibuk, pergilah jalan jalan sekitar hotel, jangan terlalu jauh"
"Baiklah, aku juga tidak akan hilang"
"Aku takut akan ada orang yang menculikmu sayang" memeluk Citra karena mereka sedang berhadapan. Suaminya selalu bisa membuat hatinya berbunga bunga, ia semakin mantap untuk menyerahkan dirinya malam ini.
"Gombal" Citra tersenyum malu malu.
"Hahahhahaha.... wajahmu merona... kau sudah merasa tidak bisa jauh dariku?"
Apakah sudah ada aku dihatimu sayang, tidak biasanya kau tersipu malu.
"Kamu ingin aku menjawab apa?"
__ADS_1
"Yang enak di dengar dan yang membuat hati bahagia"
"Mungkin aku akan... ya... aku akan merindukanmu" ucap Citra malu malu.
"Kau menggodaku sayang, apa aku dihotel saja ya hari ini, aku ingin menemanimu"
Puk...
Citra memukul lengan suaminya.
"Kau harus bekerja, kau harus memberiku uang yang banyak, aku sangat suka uang"
"Siap tuan Putri"
Setelah sarapan pagi bersama, Andi segera berangkat karena dari tadi Doni sudah menghubunginya, ya Doni juga berada disana.
"Rasanya bosan dikamar terus, apa aku keluar saja sekitar sini sekalian makan siang, sepertinya menyenangkan"
Citra memutuskan untuk jalan - jalan sendiri. Tapi satu yang tidak ia ketahui, semenjak keluar dari hotel ia diperhatikan oleh seseorang, Citra melangkah ke pusat perbelanjaan, ia ingin membeli beberapa barang. ia juga membeli banyak cemilan. Setelah selesai dengan belanjaannya ia berjalan ke arah restoran jepang, ia ingin makan makanan jepang. Ia menyantap makanannya dengan lahap, tanpa memperhatikan keadaan sekitar.
Setelah perutnya penuh, dan dirasa cukup, ia memutuskan untuk kembali ke hotel.
"Sepertinya cukup untuk hari ini, ternyata belanja itu adalah jurus ampuh untuk menghilangkan kebosanan" ia terkekeh sendiri. Ia berdiri dan berjalan meninggalkan restoran, jarak antara hotel dan restoran lumayan dekat jadi ia tidak memerlukan kendaraan untuk sampai dihotel.
Di depan restoran.
"Target sudah keluar dan sepertinya ia akan kembali ke hotel" seseorang terlihat menghubungi seseorang melalui ponselnya.
"Bagus, ayo kita bermain" sambungan pun terputus.
Seseorang sedang duduk di ruang tunggu lobi hotel, sepertinya ia sedang menunggu seseorang untuk masuk ke hotel. Beberapa menit kemudian seorang wanita terlihat memasuki loby hotel dengan belanjaan penuh pada kedua tangannya. Laki laki itu berdiri dan dengan sengaja menabrakkan dirinya pada wanita yang baru saja memasuki loby.
"Maaf, maaf... " Laki laki itu mengambil beberapa barang belanjaan yang terjatuh, kemudian mendongak melihat ke arah wanita itu. Wanita itu terdiam. "Bukankah kau Citra, istrinya Andi" Ya wanita yang memasuki loby dan yang ia tabrak adalah Citra.
"Ya" Citra masih merasa bingung dengan apa yang terjadi, ia memperhatikan laki laki didepannya, tapi tetap saja ia tidak bisa mengingat siapa laki - laki itu.
"Oh... maaf, mungkin kau lupa, perkenalkan Doni sahabatnya Andi, sebenarnya kita pernah bertemu di pernikahanmu, mungkin karena aku terlalu tampan jadi susah untuk diingat" Ucap Doni sambil tertawa.
"Maaf,, sepertinya ya, aku lupa"
__ADS_1