
Udara pagi memang begitu menyejukkan. Beruntunglah bagi orang orang yang masih bisa menikmati suasana pagi hari. Orang bijak berkata, kebahagiaan bisa di dapat di awal pagi, dan mood di pagi hari mengawali datangnya rezeky. Jadi jagalah mood di pagi hari, jangan sampai hatimu gelisah. Sambutlah pagi hari dengan senyuman, maka kebahagiaan sedang menantimu.
"Selamat datang pagi" ucap Bella merentangkan kedua tangannya sembari menarik nafas dalam dalam.
"Selamat pagi dunia" lanjut Risa yang duduk disebelah Bella. Mereka saat ini berada di taman dekat cafe. Banyak anak-anak dan orang tua yang menghabiskan pagi disana, apalagi ini weekend.
"Sejuk sekali, ayo kita lari"
Mereka sengaja bangun pagi untuk berolahraga. Menikmati indahnya dunia.
Di tempat yang lain.
Setelah meninggalkan cafe, Evan memilih pulang ke rumah orangtuanya. Ini pertama kali Evan pulang ke rumahnya untuk menginap, biasanya ia hanya pulang untuk makan malam, kalau tidak mamanya yang menyuruhnya pulang, karena ia selalu menghabiskan waktu malamnya di apartemen.
Evan melangkah gontai memasuki rumahnya, ia berjalan ke ruang keluarga, merebahkan tubuhnya diatas sofa, menutup mata sejenak, merenungi apa yang terjadi hari ini. Sebuah kejutan besar dengan kembalinya wanita yang ia cintai, bahagia, tentu saja tapi kebahagiaan itu sirna dalam hitungan menit.
Derap langkah kaki terdengar ditelinganya, seseorang duduk disebelahnya tepatnya di atas kepalanya, mengelus rambutnya lembut. Siapa lagi kalau bukan mamanya.
"Ma.. Dia kembali" ucap Evan tanpa membuka matanya. Mamanya masih diam menunggu cerita Evan berikutnya. "Dia masih hidup ma, Bella masih hidup" elusan tangannya berhenti.
"Bella, calon istrimu" Evan mengangguk. " Syukurlah, akhirnya kau akan hidup normal kembali, aku bosan melihatmu bekerja tiada henti. Kau tak membawanya kesini?"
"Dia.. dia meninggalkan Evan ma, dia pergi" rengek Evan kepada mamanya, sedingin dinginnya laki - laki dia pasti akan lemah terhadap wanita yang melahirkannya. Tidak akan ada yang mengira seorang bos yang biasanya selalu berwajah datar bisa bermanja kepada ibunya.
"Kenapa? Apa yang kau lakukan?" Evan mulai menceritakan semuanya, dari awal dia mencari Bella di ballroom hotel tempat pernikahan sahabatnya setelah mendapat kabar dari Tomi.
"Dia memilih pergi ma, dia tak mau bersama Evan lagi"
"Kau mencintainya?"
"Mama meragukan perasaanku terhadapnya?"
"Jangan balas bertanya, jawab saja apa susahnya"
"Evan sangat mencintainya ma"
"Kau tak mau kehilangannya"
"Iya, tapi... "
__ADS_1
"Kau pernah menidurinya?"
"Maksud mama apa? Evan tidak mungkin melakukannya, meskipun ingin. Dia wanita yang baik, dia sangat menjaga kehormatannya ma, dia ingin memberikannya hanya pada suaminya"
"Bagus, jika kau tak ingin kehilangannya, maka ikuti saran mama" mama berbisik ke telinga Evan.
"Mama gila!!! "
"Issshhhh.... orangtua sendiri dibilang gila, jangan sembarangan bicara, kalau papamu dengar habislah kau. Ini rencana yang paling hebat, percayalah Bella akan menjadi milikmu"
"Mama yakin?"
"Sangat yakin, bahkan seribu persen"
"Bagaimana dengan keluarganya ma"
"Serahkan pada mamamu yang cantik ini. Apa waktu satu bulan cukup untuk mendekatinya"
"Itu terlalu lama, satu minggu, aku ingin secepat mungkin"
"Kau gila ya, satu minggu?"
"Kau anak yang menyebalkan, menyesal mama membantumu"
"Mama sangat cantik, pantas saja papa tergila - gila.. Evan yakin mama mampu melakukannya. Mama mau kan melihat anak mama satu satunya ini bahagia"
"Kau belajar merayu dari mana, biasanya seperti es batu" ucap mama ketus.
"Mama yang terbaik"
"Kau ini... Baiklah. Istirahatlah dan segera dekati dia. Jangan sampai kau keduluan orang lain"
"Maksud mama?"
"Bella itu cantik dan menggemaakan, kau yakin tidak ada yang mendekatinya. Atau jangan jangan dia sudah punya kekasih, sehingga dia tidak mau kembali lagi padamu"
"Tidak boleh"
"Yach,, berdoa saja, dan lakukan dengan benar, jangan membuat leluhur Sanjaya malu" berdiri, melangkah meninggalkan putranya sendirian.
__ADS_1
Aku jadi penasaran bagaimana papa bisa menikahi mama.
Keesokan harinya
Tiga pemuda tampan turun dari sebuah mobil mewah. Penampilan mereka sangat mencolok, berbeda dari yang lain.
"Kau pagi pagi mengganggu kami hanya untuk ke taman, apa kau sakit" ucap Andre marah.
"Yang benar saja, ini weekend, waktu untuk tidur panjang, kau mengajak kami kesini" lanjut Tomi yang tidak Terima sahabatnya itu pagi pagi membangunkan mereka di pagi buta hanya untuk ke taman, kebetulan Andre menginap di rumah Tomi.
"Jangan hanya tidur, kita harus olahraga supaya badan kita sehat. Olahraga pagi itu penting untuk tubuh,,, udaranya segar"
"Apa kau gegar otak, siapa yang selama ini bekerja tanpa henti, kau!! berani beraninya menggurui kami untuk hidup sehat" cerca Tomi.
"Lagian apa kau sadar, coba kau lihat pakaian kita, mau olahraga pagi dengan memakai piyama" sambung Andre. Seketika Evan melihat dirinya dan dua sahabatnya. Dia lupa untuk berganti pakaian. Setelah asistennya memberikan informasi tentang kegiatan Bella, ia buru buru bangun, cuci muka sikat gigi lalu berangkat kerumah Tomi. Ia berniat bertemu kebetulan dengan Bella di sana dan ia butuh teman. Sampai dirumah Tomi, ia langsung menerobos masuk kekamar Tomi, dan segera membangunkan mereka. Merekapun yang belum tersadar sepenuhnya, bangun kemudian langsung menuju kamar mandi, mereka hanya cuci muka dan gosok gigi, tapi ketampanan mereka tak berkurang sedikitpun. Karena paksaan Evan merekapun mau mengikuti Evan. Evan bilang itu sangat urgent. Tapi ternyata mereka hanya ke taman, mereka pikir ada kecelakaan, atau yang berhubungan dengan perusahaan.
Saat mereka asyik dengan piyama mereka, ada dua pasangan anak manusia berlari kecil melewati mereka, tawa dua pasangan itu mengalihkan perhatian mereka. Seketika mereka mendongak melihat ke arah suara tawa yang sangat mereka kenal.
"Ayo kita joging,, biar tubuh kita sehat" ajak Evan yang kemudian langsung berlari kecil mengikuti dua pasangan tadi.
"Kau benar, kita harus sehat" sambung Andre yang langsung menyusul Evan.
"Ah.. masalah hati lagi, kenapa kalian melibatkanku" meskipun kesal Tomi terpaksa mengikuti mereka, sebagai sahabat yang solid.
Dua pasangan tadi tak lain adalah Bella dan Risa yang berlari bersama dua pemuda tampan yang mereka kenal baru saja di taman. Mereka tertawa karena candaan dari dua pemuda tadi. Kalian bisa bayangkan bagaimana tiga laki - laki yang mengikutinya. Mereka seperti penguntit kelas kakap.
Setelah berputar dua kali mereka memutuskan untuk istirahat. Bella da Risa beserta dua pemuda tadi duduk bersama diatas rumput dengan berselonjor.
"Ini untuk kakak kakak yang manis" pemuda itu memberikan Bella dan Risa minuman.
"Wah,, kalian sangat baik hati" ucap Bella dengan tersenyum manis.
"Kalian juga tampan" goda Risa.
"Kalau begitu, ayo kak kita berkencan, usia kita paling cuma beda dua tahunan"
"Hah.... " mereka tersentak dengan ucapan dua pemuda dihadapan mereka. pemuda itu tersenyum manis dengan memperlihatkan deretan gigi putihnya.
*Pemuda sekarang sukanya to the point. Bella.
__ADS_1
Lumayan juga buat ngisi kekosongan. Risa*