
Seorang laki laki duduk di sofa dekat jendela, memandang jauh ke arah luar jendela, ia teringat perkataan sahabatnya.
Flashback on
"Maaf itu aku, laki - laki itu aku, aku sengaja menabrak istrimu dan beralasan agar aku bisa masuk ke kamar tempat kalian menginap, sebenarnya ia ragu untuk menerima tamu tapi aku memaksanya, aku melakukan itu agar hubungan kalian lebih dari sebelumnya, karena aku tahu kau sangat mencintainya, tapi di luar dugaan kau semarah itu pada istrimu, tujuanku hanya agar hubungan kalian tidak ada jarak lagi, tapi malah sebaliknya"
"Aku akan membantumu untuk menemukan istrimu, aku berjanji karena aku yang menciptakan kekacauan ini"
"Apakah dia punya teman yang sangat akrab" tanya Doni kemudian setelah mengucapkan maaf atas perbuatannya waktu dihotel.
"Ya"
"Aku yakin cepat atau lambat istrimu akan menghubungi sahabatnya, atau mungkin sahabatnya yang akan mencari istrimu, aku akan mengawasi sahabat istrimu, dimana aku harus menemui mereka?"
Setelah menjelaskan semuanya Doni keluar dari ruangan Andi, dan ia merasa bersalah kembali atas semua yang telah ia katakan pada istrinya malam itu.
Flashback of
Ia menatap sekeliling kamar istrinya yang baru pertama kali ia masuki, setelah menikah mereka belum pernah berkunjung untuk menginap. Hari ini ia meminta ijin pada mertuanya untuk menginap disini beberapa hari ke depan karena ia sangat merindukan wanita yang sudah mengisi penuh hatinya.
Berjalan kearah ranjang, merebahkan tubuhnya ke atas ranjang sambil melihat langit - langit kamar. Pikirannya sedikit terganggu dengan sahabat istrinya, Bella dan Risa karena akhir akhir ini tidak lagi menerima telpon dari mereka untuk menanyakan kabar istrinya. Apa mungkin mereka sudah tahu dimana istriku ucapnya dalam hati. Seketika ia merogoh ponselnya dan menghubungi sahabatnya Doni.
"Bagaimana?" tanyanya to the point
"Sepertinya mereka tahu dimana keberadaan istrimu, karena aku pernah memergoki mereka sedang menghubungi seseorang dan tanpa sengaja aku mendengar mereka menyebut nama istrimu Citra"
"Aku mengerti, Terima kasih, untuk saat ini hentikan untuk mengikuti mereka, aku tahu apa yang harus aku lakukan selanjutnya.
Sepertinya mereka sudah tahu keberadaan istriku, kenapa mereka merahasiakan itu semua dariku. Apa itu permintaan Istriku. Apa kau sangat membenciku, apa kau tidak merindukanku sayang.
Keesokan harinya.
Setelah membuat janji untuk bertemu, disinilah mereka hari ini, di sebuah restoran Jepang.
Kemarin Andi langsung mengubungi Bella dan mengajaknya bertemu, Sebenarnya Bella sudah tahu alasan kak Andi mengajaknya bertemu tapi ia tetap diam sebelum Andi bertanya padanya.
"Ada apa kak? " kata Bella sambil mengunyah makanannya. "Kakak tidak memesan makanan?"
"Tidak, aku tidak lapar. Makanlah dulu, kenapa kau semakin banyak makan?" Bella tersenyum mendengar ucapan Andi.
__ADS_1
Dengan segera menyelesaikan makannya, rasanya sangat lapar padahal sebelum berangkat tadi dia sudah makan.
"Sudah, rasanya kenyang sekali" sambil mengelus perutnya.
Andi menggeleng - gelengkan kepalanya. "Apa suamimu tidak memberimu makan dengan baik, kau sangat rakus"
"Aku harus memberi makan makhluk yang lain kak"
"Makhluk lain? Maksudmu? " melihat kearah perut Bella. " Kamu hamil?"
Bella mengangguk. "Iya, sudah lima mingguan kak"
"Selamat, kau akan menjadi ibu, aku turut bahagia" ucapnya tulus, tapi saat mengucapkan kata bahagia ia mendadak sendu. Sepertinya kak Andi memikirkan Citra, huft anak itu sangat susah untuk dibujuk agar segera pulang ucapnya dalam hati.
"Kak"
"Hemmm.... "
Kasih tahu gak ya, tapi aku sudah janji. Janji yang membuat serba salah, bilang salah gak bilang kasian. huft....
"Tidak kak, tidak apa - apa, ehmmm untuk apa kakak mengajakku bertemu disini"
"Tidak perlu" ucapnya sambil mengarahkan pandangannya ke arah lain, ia tak mampu untuk menatap lawan bicaranya.
"Kau pasti tahu apa maksudku mengajakmu bertemu"
"Tidak, aku tidak tahu, aku bukan dokter yang bisa membelah kepala orang kemudian melihat isinya" hahahaha Andi tertawa mendengar ucapan Bella. Dia tetap lucu, kalau saja ia tidak bertemu dengan Citra terlebih dulu mungkin dia akan jatuh cinta pada Bella. Bella wanita yang baik dan peduli pada orang lain, meskipun agak kasar.
"Kau bukan dokter, tapi kau adalah dukun yang bisa membaca pikiran orang" ucap Andi dengan senyum mengejek, ia tahu Bella berpura pura.
"Ihhh... menyebalkan. Apa yang kakak inginkan?"
"Dimana dia?" tanya Andi pasti dan tegas.
"Aku sudah berjanji untuk tidak memberitahu pada siapapun termasuk suaminya"
"Terus bagaimana caraku memaksamu untuk mengatakannya padaku"
"Aku tidak akan mengatakannya, aku tidak mau menghianati persahabatan kami"
__ADS_1
"Kau tidak lucu lagi sekarang kau menyebalkan"
Bella tertawa dengan kata - kata yang keluar dari mulut seorang suami yang terlihat putus asa. "Aku tetap pada pendirianku, aku tidak akan mengatakannya. Tapi.... "
"Tapi apa? "
"Aku bisa membantu kakak dengan membujuknya untuk kembali, meskipun aku sendiri tidak yakin itu akan berhasil"
"Baiklah, aku setuju, dari pada tidak sama sekali. Aku punya rencana untuk membuatnya kembali dan kau harus berhasil meyakinkannya"
"Rencana apa? Jangan yang aneh - aneh loh kak"
Kemudian Andi menjelaskan rencananya secara detail. Bella tampak manggut - manggut menyetujui setiap perkataan Andi.
"Kenapa bukan kakak yang pura - pura sakit, bagaimana kalau ibu beneran sakit nantinya"
"Jangan mendoakannya"
"Bukannya kakak yang..... "
"Kau banyak bicara, kenapa kau semakin cerewet aku yakin bayimu itu perempuan"
"Biarkan saja"
Andi menghela nafas panjang. "Kalau aku yang berpura - pura sakit, dia tidak akan pulang, dia tidak akan menghawatirkanku, jadi semuanya akan sia-sia saja, dia belum mencintaiku"
"Kakak yakin? Citra belum mencintai kakak"
"Ya"
Cinta memang penuh teka teki, ingin dirasakan tapi tak terlihat, seperti kak Andi yang merasakan cinta dan juga ingin dicintai tapi ia tak mampu untuk melihat perasaan pasangannya, aku yakin Citra sudah mencintainya. Semoga pernikahan mereka selalu dilimpahi kebahagiaan.
Bella juga sudah mengetahui siapa laki - laki yang masuk ke kamar hotel dulu. Andi sudah menceritakannya secara detail, dan benar adanya ini semua salah paham, hanya keinginan seorang sahabat untuk menyatukan pasangan suami istri yang belum benar - benar menyatu. Cara yang ekstrim, yang bahkan bisa membuat pasangan itu berpisah.
Setelah selesai mereka akhirnya pergi dari restoran tersebut untuk melanjutkan urusan masing - masing. Andi segera menuju ke cafenya, sedangkan Bella menuju kantor suaminya, ia ingin membuktikan sesuatu, entah mulai kapan tapi dia merasakan semalam ia tidak mual lagi jika berdekatan dengan suaminya.
*
*
__ADS_1
Setelah menempuh perjalanan sekitar empat puluh lima menit sampailah ia di perusahaan suaminya dengan diantar sopir. Semenjak kehamilannya ia dilarang untuk berkendara sendiri, mau kemanapun harus selalu dengan sopir, suami dan mertuanya sangat posesif, malah mereka berharap bayi mereka kembar. Karena mereka hanya punya anak tunggal yaitu suaminya, ia ingin Bella memberinya banyak cucu supaya ramai, dan mertuanya berharap bisa punya cucu perempuan dulu, tapi apapun jenis kelaminnya yang penting sehat.