
Melangkah dengan tertatih masuk ke dalam mobil. "Ikuti taksi tadi!" perintah Evan pada sopir. kemudian ia mengeluarkan ponsel untuk menghubungi asistennya.
Dasar wanita kasar. Tingkah lakunya tak sepolos wajahnya, hampir saja aku tertipu wajah polosnya itu. kakinya lumayan kuat juga. gadis yang nakal.
Waktu berlalu.
"Tuan taksinya berhenti" ucap pak sopir yang seketika membuyarkan lamunan Evan. Sedetik kemudian Evan mengarahkan pandangannya pada taksi yang berhenti. Terlihat seorang wanita yang keluar dari dalam taksi, melangkah pelan menuju pintu masuk yang bertuliskan kos putri.
Ternyata dia anak kos. Apa dia tidak tahu siapa aku? bahkan tempat kos ini bisa kumiliki dengan mudah.
"Pergilah, jemput orang tuaku di restoran tadi" ucap Evan melihat ke arah sopir.
"Baiklah tuan" jawab sopir yang langsung mengemudikan mobilnya setelah Evan keluar dari dalam mobil.
10 menit kemudian.
"Bos.. kenapa anda menyuruh saya kesini? kos putri?" Tanya Riki. Apa yang akan dilakukan bosnya itu. Evan melangkah memasuki mobil tanpa menjawab pertanyaan asistennya itu.
__ADS_1
"Cari tahu tentang wanita yang bernama Bella, ia tinggal di tempat kos itu" ucap Evan meskipun masih berumur 20 tahun tapi ia sudah belajar bisnis dari orang tuanya sejak SMA. Dan ia sudah memimpin salah satu anak perusahaan dari perusahaan yang sekarang masih dipimpin oleh Tuan Denis. "Dan tugaskan seseorang yang kau percaya untuk menjaganya, ikuti kemanapun dia pergi mulai besok" lanjut Evan yang mulai menghawatirkan Bella, ia tahu keputusannya menolak perjodohan ini tidak akan mudah, dan ia sudah membawa Bella masuk kedalamnya.
"Baik bos" jawab Riki. Apa yang sebenarnya terjadi bos? kenapa kau peduli pada wanita itu? dan sejak kapan kau mulai dekat dengan wanita? batin Riki.
Di kampus
"Berhenti.. bukankah kau hutang penjelasan kepada kami" cerca Citra sahabat Bella.
"Ya, kenapa kau tiba tiba pergi meninggalkan kami?" Risa menimpali.
"Baiklah.. " jawab Citra dan Risa bersamaan.
"Cepat katakan, kenapa kau tega meninggalkan kami sendirian" setelah mereka duduk, pertanyaan langsung terlontar dari dua sahabatnya.
"Ck... kalian tidak sendiri tapi berdua" ucap Bella sambil menunjukkan dua jarinya. kedua sahabatnya menatapnya tajam yang artinya mereka sudah tidak sabar menunggu Bella untuk bercerita.
"Baiklah.. Baiklah.. tapi aku tidak yakin dengan apa yang akan aku ceritakan" menghela nafas kasar kemudian Bella mulai menceritakan apa yang terjadi semalam, selengkap lengkapnya tidak ada yang dikurangi maupun ditambahi.
__ADS_1
"Begitulah ceritanya"
"Kamu serius" tanya Citra. dengan ekspresi mau percaya dan tidak.
"Dua ratus rius" Jawab Bella yakin, sambil menganggukan kepalanya agar lebih meyakinkan.
"Apa ini Rezeky dari Tuhan, yang tidak boleh ditolak" Ucap Risa tampak berfikir. "Apa mungkin ada Malaikat lewat dan mendengarkan obrolan kita yang kemaren itu, dan langsung dikabulkan" lanjut Risa.
"Ck.. kau ini" decak Citra. "Trus sekarang apa yang akan kau lakukan?" tanya Citra.
"Entahlah,, yang jelas sekarang tidak akan mudah, kalau tidak salah, semalam disana juga ada seorang wanita cuma aku tidak begitu jelas melihatnya, sepertinya sedang ada pertemuan keluarga, atau mungkin acara perjodohan" tebak Bella.
"Kalau itu benar, kau harus hati hati, karena biasanya si wanita tidak akan menerima penolakan, bagaimana kalau dia sangat mencintai Evan, kemudian wanita itu berusaha melenyapkan kekasih Evan" lanjut Citra.
"Kau jangan membuatku takut, aku tidak mau mati muda, aku belum merasakan ciuman pertama, aku juga belum menikah" Bella merasa ngeri.
"Apa semenakutkan itu ya berhubungan dengan orang kaya? " tanya Risa seperti ada yang mengganjal dihatinya. "Mungkin takdir memang mendukung kita untuk bersama orang kaya" lanjut Risa , entah apa yang telah terjadi padanya.
__ADS_1