
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 17
Para warga pun meminta Rinjani untuk digeledah badannya. Mereka meminta Bu RT dan juga Ibu Delima untuk memeriksa tubuh si janda kembang itu. Meski Rinjani sempat menolak awalnya, tetapi dia tidak punya cara lain untuk membuktikan kalau dirinya tidak mencuri cincin itu.
Akhirnya mereka bertiga pun masuk ke kamar dan Rinjani disuruh membuka seluruh pakaiannya oleh Ibu Delima. Harga diri perempuan itu terasa diinjak-injak oleh wanita paling kaya di kampungnya.
"Bu RT, tolong pinjami saya kain jarik, sebelum saya membuka seluruh pakaian ini!" pinta Rinjani dengan tatapan memohon. Meski mereka sama-sama perempuan mana mungkin dia memperlihatkan seluruh aurat miliknya.
Bu RT pun mengambil kain jarik di dalam lemari baju. Setelah itu Rinjani melepaskan jilbab yang dikenakannya. Satu persatu pakaian dia tanggalkan bahkan sampai pakaian dalamnya, atas permintaan Ibu Delima.
Wanita paruh baya berpenampilan menor itu pun memeriksa semua pakaian Rinjani. Tiba-tiba saja sebuah benda jatuh dari saku celana yang tadi dipakai oleh si ibu tiga orang anak ini.
Betapa terkejutnya Rinjani dan Bu RT, saat melihat benda yang jatuh barusan adalah sebuah cincin berlian. Berbeda dengan Ibu Delima yang tersenyum sinis dan memberikan tatapan menghina.
"Lihat! Ini apa?" bentak Ibu Delima sambil mengacungkan cincin itu di depan muka Rinjani.
Wajah Rinjani mendadak dan mata memerah serta berkaca-kaca. Dia pun menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, menolak tuduhan itu.
__ADS_1
"Demi Allah … Demi Rasullullah, aku tidak mengambil cincin itu!" bantah Rinjani dengan bersikukuh.
"Masih saja mengelak. Pokoknya aku akan laporkan pencurian ini kepada polisi agar menjadi pelajaran bagi semua orang," balas Ibu Delima dengan angkuhnya.
Para warga yang sejak tadi menanti dengan perasaan penasaran. Apakah Rinjani benar-benar sudah mencuri cincin berlian milik Ibu Delima atau tidak. Kini bisa mendengar suara bentakan Ibu Delima kepada Rinjani.
Suara Ibu Delima yang menggelegar sampai ke teras depan rumah. Membuat orang-orang itu tahu kalau Rinjani sudah mengambil cincin berlian miliknya.
Semua orang-orang yang menunggu di depan pun saling berbisik-bisik. Meski mereka antara percaya tidak percaya, tetapi bukti sudah ada di depan mata.
Walaupun Rinjani membantah atas tuduhan itu, tetap saja dia tidak bisa membuktikan kalau dirinya tidak bersalah. Akhirnya, mau tidak mau dia pun harus berurusan dengan hukum, karena Ibu Delima sudah memberikan laporan kepada kantor polisi, tadi.
***
"Kok, Ibu belum pulang juga, ya, Kak?" tanya Azzam sambil melihat ke arah pintu pagar.
"Mungkin setelah pulang dari rumah Ibu Delima, ada orang lain yang memerlukan jasa ibu," jawab anak perempuan satu-satunya di keluarga itu.
Attar yang sudah waktunya untuk tidur pun mulai merengek. Maka Aqilah pun langsung menggendong dan menina bobokannya, sambil bersholawat seperti yang sering dilakukan oleh Rinjani saat menidurkan si bungsu. Tidak lama kemudian, Attar pun sudah tertidur pulas.
Azzam mencabut beberapa pohon singkong yang tumbuh di halaman belakang, untuk bahan baku keripik yang akan dibuat hari ini. Saat dia membersihkan singkong dari kulitnya terlihat ada Mbok Mirah yang berlari ke arah rumahnya.
__ADS_1
"Azzam … Aqilah! Cepat tolong ibu kalian!" teriak wanita paruh baya itu sambil berusaha membuka pintu pagar.
Aqila yang sedang berada di dalam rumah pun bergegas keluar dan menghampiri wanita itu. Melihat kalau Azzam sedang berbicara dengannya.
"Ibu, kenapa?" tanya Aqilah.
"I-bu ditangkap polisi, karena dituduh sudah mencuri cincin berlian milik Ibu Delima, Kak," jawab anak laki-laki itu dengan berderai air mata.
"Astaghfirullahal'adzim. Bagaimana mungkin ibu melakukan hal keji seperti itu?" ujar Aqilah tidak terima dengan tuduhan yang dilayangkan kepada ibu kandungnya.
Kedua anak itu tahu kalau ibunya tidak mungkin mencuri, mereka menduga kalau ini terjadi karena fitnah seseorang. Mereka pun berinisiatif untuk mendatangi kantor polisi, karena ingin tahu keadaan wanita yang sudah mengandung dan melahirkan keduanya ke dunia ini.
Dikarenakan Attar masih dalam masa penyembuhan dan juga sedang tidur siang, akhirnya hanya Azzam saja yang ikut dengan Pak RT ke kantor polisi. Jaraknya lumayan cukup jauh sehingga mereka menaiki kendaraan.
***
Rinjani menangis di dalam sel penjara. Dia tidak pernah mengambil cincin itu, bahkan melihatnya pun belum pernah seumur hidup dia. Selain itu untuk apa dia mencuri dan pastinya akan berurusan dengan orang lain, apalagi kalau sampai dibawa ke ranah hukum seperti dirinya saat ini.
"Ya Allah, aku tahu Engkau tidak akan memberikan suatu ujian melebihi kesanggupan hambanya. Maka, aku percaya kalau aku bisa melalui semua ini," gumam Rinjani dalam doanya ketika selesai sholat Zuhur.
Air mata kesedihan dia biarkan jatuh membasahi bajunya. Dia mengadu kepada pemilik takdir dan yang sudah mengatur semuanya.
__ADS_1
***
Apakah Rinjani akan bisa terbebas dari tuduhan ini? Bagaimana nasib ketiga anaknya ketika Rinjani berada di penjara? Tunggu kelanjutannya, ya!