
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 66
Waktu terus berlalu, Bagaskara berjuang mengembangkan bisnis restoran bersama temannya. Dikarenakan laki-laki itu punya banyak relasi, jadi mudah bagi dia untuk mempromosikan tempat usaha itu. Tempat yang nyaman, rasa makanan enak, pelayanan bagus, membuat orang ingin datang lagi ke sana.
Meski sibuk kesana-kemari melakukan pekerjaannya, Bagaskara tidak melupakan anak-anak Rinjani. Dia seperti biasa akan mengantar ke sekolah dan hari Minggu akan bermain bersama. Hanya bagian menjahili atau menggoda Rinjani yang dia punya, karena digunakan untuk bekerja di restoran. Tentu ini membuat Rinjani merasa kehilangan sesuatu.
Sementara itu, Dirga memutuskan untuk pergi ke Australia. Dia memulai hidup baru di sana. Mengurus perusahaan yang diberikan oleh ayahnya. Bagaskara dan Papa Bima menolak menerima kembali harta yang akan dikembalikan oleh Dirga. Mereka ingin laki-laki itu berubah menjadi lebih tanggung jawab dan lebih dewasa lagi. Mungkin dengan mengurus harta kekayaan yang banyak itu bisa membuatnya terus berpikir.
Mama Adira dan Papa Bima menikmati masa tua mereka dengan mengembangkan ternak ayam petelur dan ikan lele. Rumah besar mereka dijual dan dibelikan sebidang tanah yang sangat luas dan membangun rumah yang kecil cukup ditempati oleh mereka.
Keduanya benar-benar menikmati waktu bersama berdua. Kecuali hari Sabtu dan Minggu, rumah itu akan ramai oleh anak-anak Rinjani yang sering bermain ke sana, bahkan kadang menginap. Kehidupan keluarga yang sangat diidamkan oleh mereka sejak dulu.
Rinjani sendiri menjalani aktivitas sehari-hari dengan menjadi direktur utama di perusahaan milik kakeknya. Meski sempat meminta Dirga untuk bekerja di perusahaannya, laki-laki itu menolaknya dengan alasan ingin bekerja sesuai impiannya.
"Pak, satu bulan ke depan restoran kita sudah penuh oleh pelanggan yang mem-booking tempat ini untuk pribadi," ucap manager restoran yang bernama Sakti.
"Alhamdulillah, sepertinya kita harus menambah menu baru lagi agar lebih banyak lagi pilihan untuk pelanggan," balas Bagaskara.
"Kalau begitu kita cari satu orang koki dan asisten koki, karena keempat koki yang bekerja di sini sering mengalami kelelahan saat banyaknya pelanggan yang datang, apalagi saat jam sarapan, makan siang, dan di malam hari," tambah Sakti.
"Baiklah kamu cari koki dan juga cleaning service juga sepertinya perlu tambahan lagi dua orang untuk dua shift," ucap Bagaskara.
__ADS_1
Rinjani dan Attar berdiri di sana menunggu Bagaskara yang masih saja sibuk mengurus restoran. Wanita itu sebenarnya tidak enak datang di waktu sedang sibuk-sibuknya bekerja. Namun, anak bungsu itu mana tahu waktu sibuk dan luang. Saat dirinya ingin bertemu dengan Bagaskara, maka dia akan meminta diantarkan ke sana saat itu juga.
"Om Bagas!" panggil Attar sambil memperlihatkan senyum manis dan melambaikan tangan.
"Attar … Rinjani? Sejak kapan kalian berdiri di sini?" tanya Bagaskara yang kini berjongkok dan mengusap kepala calon anak sambungnya.
"Sejak tadi. Ibu bilang tunggu sampai Om Bagas selesai bekerja. Agar tidak mengganggu," jawab bocah itu sambil memeluk leher calon ayah sambungnya.
Bagaskara mendongakkan kepala melihat ke arah Rinjani. Senyumnya mereka lebar saat mereka beradu pandang.
"Assalamu'alaikum, ibunya Attar," salam Bagaskara sambil mengedipkan mata menggoda wanita itu.
"Wa'alaikumsalam," balas Rinjani.
"Kok, nggak lengkap," ucap laki-laki itu ingin menggoda calon istrinya.
Dulu, gara-gara kalah main game, Rinjani diminta oleh Attar dan Bagaskara untuk saling memanggil calon ayah sambung Attar dan itu malah keterusan sampai sekarang. Apalagi Aqilah dan Azzam juga mendukung panggilan itu.
Ketiga orang itu makan malam bersama, saat ini Aqilah sibuk dengan kegiatan sekolah dan Azzam sedang kemah bersama teman-teman pramuka-nya.
***
Bagaskara menatap lekat pada wajah Rinjani yang sedang tertidur di sampingnya. Wanita itu kelelahan mengajari koki di rumah memasak pepes ikan kesukaan Kakek Atmaja. Besok anak-anaknya ingin pergi berlibur 3 hari ke puncak. Sementara itu, Kakek Atmaja tidak mau ikut dan ingin tinggal di rumah. Jadinya, Bagaskara yang menemani mereka.
"Kenapa kamu cantik sekali," bisik Bagaskara masih melihat ke arah wajah calon istrinya.
__ADS_1
"Aku sudah tidak sabar menunggu enam bulan lagi. Rasanya aku ingin segera membawa kamu ke KUA saat ini juga," lanjut laki-laki itu dengan suaranya yang lembut dan pelan karena takut membangunkan sang kekasih.
Keduanya tadi duduk di sofa di ruang keluarga, tadi mereka bincang-bincang sambil menonton film kesukaan Attar. Mungkin acaranya tidak sesuai kesukaan dia.
"Kenapa Om Bagas terus menatap ibu?" tanya Attar dan memancing kedua kakaknya yang lain yang sedang asyik nonton televisi.
"Itu karena Om merasa kasihan pada ibu kalian yang kelelahan sampai-sampai tidur sambil duduk seperti ini," ucap Bagaskara bohong. Mana mungkin dia terang-terangan bilang sedang menikmati wajah calon istrinya.
"Kalau begitu kita bangunkan saja ibu dan menyuruhnya pindah ke kamar," kata Attar.
"Jangan!" Bagaskara dan kedua kakak Attar menolak keinginan adik bungsu dan tentu saja itu membuat Attar terkejut.
"Kasihan ibu, mungkin nanti malah tidak jadi istirahat," jelas Aqilah.
"Kalau begitu, Om Bagas gendong ibu ke kamar," timpal anak ketiga Rinjani.
"A-pa?" Bagaskara merasa jantungnya melompat-lompat entah senang atau gugup, dia sendiri yang tahu.
Sebenarnya Bagaskara tidak masalah menggendong Rinjani. Namun, dia takut kejadian dulu terulang kembali. Di mana Rinjani mencium dirinya dan itu membuatnya terbuai dan lupa diri. Akhirnya, dia mendapat hukuman dari Kakek Atmaja.
***
Bagaimana liburan Rinjani dan anak-anaknya di puncak? Apakah akan ada sesuatu yang terjadi di sana nanti? Tunggu kelanjutannya, ya!
Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Cus kepoin novelnya. Karena ini sudah tamat bisa baca maraton. Jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian. Yuk, merapat yang suka cerita Romantis dan Action penuh misteri.
__ADS_1