Innallaha Ma'Ana (Sesungguhnya Allah Bersama Kita)

Innallaha Ma'Ana (Sesungguhnya Allah Bersama Kita)
Bab 57. Rencana


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 58


Beberapa jam sebelumnya ….


Dirga yang sedang menghadiri pertemuan dengan para pengusaha dunia di Amerika mendapat pesan dari Boby. Dia mengirimkan pesan beberapa buah foto yang diunggah oleh kenalannya yang datang ke acara lamaran Rinjani dengan Bagaskara.


Bukannya ini Kakakmu dan Rinjani? Hari ini mereka lamaran. Bukannya saat ini kamu sedang berada di Amerika?


Dirga yang sedang duduk bersama para pengusaha dari berbagai negara, langsung emosi melihat foto kakaknya sedang tersenyum ke arah perempuan yang sedang dipasarkan cincin oleh mamanya. Rinjani terlihat sangat cantik dengan gamis dan jilbab yang senada berwarna toska. Begitu juga dengan Bagaskara yang memakai baju pasangan. 


Bukan hanya kedua orang itu saja yang terlihat bahagia, tetapi kedua orang tuanya juga terlihat tersenyum lebar. Menunjukan betapa bahagianya perasaan mereka saat ini.


'Jadi, ini alasan kalian mengirimkan aku ke Amerika agar tidak mengganggu acara kalian. Huh, dasar orang-orang keji! Sepertinya kalian harus diberi pelajaran sedikit. Aku tidak akan menyerah kalau diperlakukan seperti ini. Kalian duluan yang memulai, jadi jangan salahkan aku, jika aku juga berbuat Maluku sendiri.' (Dirga)


Begitu acara selesai dia langsung pergi ke bandara. Masih ada waktu 2 jam 15 menit lagi ke waktu penerbangan berikutnya.


***


Acara lamaran berjalan lancar dan selesai sebelum tenaga malam. Anak-anak sudah tidur sejak jam 21.30 tadi. Mereka sulit sekali di suruh tidur karena suasana di halaman rumah sangat ramai. Belum lagi banyak anak-anak sebaya yang ikut datang bersama orang tua mereka. 


"Kamu harus segera istirahat. Jangan memikirkan aku terus," kata Bagaskara dengan senyum menggoda Rinjani.


Mendengar ucapan Bagaskara barusan membuat wanita itu kesal. Dia seakan terus memikirkan dirinya.


"Kamu, juga. Cepat pulang dan tidur jangan ingat aku terus," balas Rinjani dengan puas sudah membalikan kata-kata Bagaskara.


"Sepertinya tanpa aku pikirkan pun kamu selalu muncul dalam mimpi aku setiap malam," ujar laki-laki yang kini berdiri di depan Rinjani.

__ADS_1


Wanita itu tidak mau kalah oleh calon suaminya. Dia pun berkata, "Jangan-jangan ada jin yang menyerupai aku dan mendatangi kamu lewat mimpi dan sel-sel otak kamu."


Bagaskara yang merasa gemas pada calon istrinya, ingin sekali memeluk dan membawanya ke KUA saat ini juga. Dia sudah tidak sabar ingin menjadikan hubungan mereka halal. Agar bisa menyentuh dan memeluknya. Bahkan jika dia memejamkan mata dan menyentuh bibirnya, akan teringat kembali ciumannya bersama Rinjani.


'Astaghfirullahal'adzim. Apa yang aku pikirkan barusan. Dekat-dekat dengan Rinjani sangat berbahaya bagi aku saat ini.' (Bagaskara)


***


Keesokan harinya seperti biasa Bagaskara akan menjemput anak-anak untuk pergi ke sekolah bersama. Tanpa malu dia juga ikut sarapan di rumah Kakek Atmaja.


"Apa kamu sudah menghubungi orang-orang yang ada di kampung?" tanya Kakek Atmaja kepada Rinjani.


"Sudah, Kek. Mereka juga akan membantu menyiapkan semuanya," jawab Rinjani yang sedang membahas kegiatan amal yang akan dilakukan oleh Rinjani di desa Suka Jaya, bulan depan.


Sudah dua tahun kepergian Dewa, Rinjani ingin mewujudkan semua impian suaminya terdahulu sebelum dia menikah. Bagaimanapun juga nanti dia harus menghargai perasaan suami barunya dengan tidak menyinggung urusan suami pertamanya.


Bagaskara sebenarnya tidak mempermasalahkan akan hal itu. Dia tahu Rinjani melakukan semua kebaikan itu untuk mendiang suaminya. Dia tidak marah atau cemburu, bagaimanapun juga amal baik dan doa anak sholeh sangat diperlukan oleh orang-orang yang sudah meninggal untuk menambah amal baiknya.


"Ibu, kapan kita akan ke desa? Sudah 2 bulan kita tidak pulang ke sana," tanya Aqilah. 


Dia sudah rindu kepada teman-temannya yang ada di kampung. Meski mereka masih suka kirim kabar lewat chat. Anak gadis Rinjani ini sempat memberikan beberapa handphone untuk teman-teman di sana. Juga sebagai hadiah kepada anak-anak yang rajin pergi ke masjid dan hafal setoran. Tentu saja ini membuat anak-anak di kampung senang.


Azzam kalau pulang ke kampung pasti ikut teman-temannya main sepak  bola dan pergi ke sungai menangkap ikan. Dia juga sering membawakan peralatan sekolah untuk teman-teman yang kurang mampu. Dia hanya memberikan handphone untuk tiga teman baiknya saja agar mereka bisa menghubungi dirinya.


"Bulan depan kita akan ke kampung. Jadi, kalian siapkan apa saja yang akan kalian bawa ke sana," balas Rinjani.


***


Ruangan mewah yang berada di atas suatu bangunan yang tinggi. Berdiri seorang laki-laki sambil menatap langit malam. Dirga sampai ke Indonesia tengah malam hampir dini hari. Dia tidak pulang ke rumah, tetapi ke hotel. Laki-laki itu sedang merencanakan sesuatu.


'Tunggu saja kejutan dari aku!' 

__ADS_1


Kedua tangan Dirga terkepal. Betapa marahnya dia saat ini, sehingga ingin melampiaskan rasa sakitnya.


'Kalian tega kepadaku, maka aku pun akan melakukan hal yang sama.'


Laki-laki itu mengambil handphone miliknya saat ada di atas nakas. Lalu, menghubungi seseorang yang dia kenal baik.


"Kamu bisa bantu aku, 'kan?"


^^^"Tentu saja aku akan bantu kamu. Karena kamu adalah teman baikku."^^^


***


Apa yang akan direncanakan oleh Dirga? Siapa yang dihubungi olehnya? Tunggu kelanjutannya, ya!


Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Cus kepoin novelnya. Jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian. Yuk, merapat yang suka cerita Komedi Romantis.


Apa jadinya jika tiga pasang pengantin baru bertetanggaan dengan para mantan kekasih mereka?


Adelia, menerima perjodohan dengan Andra. Seorang laki-laki yang tidak dikenalnya sama sekali. Dia mau menerima perjodohan itu setelah putus dari Bram yang kedapatan tidur bersama dengan Bella.


Andra, ingin balas dendam kepada Citra yang sudah mengkhianatinya, hanya untuk bisa menikah dengan Candra, seorang pengusaha kaya. Kakeknya berjanji akan memberikan semua harta kekayaannya, jika dia mau menikah dengan Adelia.


Siapa sangka saat mereka memulai kehidupan rumah tangga, malah bertetangga dengan para mantan.


Ketiga pasangan itu, untuk memanasi para mantan, rela melakukan sandiwara. Yaitu, selalu bersikap romantis dengan pasangannya, jika di depan para mantan mereka.


Apakah mereka akan jatuh cinta pada pasangannya saat ini?


Atau mereka akan kembali pada mantan masing-masing?


__ADS_1


__ADS_2