Innallaha Ma'Ana (Sesungguhnya Allah Bersama Kita)

Innallaha Ma'Ana (Sesungguhnya Allah Bersama Kita)
Bab 28. Kedatangan Dirga


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 28


Dirga mendatangi rumah Rinjani, kegiatan dia setiap bulan. Sebenarnya bukan masalah uang yang membuat Dirga datang ke sana, tetapi dia ingin menemui perempuan yang sudah mencuri hati karena keteguhan dan kesabaran dalam menjalani hidupnya.


Bagi laki-laki itu, Rinjani adalah wanita yang sangat langka. Dia merupakan wanita yang mandiri dan tidak suka dikasihani oleh orang lain. Selain itu, perempuan itu juga bisa menjaga harkat martabatnya sebagai seorang janda.


Meski Rinjani mempunyai wajah yang sangat cantik, tetapi perempuan itu tidak memanfaatkannya untuk menggoda para lelaki berkantong tebal. Selain sikapnya yang membuat Dirga jatuh cinta, Rinjani juga memiliki hati yang baik.


"Apa yang harus aku lakukan agar kamu mau menambatkan hatimu kepadaku?" Dirga bergumam, tetapi masih tetap fokus pada jalanan yang sedang dia lalui.


"Mantan suami kamu itu laki-laki yang seperti apa, sampai bisa membuatmu jatuh cinta seperti itu kepadanya?" ucap laki-laki berbaju kasual.


"Rinjani, apa yang sudah kamu perbuat kepadaku? Sampai aku menjadi begitu tergila-gila kepadamu seperti ini?" Dirga memukul stir mobil untuk melampiaskan perasaannya saat ini.


Pesona sang janda sangat begitu kuat, bukan hanya kepada Dirga saja, tetapi juga banyak kepada laki-laki yang pernah melihat atau mengenal Rinjani. Kebanyakan mereka langsung jatuh hati kepada ibu tiga orang anak ini dan selalu menawarkan pernikahan kepadanya. Meski begitu semuanya berakhir dengan penolakan dari sang janda dengan alasan masih mencintai almarhum suaminya dan ingin fokus membesarkan ketiga anak mereka.


Begitu Dirga sampai ke depan rumah Rinjani terlihat rumah itu dalam keadaan sepi. Hanya terlihat Attar yang sedang bermain di teras rumah.


"Halo, Attar. Sedang main apa kamu?" tanya Dirga.


Bocah kecil itu tidak terlalu suka terhadap Dirga, karena dulu pernah melihat laki-laki ini memarahi ibunya. Lalu, dia pun berlari masuk ke dalam rumah sambil berteriak memanggil ibunya.

__ADS_1


"Ibu, ada Om jahat datang! Mau minta uang." 


Teriakan Attar membuat Dirga kesal. Namun, di dalam hati kecilnya dia ingin tertawa saat mendengar kalimat terakhirnya. 


"Aku seperti tukang debt kolektor saja," balas Dirga.


Laki-laki itu tidak sadar kalau cara dia mau nagih hutang kepada Rinjani lebih kejam dari dept kolektor. Hal ini karena dia merasa bukan seorang debt kolektor, tetapi orang yang sedang mengambil haknya.


Rinjani yang baru saja selesai memasak menghampiri Attar dan menggendongnya. Lalu, dia pun berjalan ke depan rumah dan terlihat Dirga sedang duduk di kursi yang tersedia di teras sambil melihat ke arah pepohonan.


"Selamat siang, Tuan Dirga," kata Rinjani dan itu mengejutkan Dirga yang sedang melamun.


"Oh, hai. Selamat siang. Apa aku datang terlalu pagi?" tanya Dirga sambil tersenyum tipis dan berbasa basi.


"Tidak juga. Aku juga baru saja menyelesaikan semua pekerjaan rumah," jawab Rinjani jujur, tetapi mengandung sindiran halus untuknya.


Sebenarnya Dirga hari ini ke sini bukan untuk itu. Lagian waktu jatuh temponya juga masih lama. 


"Aku baru punya uang 2.000.000 bulan ini, karena kamu datang satu minggu terlalu cepat dari jadwal," kata Rinjani.


"Sebenarnya hari ini aku ke sini bukan untuk menagih hutang," balas laki-laki itu dengan menatap Rinjani dengan penuh perasaan.


Kini kedua orang itu saling menatap dalam diam, tentu saja dengan pikiran masing-masing. Rinjani berpikir kalau dia sudah salah paham dengan kedatangan Dirga ke sana hanya untuk mengambil uang miliknya. Berbeda dengan Dirga yang berpikir kalau Rinjani sekarang terlihat semakin cantik dan tenang. Tidak ada gurat kecemasan atau tatapan sendu, jika beradu pandang dengannya.


Dulu Dirga sempat bertanya, kenapa tatapannya selalu seperti itu saat melihat dirinya? Rinjani berkata kalau dia akan teringat pada suaminya yang meninggal dan menghubungkan mereka berdua, dalam ikatan hutang piutang.

__ADS_1


Saat Dirga bertanya lagi kepadanya, apa dia sangat membenci dirinya? Jawabannya adalah tidak. Perempuan itu berpikir kalau suaminya meninggal karena sudah takdir dari Ilahi.


"Lalu, untuk apa Anda datang ke sini hari ini?" tanya Rinjani penasaran.


"Aku ke sini ingin menawarkan pernikahan yang dulu pernah aku tawarkan kepadamu," jawab Dirga.


Tentu saja permintaan dari laki-laki yang ingin mengajak ke jenjang pernikahan tidak disetujui oleh Rinjani.


"Tidak perlu aku jawab kembali pun kamu tahu apa jawaban yang akan aku berikan kepadamu," balas ibu beranak tiga ini.


"Apa kamu tidak ingin memikirkannya kembali. Aku benar-benar mencintaimu dan ingin membahagiakan kamu bersama ketiga anakmu itu," ucap Dirga sungguh-sungguh. Cinta untuk Rinjani begitu tulus dalam lubuk hatinya yang terdalam.


"Tidak. Aku tidak punya niat menikah lagi. Rasa cintaku kepada Dewa begitu besar, sehingga tidak ada seorangpun yang bisa menggantikan dirinya," tukas Rinjani dengan tegas.


"Om, jangan jahat sama Ibu!" teriak Attar dengan nada cadel khas anak-anak. Bocah kecil yang melihat perubahan nada bicara dan ekspresi wajah pada ibunya.


Dirga hanya tersenyum tipis pada Attar. Dia tahu kalau anak kecil itu tidak tahu apa-apa tentang urusan orang dewasa.


"Attar, mau nggak Om ajak jalan-jalan ke tempat taman bermain. Kita ajak juga kakak Aqilah dan abang Azzam?" tanya Dirga dengan senyum lebarnya.


Attar menjadi bimbang. Dia ingin pergi bermain bersama kedua kakaknya ke taman bermain itu, tetapi tidak mau jika Dirga menyakiti ibunya.


***


Jawaban apa yang akan diberikan oleh Attar? Akankah anak kecil itu terpedaya oleh rayuan Dirga? Tunggu kelanjutannya, ya!

__ADS_1


Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya teman aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Cus meluncur ke novelnya. Masih anget, loh, novelnya.



__ADS_2