
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 52
"Ma … Pa, aku pulang!" salam Dirga berjalan melewati pintu.
Rinjani dan ketiga anaknya yang duduk memunggungi pintu, membalikan kepala mereka saat mendengar suara seseorang. Betapa terkejutnya mereka saat melihat Dirga yang berjalan ke arah mereka.
Azzam yang sedang memegang sendok sampai menjatuhkan benda itu dan menghasilkan bunyi yang nyaring. Ini menyadarkan mereka semua dari alam bawah sadarnya.
"Dirga," lirih Rinjani.
"Om Dirga," gumam Aqilah.
'Eh, itu laki-laki yang sering ke rumah.' (Attar)
'Laki-laki itu, apa keluarga Om Bagas?' (Azzam)
"Dirga, sini! Kenalkan ini Rinjani dan keluarganya. Orang yang mama ceritakan tadi," ucap Mama Adira sambil tersenyum dan minta putra bungsunya duduk di kursi yang kosong.
Baik Dirga maupun Rinjani sama-sama tidak menyangka akan bertemu saat ini. Perasaan yang sedang dirasakan dalam hati kedua orang itu berbeda. Dirga merasa sangat bahagia, sedangkan Rinjani merasa canggung.
__ADS_1
"Rinjani? Apa kamu tahu selama ini aku mencarimu? Aku bertanya ke setiap warga dan mereka tidak tahu kamu tinggal di mana sekarang," kata Dirga dengan tatapan haru sekaligus sedih.
Bagaskara merasa tidak suka mendengar ucapan adiknya ini. Laki-laki itu tidak tahu kalau Dirga juga menaruh hati kepada Rinjani. Sebab, yang dia tahu kalau adiknya ini meminta ganti rugi untuk mobil mewahnya yang rusak tersenggol bus yang dikemudikan oleh Dewa.
"Tunggu," kata Mama Adira terjeda, "Dirga, kamu kenal dengan Rinjani?"
"Iya. Dirga kenal baik. Ma, wanita inilah yang ingin aku kenalkan sama Papa dan Mama, dulu. Wanita yang aku cin—"
"Diam kau, Dirga!" potong Bagaskara dengan nyaring.
"Rinjani dari dulu adalah calon istriku. Kau tidak punya hak untuk menaruh perasaan kepadanya," lanjut Bagaskara tegas, baik melalui ucapan dan sorot matanya.
Papa Bima dan Mama Adira membulatkan matanya. Mereka tidak menyangka kalau kedua putra mereka sama-sama menaruh hati kepada janda kembang beranak tiga ini.
Sebagai orang tua, Papa Bima dan Mama Adira sangat senang kalau Bagaskara bisa menikah dengan Rinjani. Wanita yang sangat dicintai oleh Bagaskara, apalagi dulu mereka sempat akan dijodohkan. Namun, keduanya juga senang saat Dirga mengalami banyak perubahan positif dalam hidupnya, setelah menaruh hati pada wanita yang sering ditemui olehnya belakangan ini.
"Aku juga mencintai Rinjani sudah sejak lama sekali. Dia satu-satunya wanita yang ingin aku nikahi dan dijadikan istri serta ibu bagi anak-anak aku nanti," sahut Dirga tidak mau kalah.
Ketiga anak Rinjani tidak mau mempunyai ayah tiri seperti Dirga. Mereka lebih suka Bagaskara dibandingkan dengan dirinya.
"Tidak. Aku tidak mau Tuan menjadi ayah tiri kami!" tolak Azzam dengan tegas.
"Aku juga sama. Tidak mau Tuan menjadi suami ibu. Orang yang akan menjadi ayah kami sekaligus suami untuk ibu adalah Om Bagas!" lanjut Aqilah dengan tegas dan tatapan tajam.
__ADS_1
"Adik maunya Om Bagas yang menjadi ayah baru," timpal Attar juga.
Mendapat penolakan untuk yang kedua kali dari anak-anak Rinjani membuat Dirga lebih sakit hati. Dia merasa sudah berbaik untuk mereka. Namun, balasan yang dia dapat adalah penolakan kembali.
Mama Adira menatap nanar ke arah Dirga. Dia sangat menyayangkan akan perasaan putranya ini untuk Rinjani. Wanita paruh baya ini tidak menyangka kalau perempuan yang sering dibicarakan oleh putra bungsunya adalah Rinjani yang sama dengan calon istri Bagaskara.
"Dirga, Mama tidak menyangka kalau kamu juga menyukai Rinjani. Tetapi, mereka sudah dijodohkan sejak dulu," ucap Mama Adira.
Dirga merasa semua orang yang ada di sana tidak menyukai dirinya. Dia selama ini selalu berusaha menuruti kemauan orang tuanya. Namun, ketika dia menginginkan seorang wanita untuk menjadi pendamping hidup, tidak ada seorangpun yang memberikan dukungan kepadanya.
"Sudah kamu dengar sendiri kalau ketiga anak Rinjani menginginkan aku untuk menjadi ayah sambung mereka, bukan dirimu. Sebaiknya kamu hilangkan saja perasaan cintamu pada Rinjani," ucap Bagaskara.
***
Apakah Dirga akan menerima begitu saja? Apa yang akan dikatakan oleh Rinjani di depan semua orang? Tunggu kelanjutannya, ya!
Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Apalagi sudah tamat, bisa baca secara maraton.
Shine Andersson, pengusaha asal Amerika, yang tanpa sengaja tertabrak oleh seorang dokter anak yang bernama Amira. Dia mengalami patah tulang sehingga tidak bisa berjalan. Dia pun meminta Amira bertanggung jawab dengan menjadi asistennya selama dia lumpuh.
Suatu hari Amira melihat Shine sedang berbicara dengan seseorang sambil berdiri. Lalu, dia pun memukuli kepalanya dengan tas beberapa hari karena merasa sudah ditipu. Tanpa Amira tahu kalau dia adalah Sky, saudara kembar Shine. Selain itu, Shine dan Sky adalah kakak kandung dari Rain, laki-laki yang merupakan cinta pertamanya.
Hari-hari Amira sering direpotkan oleh si kembar yang terkenal jahil, punya kepercayaan diri yang sangat tinggi, dan yang paling membuatnya kesal adalah kedua laki-laki dewasa ini sangat overprotektif kepada mamanya.
__ADS_1
Akankah Shine mampu meluluhkan hati Amira?