
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 60
Bagaskara rasanya ingin menghajar habis-habisan adiknya. Namun, jika dia melakukan hal itu, Rinjani yang berada dalam sekapannya bisa ikut celaka. Mau tidak mau saat ini laki-laki itu harus membuat Dirga lengah dengan mengalihkan perhatian.
'Semoga Rinjani tidak memancing amarah Dirga.' (Bagaskara)
'Ya Allah, selamatkan aku! Lembutkan hati Dirga dan buka pikirannya. Kalau yang dia lakukan saat ini adalah salah.' (Rinjani)
"Bagaimana Rinjani? Kamu pilih mana?" tanya Dirga dengan berbisik di telinga kanan.
"Kalau kamu mencari kebahagiaan dalam hidup ini, maka bukan aku tempatnya. Meski aku dan kamu menikah, kebahagiaan itu tidak akan datang. Namun, jika kamu minta kepada Allah, maka kebahagiaan itu akan datang. Yakinlah kalau kamu bisa mendapatkan kebahagiaan dari orang-orang yang ada di sekitar kamu, bukan dari aku. Jika, kamu memaksa untuk menjadikan aku sebagai pasangan, maka kesengsaraan dan kepedihan yang akan menyelimuti kita. Senyum dan tawa kita akan hilang karena tidak ada rasa nyaman dan bahagia," jawab Ranjani.
Dirga terdiam sesaat untuk mendengarkan dan meresapi setiap ucapan wanita yang berada dalam dekapannya. Namun, menurut dia kebahagiaan itu bisa di dapat jika mereka bersama. Justru dengan adanya hubungan pernikahan bisa membuat mereka bahagia.
"Aku tetap akan menikahi kamu," ucap Dirga bersikukuh.
"Dilarang menikahi wanita yang sudah berada dalam pinangan laki-laki lain," ucap Paman Agung dengan penuh geram.
__ADS_1
"Apa yang kamu inginkan akan mama turuti, tetapi tidak dengan menikah dengan Rinjani," lanjut Mama Adira.
"Iya, Nak. Kamu jangan berbuat sesuatu yang bisa mencelakai Rinjani. Maka aku tidak akan mengampuni kamu," ujar Kakek Atmaja dengan tatapan menusuk.
"Dirga! Kau ini seorang laki-laki muda. Tidak sepantasnya berbuat seperti ini. Masih banyak wanita lain yang mau sama kamu di luaran sana. Bagaimana jika kamu berada di posisi Bagas? Apa kamu mau memberikan orang yang sangat berharga dalam hidupnya?" bentak Papa Bima.
"Terus saja kalian bela Kak Bagas. Kalian selalu saja berusaha menyingkirkan aku. Seakan aku tidak boleh melebihi Kak Bagas," tukas Dirga sambil berteriak dan itu membuat Rinjani memejamkan matanya. Wanita itu paling tidak suka kalau ada orang yang berteriak didekatnya.
Dirga sejak kecil selalu dibayang-bayangi oleh prestasi sang kakak. Meski pada akhirnya dia bisa melebihi prestasi Bagaskara dalam bidang akademik dan apa pun yang bisa dicapai olehnya. Jika Bagaskara bisa sampai level nasional, maka dia bisa mencapai level Asia atau internasional. Bila sang kakak bisa masuk ke perguruan nomor satu di negeri ini, maka Dirga akan masuk ke perguruan tinggi favorit di luar negeri.
Bukan oleh mama atau papanya Dirga dan Bagaskara sering dibanding-bandingkan, tetapi oleh saudara dan orang-orang yang mengenal mereka. Ini awal kenapa Dirga tidak mau kalah sama dengan sang kakak. Baru merasakan jatuh cinta yang sampai membuatnya seperti ini pun gara-gara wanita yang sama. Wanita yang menjadi angan untuk menjadi belahan jiwa, rekan hidup dalam mencari kebahagiaan bersama.
Papa Bima tahu kalau Kakek Atmaja selalu tidak main-main dengan omongannya. Sebagai orang tua tentu saja tidak ingin terjadi sesuatu kepadanya. Namun, dia juga geram dengan kelakuan putranya.
"Kamu pernah bilang ingin saham perusahaan di Australia dan Singapura. Akan papa kasih semua kepada kamu, sekarang lepaskan Rinjani," ucap Papa Bima.
"Jangan melucu, Pa. Tanpa aku minta sekarang pun, toh nanti itu akan menjadi milik aku juga," balas Dirga.
"Oke. Aku serahkan semua saham milik aku kepadamu, tapi kembalikan Rinjani kepadaku," tawar Bagaskara. Dia lebih baik kehilangan harta kekayaan dari pada harus kehilangan wanita yang dicintainya.
Dirga tahu berapa banyak kekayaan kakaknya. Baik itu pemberian kakek atau dari usahanya sendiri. Sejak muda Bagaskara sudah terjun ke dunia bisnis, maka kenalan dan relasi di dunia bisnis sudah sangat banyak. Tanpa diberi kekayaan dari orang tuanya, dia sudah termasuk pengusaha muda yang kaya raya.
__ADS_1
"Rinjani lebih berharga dari itu, Kak," ucap Dirga dengan tersenyum meremehkan.
Bagaskara tahu kalau Dirga tidak mau kalah dengannya. Adiknya ini punya gengsi dan harga diri yang tinggi.
"Ambil semua warisan bagian aku. Aku tidak keberatan jika tidak diberi sepersen pun kekayaan dari papa dan mama," lanjut Bagaskara
Dirga tertawa, dia merendahkan kakaknya. Seorang laki-laki miskin tanpa uang mau menikahi seorang wanita kaya raya, hal itu tidak akan terjadi. Dia ingin melihat apa Rinjani mau menerima kakaknya yang kini sudah jatuh miskin tanpa harta.
"Apa kamu senang membuat orang-orang kesusahan?" tanya Rinjani.
"Jika, kamu merasa masih kurang dengan harta itu, ambil saja harta milik aku juga," tambah Rinjani.
Dirga merasa tercubit hatinya oleh ucapan Rinjani.
***
Apakah Dirga akan melepaskan Rinjani? Akankah Rinjani masih mau menerima Bagaskara yang sudah jatuh miskin? Tunggu kelanjutannya, ya!
Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Apalagi sudah tamat, bisa baca secara maraton.
__ADS_1