
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 56
Acara lamaran berjalan lancar, semua orang merasa gembira melihat awal bersatunya dua keluarga. Keluarga Wijaya dan Atmaja yang merupakan dua keluarga yang sudah lama bersahabat.
"Selamat, ya. Akhirnya kalian meresmikan hubungan yang sempat tertunda dahulu," ucap salah seorang tamu undangan kepada Bagaskara.
"Terima kasih, mohon doa restunya agar kita bisa melangsungkan pernikahan kita dengan lancar," balas Bagaskara.
"Sepertinya banyak wanita yang patah hati hari ini," kata teman Bagaskara sambil tersenyum jahil.
"Kamu bisa saja. Semoga mereka segera menemukan jodohnya masing-masing," balas Bagaskara.
Sebagai pengusaha muda yang banyak mendapatkan prestasi dan sering mengadakan seminar untuk calon para pengusaha muda, Bagaskara banyak di kenal oleh anak-anak muda dan mahasiswa. Banyak perempuan yang sering menyatakan cinta kepadanya, tetapi laki-laki itu selalu menolaknya. Dia merasa kalau hatinya tidak bisa berpaling dari cinta pertamanya, meski wanita itu sudah menikah dengan orang lain.
Hati kecil Bagaskara sejak dulu, merasa kalau Rinjani adalah belahan jiwa dan cintanya. Makanya, dia masih memilih sendirian tidak menjalin hubungan dengan wanita mana pun.
"Kapan kalian akan menikah?" tanya salah satu teman baik saat Bagaskara masih kuliah. Laki-laki yang sengaja datang ke acara itu.
"Sakti, senang bisa bertemu dengan kamu. Kita akan menikah sekitar 6 bulanan paling cepat dan paling lama sekitar 1 tahun. Itu yang kami rencanakan. Semoga saja semua bisa berjalan dengan lancar," jawab Bagaskara.
"Jadi, calon istri kamu adalah Rinjani yang dulu kabur itu?" bisik Sakti.
"Iya, kini dia sudah kembali. Sulit sekali membujuk dia agar mau kembali ke sini," balas laki-laki berbadan proposional.
"Jaga dia baik-baik. Kamu tahu sendiri, kalau banyak wanita yang dulu selalu mengejar-ngejar kamu. Jangan sampai calon istri kamu menjadi pelampiasan kemarahan mereka," ucap Sakti.
"Aku akan melindungi dia sekuat tenagaku," lanjut Bagaskara dengan sungguh-sungguh.
Halaman depan kediaman Atmaja yang kini sudah didekorasi dengan sangat cantik, membuat para tamu undangan terkagum-kagum dan merasa nyaman di sana. Tamu undangan yang datang ke banyakan teman Rinjani dan rekan bisnis Kakek Atmaja dan Papa Bima. Hanya sedikit teman Bagaskara yang diundang. Itu atas permintaan sang calon mempelai.
__ADS_1
Rinjani banyak mengundang teman sekantor dan rekan bisnisnya. Dia juga mendapatkan banyak doa dari orang-orang yang datang ke acaranya.
"Ini anak kamu?" tanya salah seorang teman Rinjani yang baru bertemu kembali setelah 10 tahun mereka berpisah.
"Benar, dia anak bungsu aku. Namanya Attar," jawab Rinjani.
"Anak-anak kamu cantik dan tampan. Pasti bapaknya tampan, ya?" bisiknya.
"Tentu saja. Kalau kamu ingin tahu wajahnya seperti apa, lihat anak bujang aku itu," kata Rinjani sambil menunjuk ke Azzam.
"Oh, pantas saja kamu rela kabur dulu," timpal teman Rinjani yang lain.
"Tapi, Bagaskara juga tidak kalah tampan, kok!" ujar teman lainnya lagi.
"Aku ikut bahagia dengan terjalinnya hubungan kamu dan Bagaskara. Apa kamu tahu, sejak kepergian kamu dulu, Bagaskara berubah. Dia jadi lebih dingin dan ketus jika ada wanita di dekatnya," kata teman Rinjani tadi.
Rinjani sudah sering mendengar kabar tentang Bagaskara dari teman-teman kantor atau orang yang kenal baik kepadanya dan juga Bagaskara. Rata-rata mereka bilang, kalau laki-laki itu berubah yang biasanya pembawaan santai dan ramah, menjadi agak tertutup dan jarang tersenyum. Lalu, baru-baru ini dia kembali ke diri Bagaskara yang ramah dan santai.
"Pantas saja selama dua tahun belakangan ini dia kembali penuh semangat dan suka menebar senyum. Biasanya dia kalau ditanya akan menjawab dua atau tiga kata saja," timpal rekan kerja Rinjani.
Papa Bima dan Mama Adira merasa senang semua acara lamaran itu berjalan lancar walau ada yang banyak bertanya tentang ketidak hadiran Dirga di acara penting ini. Mereka beralasan kalau Dirga sedang melakukan pertemuan penting di Amerika dan tidak bisa dia lewatkan.
Kakek Atmaja merasa tenang karena bisa menitipkan Rinjani dan ketiga anaknya kepada Bagaskara. Dia yakin kalau laki-laki itu bisa menjaga dan melindungi keluarganya. Setidaknya sebelum dia mati ingin melihat cucu dan buyutnya hidup bahagia dan serba berkecukupan.
"Rinjani!" panggil seorang laki-laki berusia 60 tahun-an.
"Paman Agung!" Rinjani berlari ke arah laki-laki itu dan langsung memeluknya.
"Akhirnya Paman bisa datang juga ke sini," ucap Rinjani dengan mata yang berkaca-kaca. Betapa rindunya dia pada adik papanya.
"Apa kabar Rinjani?" tanya laki-laki itu sambil mengusap pipinya.
"Alhamdulillah, baik Paman," jawab Rinjani dengan disertai senyum manisnya.
__ADS_1
"Syukurlah kalau memang kamu dalam keadaan baik-baik saja," lanjut laki-laki yang kini ikut menenteskan air mata di netranya.
Rinjani pun membawa sang paman ke hadapan Kakek Atmaja yang sudah lama tidak ditumuinya. Kedua laki-laki berbeda generasi itu kini berdiri diam mematung. Mereka saling pandang dalam kerinduan. Tidak ada seorang pun di salah seorang itu yang berinisiatif maju duluuan.
Gemas melihat itu, Rinjani menyuruh Aqilah dan Azzam untuk menuntun keduanya agar saling mendekat.
Aqilah menuntun Kakek Atmaja dan Azzam menarik tangan Paman Agung.
"Papa," panggil Paman Agung dengan lirih.
"Dasar bocah nakal! Untuk apa kamu kembali?" kata Kakek Atmaja dengan tatapan sarat akan kerinduan kepada putranya itu.
"Untuk memberi selamat pada putri kakakku yang kini telah tiada di sisiku," balas laki-laki yang sebentar lagi beranjak tua.
Aqilah dan Azzam menyatukan tangan keduanya. Paman Agung pun mencium tangan keriput milik Kakek Atmaja. Tangisan keduanya pecah dan saling berpelukan. Ayah dan anak ini sedang melepaskan rasa rindu yang terpendam.
***
Sementara itu, Dirga yang sedang berada di Amerika sedang melangkah terburu-buru ke arah bandara. Baru saja dia mau menerima pesan dari temannya kalau hari ini Bagaskara sedang melangsungkan lamaran kepada Rinjani.
'Kalian bisa-bisanya mengelabui aku!' (Dirga)
***
Apa yang akan dikatakan oleh Orang tua Dirga kepada putra bungsunya? Apa yang akan dilakukan oleh laki-laki itu kepada Rinjani dan keluarganya? Tunggu kelanjutannya, ya!
Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Cus kepoin novelnya. Jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian. Yuk, merapat yang suka cerita Action Romantis.
CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku
Shine dan Amira yang mengharapkan kehadiran buah hati mereka. Masih dalam bayang-bayang musuh yang mengintai sang ahli waris. Mereka mengira kalau musuh sudah dibereskan semuanya. Namun, ternyata itu salah.
Bagaimana cara Shine melindungi Amira dan buah hati yang sekarang menjadi target baru incaran para musuh mereka?
__ADS_1
Apakah semua akan selamat? Atau akan ada yang jadi korban?