Innallaha Ma'Ana (Sesungguhnya Allah Bersama Kita)

Innallaha Ma'Ana (Sesungguhnya Allah Bersama Kita)
Bab 68. Aku Mencintaimu


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 72


Setelah semalam gagal melakukan malam pertama yang romantis bersama sang istri. Bagaskara hari ini akan mengajak Rinjani jalan-jalan berdua saja. Namun, lagi-lagi ketiga anak itu sudah tersenyum malu-malu dengan tatapan mata memohon untuk di ajak. Jadinya, mau tidak mau dia mengizinkan mereka untuk ikut. Acara pergi kencan berdua berubah menjadi liburan sekeluarga seperti biasa yang sering mereka lakukan di hari Minggu. 


Rinjani senang karena Bagaskara mengizinkan ketiga anaknya ikut menghabiskan waktu bersama mereka. Seharian itu mereka pergi berkeliling kota mengunjungi berbagai tempat. 


Saat malam hari Bagaskara mengira mereka akan menghabiskan malam kali ini dengan malam yang romantis dan penuh gairah. Ternyata, Attar sakit perut karena siang hari banyak makan pedas. Jadinya, bocah itu tidur bersama ibu dan papanya. Malam kedua dengan status sebagai suami-istri dihabiskan dengan menjaga si bungsu.


Malam ketiga ….


"Sayang, malam ini hari ketiga, tapi kita belum pernah tidur bersama," kata Bagaskara dengan tatapan memelas.


Rinjani merasa kasihan kepada suaminya. Ketiga anaknya sejak mereka membuka mata sampai memejamkan mata kembali, mereka terus saja menempel kepadanya. Untuk menghibur hati suaminya, maka Rinjani pun menarik kepala Bagaskara dan meletakan di pangkuannya. Dielus kepala laki-laki itu dengan pelan dan penuh perasaan.

__ADS_1


"Maafkan anak-anak, ya. Mereka sangat senang karena kamu sekarang sudah jadi papa mereka. Makanya, mereka menempel terus," kata Rinjani.


Dulu saat Dewa masih hidup, keluarga mereka sering tidur bersama di kamar utama. Biasanya Dewa akan menceritakan kisah-kisah orang terdahulu. Anak-anaknya sangat menyukai itu.


Meski saat tidur bersama dengan Bagaskara, mereka malah membicarakan kejadian yang mereka alami seharian itu. Untungnya Bagaskara orangnya sabar dan mau mendengarkan ocehan ketiga orang anaknya.


"Tidak apa-apa. Bagaimanapun juga sekarang mereka juga anak-anak aku," balas Bagaskara sambil memandangi wajah istrinya.


"Terima kasih," ucap Rinjani tersenyum bahagia.


Bagaskara yang merasa sudah tidak sabar lagi, langsung menarik tengkuk Rinjani dan mencium bibirnya dengan lembut. Ciuman pertama mereka setelah sah menjadi pasangan suami istri.


"Terima kasih. Sepertinya perasaan itu juga sudah hadir di dalam hatiku," balas Rinjani dengan malu-malu. Bahkan pipinya terlihat jelas sangat merona.


Laki-laki itu bangun dan menarik sang istri ke dalam pelukannya. Betapa bahagianya dia sampai jantung dia berdebar kencang dan Rinjani bisa merasakan detak jantungnya itu.


"Malam ini aku ingin memiliki dirimu seutuhnya," bisik Bagaskara dengan sinar mata yang berbinar.

__ADS_1


Rinjani menganggukkan kepala saking malunya. Bagaskara pun langsung memberikan ciuman manis dan mendapat balasan dari Rinjani.


"Sebaiknya kita mulai dengan sholat sunah dua rakaat dulu, yuk!" ajak Rinjani dan Bagaskara langsung menggendong wanita itu dan membawanya untuk mengambil air wudhu.


Setelah sholat sunat kedua sejoli yang sedang dilanda asmara menghabiskan malam pertama kali sebagai pasangan suami istri, tanpa adanya gangguan dari siapapun. Mereka benar-benar merasakan kebahagiaan sempurna dalam mengarungi surga dunia.


(Proses bercinta dari awal sampai akhir sudah aku beri tahu di novel Dzikir Cinta sang Pendosa. Jika, ingin tahu baca saja novel itu 😉)


"Terima kasih, Sayang." Bagaskara merasa sangat bahagia. Terlihat pancaran kepuasan dari sorot mata dan senyumannya.


Keluarga Rinjani dan Bagaskara menjalani hari-harinya dengan penuh kebahagiaan. Cinta, kasih, dan sayang selalu mereka rasakan setiap hari.


Tidak ada manusia yang sempurna. Setiap orang pasti punya kelebihan dan kekurangan. Akan tetapi hidup akan terasa sempurna, jika kita menjalani bersama orang yang berharga.


***


Terima kasih sudah membaca karya aku. Mohon maaf atas segala kekurangan atas karya ini. Semoga kalian bisa mendapatkan suatu nilai kebaikan dari novel ini.

__ADS_1


Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Apalagi sudah tamat, bisa baca secara maraton. Atau kalian bisa dengar melalui audio 😍. Yuk, meluncur ke novelnya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian.



__ADS_2