
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 54
Perasaan Bagaskara saat ini sangat bahagia sekali, meski dia belum bisa membuat Rinjani jatuh cinta kepadanya, tetapi dia sudah memberikan jawaban atas ajakan pinangan yang dia utarakan kemarin. Bahkan waktu yang diminta satu bulan hanya jadi beberapa hari saja.
Dia baru tahu kalau ketiga anaknya yang meminta Rinjani untuk menerima pinangan ini. Apalagi Attar yang selalu merengek meminta Bagaskara untuk menjadi ayah sambungnya.
Bahkan angin malam yang dingin pun terasa sejuk dan nyaman di kulitnya. Senyum kebahagiaan pun terus terukir di wajahnya.
'Sekarang aku tinggal memperbaiki diri agar bisa menjadi ayah yang diharapkan oleh anak-anak dan menjadi suami yang diinginkan oleh Rinjani. Ayo, Bagas! Kamu pasti bisa!' seru Bagas dalam hatinya dengan penuh semangat.
"Apa kamu akan menginap di sini lagi?" tiba-tiba saja terdengar suara Kakek Atmaja.
Laki-laki tua itu kini sedang berdiri di dekat pintu. Wajahnya yang tenang, tetapi sorot matanya tajam. Seakan ingin memakan Bagaskara saat ini juga.
Rinjani dan Bagaskara yang berdiri di sana pun langsung mendekati Kakek Atmaja.
"Tidak, Kek. Aku juga mau pulang sekarang ini," jawab Bagaskara dengan berat hati.
"Kakek kenapa belum tidur?" tanya Rinjani sambil menuntun ke arah lift.
Bagaskara hanya mengekor mereka sampai depan lift karena harus berpamitan pulang. Walau dalam hatinya dia berharap kakeknya Rinjani itu menahan dia agar tetap tinggal. Namun, itu hanya keinginannya saja. Sampai pintu lift tertutup, Kakek Atmaja tidak bicara sepatah kata pun.
***
Beberapa hari pun berlalu, hampir setiap pagi rumah Rinjani sering kedatangan tamu. Siapa lagi kalau bukan Bagaskara. Dia akan mampir untuk makan bersama dan mengantar anak-anak Rinjani sekolah.
"Om Bagas, besok hari Minggu kita main lagi ke Aquarium Sea World, yuk!" ajak Attar dan disetujui oleh Azzam.
"Dulu juga seru sekali saat main ke sana," lanjut bocah berusia 3 tahun lebih itu yang kini sedang menikmati sarapan paginya.
Bagaskara teringat kembali kejadian yang sudah berlalu lebih dari satu bulan itu. Saat mereka mendatangi Aquarium raksasa itu bersama Rinjani dan anak-anaknya.
__ADS_1
Betapa bahagianya mereka saat itu. Terutama dirinya yang dua kali bisa memeluk tubuh Rinjani tanpa sengaja. Pertama saat wanita itu terkejut karena muncul ikan hiu di depan saat tangannya menyentuh dinding kaca. Seperti gerakan refleks, Rinjani langsung berbalik dan memeluk tubuh Bagaskara yang berdiri di belakangnya.
Jangan tanya seperti apa perasaan Bagaskara saat itu. Betapa senangnya laki-laki ini saat itu. Dunia serasa terlihat indah meski saat itu dia melihat ikan hiu dan ikan pari hantu.
Berbeda dengan yang dirasakan oleh Rinjani. Jantung dia seakan melompat ke luar saat sadar memeluk erat tubuh laki-laki itu. Namun, ada rasa nyaman dan terlindungi saat merasakan kehangatan tubuh dan tangan yang menyentuh punggung dan kepalanya.
"Jadi, kita liburan hari Minggu nanti main lagi ke Sea World?" tanya Bagaskara sambil melirik ke arah Rinjani yang mukanya berubah merah padam saking malunya dia.
"Iya!" seru ketiga anak Rinjani menjawab dengan penuh semangat.
Bagaskara setiap hari libur selalu mengajak anak-anak Rinjani liburan, mau bersama Rinjani atau pun tidak. Wanita itu akan ikut jika dipaksa oleh anak-anak dan punya waktu senggang.
"Ibu besok harus ikut pokoknya!" titah Aqilah yang paling semangat mendekatkan Rinjani dengan Bagaskara. Gadis remaja itu sudah mulai mengerti akan yang namanya hubungan laki-laki dan perempuan.
"Iya, ibu liburan kali ini harus ikut, ya!" pinta Attar dengan tatapan memohon.
"Apa ibu masih sibuk mengurus untuk acara lamaran dari Om Bagas untuk minggu depan?" tanya Azzam.
Keluarga Bagaskara akan melakukan lamaran secara resmi kepada Rinjani. Acara itu sekalian untuk mengenalkan anak-anak Rinjani kepada kenalan dan rekan bisnis Kakek Atmaja.
Sebenarnya sebulan lagi genap 2 tahun Dewa meninggal dunia. Dia ingin mengadakan pengajian di desa. Jadi, dia harus mempersiapkan segalanya. Dia hanya punya waktu saat libur kerja. Sebab, sehari-hari dia disibukan mengurus perusahaan, Kakek Atmaja, dan ketiga anaknya.
"Kali ini saja, nanti aku akan bantu kamu," ucap Bagaskara.
Rinjani senang mendengar ucapan laki-laki itu. Dia tahu itu merupakan bentuk perhatian darinya.
Setelah kejadian makan malam beberapa bulan yang lalu, untuk menghargai perasaan Dirga agar tidak semakin terluka, Rinjani tidak pernah mengunjungi rumah keluarga Bagaskara. Sebaliknya, mereka yang sering mengunjungi rumah Kakek Atmaja atau janjian di suatu tempat.
Kedua orang tua Bagaskara juga sangat sayang kepada anak-anak Rinjani, begitu juga sebaliknya. Kadang mereka jalan-jalan bersama tanpa menyertakan Rinjani dan Bagaskara.
***
Hari ini adalah jadwal mereka bermain ke aquarium Sea World. Attar paling suka mengunjungi tempat ini, karena bisa melihat banyak ikan. Azzam yang lebih tertarik datang ke sini karena bisa melihat ikan laut yang jarang dilihat olehnya. Apalagi hari ini diperkirakan akan ada ikan lumba-lumba yang melahirkan bayinya. Kejadian yang benar-benar langka terjadi. Kalau Aqilah suka datang ke tempat ini, menurutnya tempat ini terasa romantis dan berasa di dunia dongeng, karena saat masuk ke dalam aquarium raksasa itu di merasa sedang berada di tengah dalam lautan yang dikelilingi oleh ribuan ikan.
Pengunjung hari ini sangat banyak karena kebanyakan orang juga ingin melihat saat bayi lumba-lumba akan melahirkan. Meski belum bisa dipastikan karena baru perkiraan saja.
__ADS_1
"Kalian harus berpegangan tangan agar tidak terlepas," ucap Bagaskara yang sebelah tangan menggandeng tangan Azzam dan sebelahnya lagi memangku Attar.
"Kakak pegang tangan ibu dengan erat dan jangan dilepaskan," kata Rinjani yang kini memegang anak gadisnya.
Sesuai perkiraan ada lumba-lumba yang melahirkan, banyak para pengunjung yang mengabadikan momen itu. Azzam juga memvideokan kejadian itu dan itu membuat dia merasa senang.
Saat itu ada seseorang yang menabrak tubuh Rinjani sampai dia hampir terjatuh. Untungnya dia menahan dengan berpegangan pada lengan Bagaskara.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya Bagaskara khawatir sambil menunduk menatap ke arah Rinjani.
"Iya. Aku—"
Tubuh Rinjani lagi-lagi terdorong oleh pengunjung. Hal ini mengakibatkan dirinya terdorong ke arah Bagaskara.
CUP
Bagaskara tanpa sengaja mencium kening wanita yang mendekati ke arahnya. Tentu saja ini membuat jantung keduanya berdebar-debar. Perasaan lelaki itu bahagia sekali sedangkan Rinjani sebaliknya. Dia merasa sangat malu sekali.
'Astaghfirullahal'adzim. Ya Allah ampuni aku.' (Rinjani)
'Astaghfirullahal'adzim. Ya Allah jangan jadikan dosa kejadian barusan. Karena tidak sengaja.' (Bagaskara)
"Om Bagas mencium Ibu?" Attar yang berada di gendongan Bagaskara sempat melihat kejadian barusan.
Muka keduanya langsung memerah saking malunya. Sebab, sudah kepergok oleh bocah kecil.
***
Apakah acara lamaran mereka akan berjalan lancar? Atau akan gagal? Tunggu kelanjutannya, ya!
Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya teman aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Cus kepoin novelnya. Jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian.
__ADS_1