
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 31
Rinjani dan anak-anaknya melanjutkan lagi perjalanan mereka ke rumah Kakek Atmaja. Dia masih merasakan deg-degan setiap kali melihat ke arah Azzam.
'Ya Allah, lembutkanlah hati kakek. Semoga dia mau menerima putraku. Hilangkan rasa benci dalam dirinya, tumbukan rasa kasih dan sayang kakek untuk anak-anak aku dan Mas Dewa.'
Dalam hati Rinjani tidak berhenti berdoa untuk kebaikan semua orang. Sudah 10 tahun lebih bahkan mendekati 11 tahun, dia dan kakeknya tidak bertatapan secara langsung. Ada rasa rindu yang menumpuk dalam hatinya untuk laki-laki tua itu.
Sudah satu jam berlalu sejak Rinjani meninggalkan warung makan tadi, kini rumah Kakek Atmaja sudah terlihat. Banyak yang berubah di komplek perumahan mewah itu. Bangunan-bangunan semakin megah dan banyak cctv yang terpasang di setiap sudut rumah tetangganya. Rinjani dulu mengenal satu persatu pemilik rumah di sana. Bahkan sebagian para pekerjanya. Namun, kini dia ragu mau bertanya mengenai mereka kepada Pak Kus.
Mobil yang membawa keluarga Rinjani berhenti di sebuah pintu gerbang yang tinggi. Wanita itu melihat rumah kakeknya masih sama seperti dahulu. Bahkan warna catnya juga tidak diganti.
Seorang laki-laki muda berseragam satpam membuka pintu gerbang. Rinjani tidak mengenalnya, dia menduga kalau orang itu adalah pegawai yang bekerja setelah di pergi dari rumah.
"Bu, ini rumah kakek buyut?" tanya Aqilah sambil melihat ke luar kaca jendela mobil.
__ADS_1
"Iya," jawab Rinjani.
"Wah, besar sekali rumahnya," ucap Azzam yang sama-sama melihat ke arah luar kaca jendela mobil.
Taman yang tertata rapi dan ada kolam air mancur. Pohon-pohon tinggi yang berjajar rapi.
"Bu, di kolam itu pasti banyak ikannya, ya?" tanya Attar sambil menunjuk ke arah kolam air mancur.
"Iya, ada. Nanti Adik bisa melihat ikan yang ada di sana," jawab Rinjani.
"Kak Azzam, kita nanti tangkap ikan di sana!" ajak Attar dengan riang.
Rinjani menahan tawanya, karena setahu dia kolam itu berisi ikan hias, seperti ikan koi. Dia sewaktu kecil juga senang menangkap ikan di sana dan meminta koki untuk memasakkan untuknya.
Tangis kerinduan mereka berdua pun pecah. Wanita itu menangis dalam pelukan sang kakek.
"Aku rindu kakek," lirih Rinjani dengan diiringi isak tangis.
"Kakek juga rindu sekali kepada kamu," balas Kakek Atmaja sambil mengusap punggung Rinjani seperti yang biasa dia lakukan dulu kepada cucunya ini.
__ADS_1
Ketiga anak kecil itupun sudah turun dari mobil dan berdiri terdiam di belakang ibu mereka. Kakek Atmaja yang melihat itu, langsung menguraikan pelukan dari cucunya, kini perhatiannya mengarah kepada ketiga anak Rinjani.
***
Sementara itu, Bagaskara yang sedang bersantai di rumahnya sambil memainkan handphone miliknya, dikejutkan oleh suara mamanya yang tiba-tiba saja membuka pintu kamar. Wanita tua itu terlihat ngos-ngosan napasnya.
"Mama ada apa?" tanya Bagaskara begitu mengalihkan pandangannya ke arah pintu.
"Kamu tahu tidak tadi mama bertemu dengan siapa?" tanya Mama Adira balik.
Laki-laki itu mencoba menerka siapa orang yang sudah bertemu dengan ibunya ini. Namun, tidak ada gambaran orang yang sudah membuat wanita yang sudah mengandung dirinya ini menjadi terburu-buru seperti ini.
"Aku tidak tahu, Ma," jawab Bagaskara.
"Rinjani! Mama bertemu dengan wanita itu bersama ketiga anaknya," lanjut Mama Adira.
"Apa? Di mana Mama bertemu dengan mereka?" tanya Bagaskara dengan tidak sabar.
"Tadi, di warung makan di pinggir jalan. Dan apa kamu tahu kalau Dewa, suaminya Rinjani itu sudah meninggal," kata Mama Adira memberi tahu hal yang penting kepada putranya. Wanita itu tidak tahu kalau selama ini Bagaskara sudah berhasil menemukan sang pujaan hatinya, bahkan beberapa kali mereka bertemu dan berbincang-bincang.
__ADS_1
***
Bagaimana reaksi Mama Adira saat tahu kalau Bagaskara sudah sering bertemu dengan Rinjani? Bagaimana reaksi Kakek Atmaja saat berhadapan dengan Azzam? Tunggu kelanjutannya, ya!