Innallaha Ma'Ana (Sesungguhnya Allah Bersama Kita)

Innallaha Ma'Ana (Sesungguhnya Allah Bersama Kita)
Bab 67. Hari Pernikahan


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 67


Enam bulan kemudian ….


Hari ini adalah hari di mana Rinjani dan Bagaskara akan melangsungkan pernikahan mereka. Perempuan itu merasa gugup. Meski ini adalah pernikahan untuk kedua kali baginya.


"Ibu, cantik sekali!" Ketiga anak Rinjani memuji ibu mereka.


Calon pengantin perempuan itu menggunakan gamis putih dengan hijab yang senada. Riasan make up yang tidak terlalu berlebihan, tetapi membuat wajah Rinjani jadi terlihat berbeda.


"Om Bagas pasti semakin cinta sama Ibu," kata Aqilah menggoda ibunya dan diikuti oleh kedua adiknya.


Rinjani hanya tersenyum simpul dan memperjelas rona di wajah. Saking malunya, dia pun mencubit pipi ketiga anak itu.


"Ibu, sekarang suka mencubit pipi, biasanya selalu mencium pipi," gerutu Attar.


"Sini, Ibu cium!" Rinjani menarik tubuh Attar lalu mencium pipi chubby putra bungsunya.


Tawa canda menghiasi kamar Rinjani. Keempat orang itu selalu berbagi perasaan bersama. Ketika Ibu mereka tertawa, maka ketiga anaknya pun akan ikut tertawa. Jika sang ibu bersedih, maka ketiga anaknya juga akan ikut bersedih.


Keluarga Rinjani berkumpul semua, keluarga Paman Agung yang dari Australia pun datang semua. Sekarang hubungan mereka dengan Kakek Atmaja sudah terjalin dengan baik.


Akad nikah akan dilakukan di rumah mempelai wanita. Sementara itu, resepsi pernikahan akan dilakukan di hotel berbintang lima. 


Bagaskara dan keluarganya datang 30 menit sebelum acara akan di mulai. Kakek Atmaja dan Paman Agung datang menyambut kedatangan mereka. 


Kali ini pun Paman Agung menjadi wali nikah Rinjani. Akad dilakukan tepat jam 08:00 pagi.


"Bismillahirrahmanirrahim, dengan memohon Rahmat dan berkat Allah Subhanahu Wa Ta'ala, saudara Bagaskara Putra Wijaya bin Bima Yoga Wijaya, saya nikahkan dan saya kawinkan Anda dengan keponakan saya Rinjani Mahira Atmaja binti Akbar Eka Atmaja dengan mas kawin satu villa beserta isinya dibayar tunai.”


"Saya terima nikah dan kawinnya Rinjani Mahira Atmaja untuk saya dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."


"Sah!"


"Sah."

__ADS_1


"Alhamdulillah,"


 “Baarakallahu laka wa baarakaa alaika wa jamaa bainakumaa fii khoir.” (Artinya: mudah-mudahan Allah memberkahimu, baik dalam suka maupun duka dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan)


Rinjani yang berada di kamarnya merasa deg-degan. Begitu mendengar kata "sah", hatinya merasa plong. Senyum tipis pun terukir di wajahnya yang merona.


"Yey, akhirnya aku punya papa!" seru Attar sambil lompat-lompat.


"Adik senang, ya, sekarang sudah punya papa," ucap Aqilah dengan senyum lebar.


"Iya, kalau begini kita bisa tinggal bersama. Selama ini Papa Bagas selalu tinggal terpisah dengan kita.


Datang seorang wanita berwajah bule, dia adalah istri Paman Agung. Nama perempuan itu adalah Gabby.


"Rinjani, ayo, turun!" ajak Gabby wanita paruh baya berdandan cantik pakai baju kebaya.


"Iya, Aunty." Rinjani pun berjalan keluar dari kamarnya di apit oleh Aqilah dan Azzam. Sementara itu, Attar digandeng oleh Gabby.


Rinjani yang berdandan begitu cantik membuat Bagaskara tidak bisa memalingkan wajahnya dari wanita yang baru saja telah sah menjadi istri dia. Dengan langkah perlahan perempuan itu berjalan ke arah suami barunya. Kini keduanya berdiri berhadapan.


Bagaskara memasangkan cincin nikahnya di jari manis Rinjani, kemudian membalas dengan mencium tangan laki-laki itu sebagai bukti penghormatan padanya. Dilanjutkan oleh Bagaskara dengan berdoa dan meniupkan ke ubun-ubun ibu tiga anak itu.


"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu kebaikan atas dirinya dan apa yang telah Engkau ciptakan dalam wataknya. Dan aku mohon perlindungan kepadaMu dari kejelekan atas dirinya dan apa yang telah Engkau ciptakan dalam wataknya."


Setelah selesai menandatangani semua dokumen pernikahan mereka. Keluarga mereka memberi selamat dan mendoakan kebaikan bagi rumah tangga baru bagi Bagaskara dan Rinjani. Sekarang Rinjani telah sah menjadi istri dari Bagaskara.


"Kamu sangat cantik sekali, istriku," bisik Bagaskara di telinga wanita itu dan membuat tubuhnya bergetar dan meremang.


Saat ini Rinjani sedang bersama Bagaskara sedang berada di kamar hotel. Mereka sedang mengganti pakaian untuk resepsi pernikahan. Meski sudah sah sebagai suami istri, Bagaskara belum sekali pun mencium bibir ranum nan menggoda milik  Rinjani yang sejak tadi jadi objek penglihatannya. Hal ini karena ketiga anak Rinjani terus saja menempel kepada mereka berdua.


"Ibu mau berganti pakaian dan kalian juga harus bersiap-siap," ucap Rinjani dan mau tidak mau membuat ketiga anaknya keluar kamar.


'Yes, akhirnya bisa berduaan dengan Rinjani!' (Bagaskara)


Setelah menutup pintu dan menguncinya, Bagaskara pun berjalan cepat ke arah Rinjani. Belum juga tangan dia menyentuh tubuh sang istri, pintu kamar hotel sudah diketuk kembali oleh seseorang.


Bagaskara mengabaikan suara ketukan itu. Namun, saat Rinjani mengalihkan perhatian ke pintu, mau tidak mau Bagaskara pun kembali untuk membukanya.


Dilihatnya sang adik sedang menyeringai lebar kepadanya. Bagaskara rasanya ingin menonjok wajah tengil itu.

__ADS_1


"Katanya tidak akan datang," ucap Bagaskara dengan nada kesal karena Dirga sudah mengganggu. 


"Aku mau menyumpahi kamu, Kak. Jadi, mau tidak mau harus datang," balasnya masih dengan seringai lebar.


"Aku kasih waktu sepuluh detik," ujar Bagaskara.


"Semoga kalian bahagia!" kata Dirga dan itu membuat Bagaskara tersenyum lalu memeluk tubuh Dirga.


"Semoga kamu juga segera menemukan belahan jiwamu," balas sang kakak mendoakan adiknya.


Rinjani yang berdiri tidak jauh dari mereka pun tersenyum tipis.


'Aku tahu kalau kamu itu orang yang baik dan bisa memaafkan orang yang menyakitimu. Aku bersyukur kamu menjadi suamiku, Bagas.' (Rinjani)


Acara resepsi pernikahan berlangsung lancar dan meriah. Para tamu undangan juga banyak yang datang dan terkagum-kagum oleh dekorasi yang di rancang sendiri oleh Rinjani dengan bantuan temannya yang kebetulan pemilik Wedding Organizer Esa. Seorang teman semenjak duduk di bangku sekolah dasar yang saat SMA keduanya berjanji akan membuat acara pernikahan yang tidak akan pernah dilupakan oleh para tamu undangan, karena keindahan dekorasi dan jalannya acara.


Acara berlangsung sampai hampir tengah malam. Rinjani yang kelelahan menginginkan langsung tidur. Namun, Bagaskara meminta waktu 30 menit untuk berbincang-bincang dulu sebentar.


"Apa yang ingin kamu katakan?" tanya Rinjani dengan mata yang sayu karena ngantuk.


"Bo-leh-kah a-ku me—" perkataan Bagaskara terpotong.


"Ibu! Ibu!" teriak Attar sambil menekan bel kamar.


'Astaghfirullahal'adzim. Kenapa banyak sekali gangguan di malam pertama aku!' (Bagaskara hanya bisa berteriak di dalam hatinya)


Rinjani membukakan pintu dan terlihat ada ketiga anaknya sedang berdiri di depan pintu. Senyum lebar mereka membuat rasa lelah Rinjani seakan hilang.


"Boleh kita tidur bersama di sini?" tanya Attar.


'Apa? Tidak!' (Bagaskara berteriak sekeras mungkin di dalam pikirannya)


***


Akhirnya, mereka sah juga sebagai suami istri 🥰. Karena, mereka sudah bahagia jadi, selesai sudah cerita Rinjani dan Bagaskara. Aku ucapkan terima kasih untuk teman-teman semua yang selalu mendukung karya-karya aku. Maaf jika ada salah kata atau tulisan. Ambilah nilai kebaikan di dalam novel ini dan abaikan sesuatu yang buruknya. Untuk extra part, aku tidak bisa janji, karena aku sedang ada acara pernikahan sepupu yang pastinya akan memakan waktu yang banyak.


Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Cus kepoin novelnya. Karena ini sudah tamat bisa baca maraton. Jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian. Yuk, merapat yang suka cerita Romantis dan nyesek di dada.


__ADS_1


Spill judul novel baru Insha Allah untuk tahun depan. Jika kondisi tubuh aku sehat 🥺.



__ADS_2