
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 41
Keesokan harinya Rinjani membuat menu makanan kesukaan Bagaskara dan Kakek Atmaja. Untungnya ketiga anak dia tidak pernah rewel soal makanan.
Ayam bakar dengan sambal kemangi, perkedel kentang, pepes ikan, sayur oyong, dan telur dadar kini sudah tersedia di meja makan. Semua orang kini sudah siap duduk di kursinya masing-masing untuk menyantap hidangan yang disediakan oleh Rinjani.
Ternyata semalam Bagaskara ikut menginap di rumah Kakek Atmaja. Laki-laki Itu diminta untuk tidur di sana oleh Kakek Atmaja sendiri, karena hari sudah malam dan takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan saat dalam perjalanan pulang. Jadinya, Bagaskara pun tidur di kamar tamu yang ada di lantai bawah.
Semua orang menikmati masakan buat Rinjani yang terasa begitu enak di mulut. Bahkan semua orang menambah kembali sampai makanan di atas meja tidak bersisa. Melihat hal ini membuat Rinjani merasa sangat senang karena hasil jerih payahnya disukai.
"Terima kasih, nikmat sekali masakan kamu ini, Rinjani," kata Bagaskara memuji masakan sang pujaan hati.
"Kalau Om suka masakan ibu, sering-seringlah main ke rumah kita," ucap Aqilah dan disetujui oleh Azzam.
Mendengar ucapan dari gadis kecil itu membuat hati Bagaskara merasa senang. Kini akhirnya dia sudah bisa meyakinkan kedua anak Rinjani kalau hatinya ini benar-benar tulus mencintai ibu mereka.
Satu jam sebelumnya ….
Bagaskara dan anak-anak sedang berlari di halaman rumah Kakek Atmaja sambil menikmati udara segar dan hangatnya sinar matahari pagi. Laki-laki itu berlari sambil menggendong Attar di punggungnya. Suara canda tawa yang riang terdengar dari mulut mereka selama berlari mengelilingi rumah yang berukuran besar ini. Apalagi Aqilah dan Azzam yang tidak mau saling mengalah ingin berlari paling depan. Setelah mereka sampai di sebuah gazebo di halaman samping rumah sebelah kiri, mereka duduk-duduk di sana.
"Kakak nomor satu!" seru Aqilah.
__ADS_1
"Kata ayah, Abang harus mengalah sama perempuan. Tidak boleh membuatnya menangis," balas Azzam.
"Ish, Abang tidak mau mengakui kekalahan barusan," ujar Aqilah dengan ekspresi wajah sebal.
"Sudah-sudah, sesama saudara kalian tidak boleh bertengkar," ucap Bagaskara yang duduk di samping Attar.
Mereka pun berbincang-bincang tentang keluarga Bagaskara. Laki-laki itu menceritakan kisah dirinya bersama Rinjani sewaktu masih muda dulu. Bagaimana mereka sering beradu mulut karena sifat Bagaskara yang suka jahil dan sifat Rinjani yang manja serta cengeng. Dia juga menceritakan tentang perjodohan mereka berdua yang direncanakan oleh Kakek Atmaja dengan kedua orang tua Bagaskara. Namun, ibu mereka menolak dan lebih memilih pergi bersama laki-laki yang dia cintai, setelah bertengkar hebat dengan sang kakek.
"Apa dulu kakek tidak setuju menikahkan ibu dengan ayah karena kakek ingin Om yang menjadi suami ibu?" tanya Azzam.
"Tidak. Ibu bilang kalau kakek itu tidak menyetujui hubungan mereka, karena Ayah berasal dari orang yang tidak mampu. Sedangkan kakek ingin Ibu bisa hidup dengan masa depan yang terjamin," jawab Aqilah, karena dia pernah membicarakan hal ini dengan ibunya dulu, setelah dia mendesak kenapa mereka baru tahu masih punya kakek buyut.
"Ibu kalian itu terlalu mencintai ayah kalian. Walau Dewa sudah lama meninggal dunia, dia masih selalu saja menolak lamaran dari laki-laki yang datang ke rumah dengan alasan dia masih mencintai ayah kalian, benarkan? Dan Itu memang benar, karena sampai sekarang pun Om bisa melihat pancaran matanya akan berbinar jika mengingat sosok ayah kalian," lanjut Bagaskara.
"Apa ini baik untuk ibu?" tanya Aqilah.
"Om saja yang menjadi suami ibu," kata Attar tiba-tiba dan langsung meluk lengan laki-laki itu.
Aqilah dan Azzam saling beradu pandang. Keduanya pun mengangguk-anggukkan kepala.
"Kalau Om Bagas berjanji akan benar-benar menjaga dan mencintai ibu seumur hidup. Lalu, tidak akan menyakitinya baik hati mau pun fisiknya akan kami dukung," kata Azzam.
Bagaikan mendapat sebuah kotak harta Karun berisi banyak harta yang tak ternilai harganya, betapa bahagianya Bagaskara mendengar ucapan dari anak laki-laki ini. Dia pun langsung memeluk Azzam.
"Om janji akan sekuat tenaga untuk menjaga, melindungi, mencintai dan menyayangi ibu kalian seumur hidup aku. Tidak akan pernah menyakiti hati dan fisiknya. Jika itu terjadi, Om akan pasrah kalian mau melakukan apa pun pada Om nanti," ujar Bagaskara dengan mata berkaca-kaca saking senangnya dia.
__ADS_1
"Kalau begitu kami akan membantu Om Bagas agar bisa meluluhkan hati ibu," lanjut Aqilah.
"Terima kasih, Sayang. Terima kasih semuanya. Om sayang pada kalian semua," ucap Bagaskara sambil memeluk semua anak Rinjani.
'Alhamdulillah, Ya Allah sudah mengabulkan doa aku semalaman ini.' (Bagaskara)
Semalaman dia berdoa mohon dibukakan hati ketiga anak Rinjani terutama Azzam dan Aqilah agar mau menerima dirinya menjadi ayah sambung mereka. Selain itu dia juga meminta dibukakan hati wanita yang selalu terbayang dalam pikirannya itu dan menjadikan dia satu-satunya jodoh yang Allah berikan untuknya.
***
Akankah mereka bisa meluluhkan hati Rinjani dan menyatukan cinta Bagaskara? Tunggu kelanjutannya, ya!
Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Apalagi sudah tamat, bisa baca secara maraton.
Angkasa, Bintang, dan Langit adalah anak yang dilahirkan Cantika. Karena kejadian satu malam dengan pria asing, saat dirinya pergi dinas ke Bali untuk menggantikan atasannya, membuat dia hamil diluar nikah.
Dia tidak tahu kalau ayah dari anak - anaknya adalah ALEXANDER GREEN ANDERSSON seorang CEO GALAXY, perusahaan terkenal di Amerika.
Alex adalah seorang CEO yang selalu menjaga diri dari wanita. Karena trauma masa kecilnya. Pertemuannya dengan Cantika membuat dirinya mengenal apa itu cinta.
Perjuangannya mendapatkan cinta Cantika tidak mudah, dengan bantuan si Trio Kancil, dirinya berusaha mendapatkan cinta dari Cantika yang telah memiliki seorang kekasih.
Cantika mendapati kenyataan kalau orang tuanya meninggal karena dibunuh, bukan karena kecelakaan. Usahanya untuk mengetahui masa lalu sang Ayah yang misteri, melibatkan dirinya dan si Trio Kancil pada bahaya.
Bersama dengan Alex, Cantika ingin meungkapkan kebenaran apa yang terjadi pada keluarganya.
__ADS_1