
..."Sifatmu sangat berbeda, sehingga membuatku tertarik baby"...
...Kenzo O.F...
...--------------------...
3 hari sudah berlalu, sejak kejadian itu, hubungan Rara dan Alden semakin dekat. Untuk orang tua maupun mertuanya, Rara sudah memaafkan mereka.
Selama 3 hari itupun Rara tidak pergi ke kampus, setelah pulang dari kantor ayahnya, Rara kembali merasakan sakit diarea bawahnya, hal itu tentu membuat Alden hanya bisa menggeleng kepala, ia bertanya-tanya dalam hati, apakah marah adalah obat yang paling manjur didunia? Atau mungkin itu hanya berlaku untuk istrinya.
Seperti biasa, hari ini Rara berangkat dengan Alden, dan dipersimpangan, Alden pasti menuruni Rara. Sejujurnya, Alden lelah dengan semuanya, ia ingin segera memberitahukan kepada semua orang bahwa Rara adalah istrinya, Alden tidak ingin bermain kucing-kucingan seperti ini, tapi apalah daya, Rara masih belum mau mengumumkan pernikahannya.
Setelah salam pada suaminya, Rara berjalan santai menuju kampus dengan bersenandung gemira. Senyum manis terukir indah dibibir Rara tatkala mengingat hubungannya dengan suaminya yang semakin hari semakin manis, sepertinya Rara sudah benar-benar jatuh cinta dengan Alden.
"Cie yang kayaknya lagi bahagia banget," kekeh seorang gadis menghampiri Rara.
"Lo kelewat lagi, suami gue udah pergi dari tadi," kekeh Rara juga.
"Iya, kesal banget rasanya Ra, padahal aku selalu penasaran sama suami sahabat aku ini," ucap gadis itu sambil memanyunkan bibirnya.
"Eh ... aku masih sahabat kamukan?" lanjutnya.
"Ya iyalah Ya, sampai kapanpun kamu akan menjadi sahabat aku kok," ucap Rara sambil tersenyum manis.
"Lo sama Rissa adalah sahabat tersayang gue. Kapan-kapan kita jalan-jalan, gimana?" tanya Rara bersemangat.
"Boleh-boleh, tapi kalo aku gak sibuk ya," ucap gadis itu yang ternyata adalah Raya.
"Lo udah punya pacar Ya?" celetuk Rara tiba-tiba saat melihat sepasang mahasiswa yang bergandengan sangat mesra, sepertinya mereka sepasang kekasih.
Deg ...
Raya yang mendengar pertanyaan sahabatnya seketika terdiam membisu.
"E-enggak ada kok Ra," ucap Raya sambil tersenyum paksa.
"Yaelah ngapain lo gugup kayak gitu juga kali, gue kan cuman nanya," kekeh Rara.
"Oh iya, kamu kemana aja beberapa hari ini? Aku gak pernah lihat kamu," tanya Raya mengalihkan pembicaraan.
"Eum ... gue sakit Ya," ucap Rara tak sepenuhnya berbohong.
__ADS_1
"Ya udah gue pergi dulu ya, bye," ucap Rara saat mereka sudah berada di cafe.
"Byee Ra," ucap Raya tersenyum manis.
Rara lalu melanjutkan perjalanannya menuju kampus. Begitu Rara masuk kelas, tiba-tiba....
"RARAAA!"
Semua siswa yang mendengarnya seketika menetup telinganya, bahkan ada yang sampai terjatuh mendengar teriakan seorang gadis yang ternyata adalah Rissa.
"RISSAAA!"
Suasana hati Rara sangat bahagia sekarang, jadi tanpa sadar ia membalas teriakkan sahabatnya itu.
Dubhh
Rissa langsung berlari dan segera memeluk erat sahabatnya itu seperti orang yang sudah lama berpisah. Rara membalas pelukan Rissa tak kalah erat, mereka saling berpelukan menyalurkan rasa rindu yang tak terbendung, padahal mereka hanya tidak bertemu selama 3 hari. Sadar akan tatapan mahasiswa lain, mereka lalu melepaskan pelukannya.
"Akhirnya lo kuliah juga, lo sakit apaan sih sampai lama amat? Gue pikir lo udah mau ngek," ucap Rara sambil menggerakkan lehernya.
"Sembarangan lo, gue sakit... sakit...." Rara seketika bingung melanjutkan ucapanya, tidak mungkin ia mengatakan sakit yang sesunggunya.
"Sakit apaan?" tanya Rissa sambil memicingkan matanya.
"Sakit kepala bego," ketus Rissa.
"Emang udah dituker ya namanya?" tanya Rara polos.
"Ckk.. emang dari dulu Ra, kelapa itu coconut, sedangkan kepala itu head," ucap Rissa sambil berbicara menggunakan bahasa Inggris.
"Cih... sok Inggris banget lo," sinis Rara.
Sedangkan Rissa yang mendengarnya hanya terkekeh, sebenarnya ia tidak terlalu pandai berbahasa Inggris.
Mereka lalu duduk dan mulai bergosip tentang anak pak Asep.
(Anak pak Asep teh saha?)
15 menit berselang, dosen masuk, sehingga membuat kelas menjadi tentram, mahasiswa mulai duduk dibangku mereka masing-masing. Buk Rosalina masuk dengan diikuti oleh seorang laki-laki dari belakang.
"Selamat pagi semuanya!" sapa buk Rosalina saat masuk kedalam ruangan.
__ADS_1
"Pagi buk!" jawab mahasiswa serempak.
"Hari ini kalian kedatangan mahasiswa baru, dia pindahan dari Bandung," ucap buk Rosalina tersenyum lembut.
"Silahkan perkenalkan dirimu," lanjutnya.
"Gue Kenzo, gue pindahan dari Bandung," ucapnya dengan datar tanpa menyebutkan nama panjangnya maupun marga keluarganya, namun tetap terlihat tampan menurut para gadis yang ada diruangan.
"Hai Kenzo..." teriak para siswa antusias, pasalnya wajah Kenzo sangat tampan, bahkan telah menyaingi cowok-cowok populer dikampus itu, tetapi meskipun demikian, Kenzo masih kalah dengan ketampanan dosen ter-hitz yang bernama Alden.
"Yasudah Kenzo, kamu bisa duduk dibelakang Diandra. Diandra angkat tangan kamu!" ucap buk Rosalina.
Dengan malas Rara mengangkat tangannya, hal itu tentu tidak lepas dari pandangan Kenzo, dari awal masuk kelas, hanya ada dua orang gadis yang terlihat bodo amat dengan kehadirannya, Kenzo tentu sedikit tertarik dengan sifat mereka, terutama Rara, disaat semua gadis justru menatapnya dengan berbinar, ia justru bersikap tidak peduli.
"Nah... disana kamu duduk nak," ucap buk Rosalina lembut.
"Hmm."
Kenzo hanya berdehem saja, lalu berjalan menuju bangkunya yang terletak dibelakang Rara. Semua mahasiswi bahkan tidak melepaskan pandangan mereka ke wajah tampan Kenzo, bahkan ada yang sampai memberikan flying kiss untuk Kenzo. Rara yang melihat sikap mereka yang seperti itu justru dibuat merinding dan jijik.
Kenzo terus memperhatikan Rara, ia dapat melihat dengan jelas jika gadis didepannya itu tidak tertarik dengannya, bahkan ia menggerakkan tubuhnya seperti orang yang sedang merasa jijik saat para mahasiswi memberikan flying kiss untuknya.
Kenzo yang melihatnya tentu merasa tertantang dengan gadis didepannya itu, tanpa sepengetahun orang-orang yang ada dikelas, ia mengangkat sudut bibirnya sehingga menciptakan senyum miring.
"Menarik"
.
.
.
.
Author
Aduh... baru juga bahagia udah datang aja si curut.
Camella masih belum come back juga, udah datang satu lagi.
Pak Alden, semangat menjaga binimuš¤.
__ADS_1
Oh iya, aku rencanaya up cuman 1 hari sekali ya, soalnya aku lagi bikin cerita baru plus bikin saquel "Jangan Galak-Galak Pak Suami" (Astagfhirullah padahal ceritanya belum juga tamat)