
Restoran Melati'
Setelah puas menangis di dalam kamar mandi, Rara memutuskan untuk pergi ke cafe sesuai kesepakatannya dengan Raya. Rara juga menghubungi Rissa untuk ikut bergabung, tetapi tidak boleh membawa bang Sat, bisnis perempuan katanya.
Rara datang lebih dahulu karena malas di rumah bersama suaminya. Awalnya Alden ngotot ingin ikut dengan Rara dengan alasan khawatir dengan kondisinya yang sedang mengandung. Tetapi bukan Rara namanya jika kalah dengan suaminya. Dengan sengaja ia mengancam suaminya, jika ia ngotot ingin ikut atau diam-diam mengawasinya, maka dirinya akan pergi jauh. Alden tentu tidak bisa berbuat apa-apa, akhirnya ia mengijinkan istrinya untuk pergi.
Rara terus melamun sambil menatap jalanan dari jendela transparan di sampingnya. Wanita itu masih memikirkan tentang obrolan dirinya dengan Mike tadi pagi. Apa yang diucapkan papah mertuanya sedikit benar, semuanya seakan-akan direncanakan.
"Rara kecewa ...."
"Apa yang sebenarnya terjadi? Apa Kenzo dendam sama Mas Alden karena udah nonjok dia waktu itu? Atau Camella yang dendam karena dipecat dengan tidak hormat? Tapi kenapa Papah Mike nggak bilang tentang penyakit mantan Mas Alden? Apa Papah Mike juga nggak tau?" gumam Rara yang benar-benar bingung dengan konflik yang ada. wanita itu bahkan menekankan kata mantan.
Rara lalu teringat kembali pembicaraan antara dirinya dengan mertuanya.
Flash Back
Rara sedang memainkan handphonenya sambil duduk santai di atas kasur. Tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu dan muncullah wajah suaminya.
"Boleh Mas masuk?" tanya Alden meminta ijin.
"Masuk aja, toh ini kamar Mas juga," jawab Rara acuh.
Alden tersenyum, lalu masuk dengan membawa leptop miliknya, ada beberapa pekerjaan yang harus segera diselasaikan, tapi ia tidak tega meninggalkan istrinya, ditambah Rara sedang marah padanya. Jadi, ia memutuskan untuk mengerjakan pekerjaannya di rumah saja, karena mereka memutuskan akan pulang nanti sore.
Rara tidak peduli dengan apa yang sedang dilakukan suaminya, ia lebih memilih untuk menghabiskan waktunya bermain media sosialnya.
Tiba-tiba ada pesan yang masuk ke handphone Rara, alis Rara sedikit mengerut saat mengetahui siapa yang mengiriminya pesan.
[Ra, bisa datang ke ruang kerja Papah? Ada yang ingin Papah bicarakan, tapi harus kamu sendiri tanpa Alden.]
Tumben-tumben sekali papah mertuanya mengirim pesan, dan kenapa tidak boleh datang bersama suaminya? Tapi Rara tidak ambil pusing, mungkin memang ada sesuatu yang penting yang ingin dibicarakan papah mertunya.
"Kamu mau kemana Yank?" tanya Alden saat melihat istrinya berjalan ke luar.
"Ckk ... kepo banget sih! Pengen ke surga," ketus Rara kesal. "Jangan ikutin Rara! Kalau sampai Mas ikutin Rara, Rara bakal srett leher Mas," lanjut Rara sambil menggerakkan jari telunjuknya di leher.
__ADS_1
Alden sedikit merinding melihat tatapan tajam istrinya, apalagi jari Rara yang bergerak di leher, istri manisnya kini sudah berubah menjadi monster.
"Tapi Mas pengen cerita ke kamu," ucap Alden.
"Ckk ... nanti di rumah. Kalau di sini, Rara nggak puas ngehejar Mas," balas Rara asal, lalu segera pergi dan menghilang dari balik pintu tanpa menunggu respon Alden.
Sementara Alden hanya diam, terbengong dengan ucapan istrinya. Apa tadi? Ngehejar? Sepertinya istrinya memang benar-benar titisan monster.
Rara masuk ke dalam ruang kerja Mike setelah mengetuk pintu, dan disuruh masuk oleh papah mertuanya.
"Ada apa Pah?" tanya Rara menghampiri Mike yang sedang duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut.
"Duduk Ra," ucap Mike lembut. Mike lalu bangkit dan berjalan ke arah pintu, ia lalu menutup pintu tersebut, agar tidak ada yang mengetahui obrolan mereka. Rara sedikit bingung dengan ulah Mike. laki-laki itu lalu kembali duduk di dekat menantunya.
"Papah pengen bicara serius dengan kamu Ra." Mike berkata dengan wajah serius.
"Bicara apa?" tanya Rara yang heran melihat tatapan serius Mike.
"Kamu sudah mengetahui dan mendengar bentakkan dan teriakkan papah malam itu, kan?" tanya Mike langsung. Ia sangat yakin jika Rara sudah mengetahui semuanya, kareja jika Rara tidak tau, wanita itu tidak mungkin menyindir saat berada di maja makan tadi.
"Huh ... iya Rara udah tau, Rara udah dengar semuanya," jawab Rara. "Kenapa disembunyiin?" lanjut Rara.
Rara terdiam, apa yang diucapkan papah mertuanya ada benar juga. "Lalu ada apa Papah memintaku ke sini?"
Mike tidak menjawab, tetapi ia memberikan sebuah map pada Rara. Kening Rara tentu mengerut melihat map coklat yang diberikan mertuanya. Ia lalu mengambil dan membukanya. Mata Rara sontak melebar saat melihat foto-foto dirinya bersama Kenzo di pantai.
"Astaga Pah, Rara nggak selingkuh kok, suer." Rara mengangkat dua jarinya, ia berpikir jika mertuanya mengira ia selingkuh dengan laki-laki lain.
Mike terkekeh mendengar respon Rara. "Tidak! Papah tidak menuduhmu selingkuh. Papah hanya ingin bertanya, apa kau sangat dekat dengan laki-laki itu? Ah, maksud Papah, apa kau mengenalnya?"
"Rara kenal, namanya Kenzo," jawab Rara singkat.
"Apa kamu bisa menjelaskan sedikit tentang dia?" tanya Mike lagi yang tidak puas dengan jawaban menantunya.
"Maksud Papah sebenarnya apa sih?" tanya Rara heran.
__ADS_1
"Jadi gini Ra, kamu taukan kalau Alden punya mantan?" Rara mengangguk.
"Nama wanita itu Ella. Papah sudah pantau rumah tangga kalian dari awal pernikahan, dan beberapa minggu setelah pernikahan kalian, wanita itu kembali, tapi dia hanya bekerja biasa saja di sebuah cafe. Tidak ada orang kepercayaan Papah yang mengatakan jika ia berniat mencari Alden, wanita itu memang hanya ingin bekerja saja. Tetapi setelah Ella bertemu dengan kedua anak Fernandez di sebuah restoran, Ella keluar dengan wajah yang frustasi, dan orang kepercayaan Papah mengatakan jika pertemuan pertama Alden dan Ella di lampu merah adalah sebuah pertemuan yang seperti direncanakan," jelas Mike panjang lebar.
"Kedua anak Fernandez?" beo Rara.
"Iya, Fernandez memiliki dua orang anak, yang pertama namanya Camella Veronica Fernandez dan yang kedua Kenzo Oliver Fernandez."
"Ca-Camella?" Rara sedikit terkejut mendengar nama Camella, ia ingat betul dengan wanita itu.
"Kenapa?" tanya Mike yang heran dengan respon menantunya.
Rara lalu menceritakan perihal jika Camella dulunya sempat bekerja di perusahaan Alden, hingga insiden dirinya kecelakaan, dan dipecatnya wanita itu dengan sangat tidak hormat sehingga tidak ada satu pun perusahaan yang menerimanya.
"Sepertinya memang ada yang tidak beres," ucap Mike setelah mendengar penuturan Rara. "Apa kamu memiliki informasi penting lainnya?"
"Sebenarnya Mas Alden pernah menampar wajah Kenzo waktu dia memaksa Rara untuk pulang bersamanya, dan setelah itu Kenzo nggak ada kabar lagi, dia nggak pernah pergi ke kampus, dan Rara bertemu dengan dia saat di pantai kemaren, dan dia udah tau perihal Rara yang menikah dan hamil anak Mas Alden," tutur Rara yang juga ikut merasakan ada yang tidak beres.
Kepala Mike berdenyut memikirkan apa yang sebenarnya sedang terjadi. Sepertinya Ella mendapat tekanan dari anak-anak Fernandez, karena Mike tau jika Ella adalah wanita baik. Jika benar Ella terpaksa, lalu apa yang membuat dia sampai ingin melakukannya? Uang, kah? Tidak mungkin! Ella bukanlah wanita gila harta setahu Mike. Hanya saja, Mike memang tidak tau mengapa Ella meninggalkan putranya begitu saja, tanpa alasan yang jelas.
Mike memilih untuk mengambil map satunya yang berisi foto Alden dan Ella, menurutnya Rara memang harus mengetahui semuanya.
Mike lalu menyerahkan map coklat itu pada Rara. Rara menerimanya dengan sedikit bingung, memang apa isinya? Begitulah isi kepala Rara.
"Itu adalah kumpulan foto Alden bersama Ella di pantai yang didapat oleh orang kepercayaan Papah," ucap Mike yang melihat menantunya yang bingung.
Rara yang mendengarnya menjadi tertarik, ia lalu membuka map coklat itu, dan mengeluarkan beberapa foto yang ada.
Rara membeku saat melihat kumpulan foto tersebut. Apa ia tidak salah lihat?
"Wanita ini ...."
.
.
__ADS_1
.
.