
..."Jika aku memang tercipta untukmu, ku kan memilikimu. Jodoh pasti bertemu" ~Afgan. Jodoh Pasti Bertemu...
..."Kumohon jangan jadikan semua ini alasan kau menyakitiku …. Meskipun cintamu tak hanya untukku, tapi cobalah sejenak mengerti" ~Kerispatih. Bila Rasaku Ini Rasamu...
(Untuk Visual yang lainnya, memori aku penuh, jadi nggak bisa nyimpan foto ><)
...•••••••••••...
*To Bang Sat and Rissa*
Halo Bang Sat dan Kakak ipar Rissa. Semoga debaynya selalu baik-baik aja ya, titip salam buat anak kembar kalian, bilangin dari Aunty-nya yang paling cetar membahana, kembarannya Inces Syahrini.
Untuk Bang Sat, jaga baik-baik istrinya ya. Jangan pernah sakiti Rissa, kalau sampai itu terjadi, bakal Rara bac*k Abang nanti. Rissa juga sebenarnya adalah wanita yang lemah, yang juga bersembunyi di balik wajah kuatnya. Jadi, jangan buat satu tetes saja air mata yang mengalir dari pelupuk dia. Sebenernya Rissa itu kalau nangis jelek banget, sumpah.
Untuk Rissa, selamat ya, karena lo bisa dapat laki-laki seperti Abang gue. Lo tau, gue sempat iri sama lo. Gue juga berharap bisa dapat laki-laki kayak Bang Sat, bahkan gue sempat kepikiran pengennya nikah sama dia hehe. Tapi mungkin bukan rejeki gue bisa dapat laki-laki seperti Bang Sat. Doa'in gue ya, semoga di kehidupan yang akan datang, gue bisa bawa Pak suami sepuluh sekaligus. Lo tenang aja, entar gue bagi-bagi deh buat lo.
Udah itu aja buat kalian berdua. Rara doa'in semoga anak kalian tetap waras, meskipun Rara sedikit ragu. Kan nggak mungkin bapaknya nggak waras, emaknya juga nggak waras, eh anaknya malah waras. Tapi biasanya doa anak sholehah pasti terkabul.
__ADS_1
*To Papah Mike and Mamah Elena*
Halo Mah, Pah. Pasti kalian pengen ketemu sama cucu kalian yang tampan dan cantik ini, kan? Maaf ya, Rara bawa dulu cucunya hehe. Biarkan Rara hidup sendiri dulu, ngerawat anak-anak Rara di sini. Kalian nggak perlu tau di mana Rara berada. Rara akan tetap baik-baik aja kok. Rara akan berjuang mencari sesuap nasi dan sebokah berlian buat anak Rara. Tenang aja, anak-anak Rara cakep-cakep kok. Makasih ya Pah, Mah, karena udah mau nerima Rara sebagai menantu kalian, meski pada akhirnya Rara menyerah. Jaga kesehatan kalian di sana, ya! Rara akan kembali kok jika sudah tiba waktunya.
*To Ayah dan Bunda*
Halo Bun, Yah. Kalian pasti kangenkan sama putri kalian yang cantiknya melebihi dalamnya samudra. Rara baik-baik aja kok.
Untuk Ayah, jangan ngerasa bersalah ya, karena Rara ikhlas kok nerima perjodohan ini, jadi jangan nyalahin diri Ayah, ya! Mungkin memang seperti ini jalan kehidupan Rara. Tapi, Rara percaya seperti yang Ayah ucapkan, kalau pelangi pasti akan muncul setelah badai besar ini. Di sana nanti Rara akan berusaha untuk memulai karir, entah jadi apa Rara nanti di sana, doa'in aja ya semoga nggak jadi gembel hehe. Makasih banyak karena udah mengutus Kak Austin buat jaga Rara. Sepertinya dia orang yang tepat, karena dia baik banget sama Rara.
Untuk Bunda, makasih banyak ya karena udah ngerawat Rara dari kecil, sampai Rara udah punya anak begini. Kayaknya Rara dapat karma deh Bun, siap-siap aja darah Rara tinggi ngurusin nih anak-anak. Mana kemungkinan anak-anak Rara ketukar lagi sifatnya. Doa'in aja ya semoga Kelvin nggak jadi bencong huhu.
Udah itu aja dari Rara. Jaga diri kalian baik-baik, ya! Jangan sampai sakit, kalau pengen ngeliat cucu-cucu kalian. Kalau sampai kalian sakit, Rara nggak akan bawa anak-anak Rara buat ketemu Kakek dan Neneknya.
Makasih banyak untuk semuanya Ray. Lo udah ngajarin gue banyak hal. Setidaknya gue sadar, kalau sebuah pernikahan tidak akan selalu berjalan dengan lancar, akan selalu ada musibah yang datang silih berganti. Lo udah ngajar apa itu arti kesetiaan, dan sekaligus pengkhianatan. Lo emang salah, tapi gue nggak terlalu bisa nyalahin lo, karena bagaimana pun tanpa respon suami gue, semuanya nggak akan mungkin terjadi. Berkat kerja keras lo, gue bisa ngerasaain berbagai warna dan rasa kehidupan. Mungkin karena dulu hidup gue terlalu manis, sehingga Tuhan memberi tahu gue bagaimana rasa pahitnya kehidupan. Sebenarnya, enggak seharusnya lo rela melakukan tugas kotor itu hanya untuk uang satu miliyar, lo bisa datang ke keluarga gue, ceritakan semuanya. Gue yakin kita pasti bisa memahami, dan bantuin lo, karena bagaimana pun orang tua gue udah nganggep lo seperti anak mereka sendiri. Gue tau alasan lo nggak pernah mau cerita karena 'takut dan tidak nyaman', merasa tidak mau merepotkan orang lain, dan lo takut jika orang tua kita bakal kecewa karena tau lo udah punya anak, benar? Sayangnya lo salah mengartikan takut dan tidak nyaman itu. Lo merasa nggak nyaman minta bantuan dari orang lain, tapi lo ngerasa nyaman ngehancurin rumah tangga orang lain. Gini aja, kalau pun itu bukan rumah tangga gue, apa lo nggak merasa bersalah? Apa lo merasa baik-baik aja udah ngehancurin rumah tangga orang lain? Gue udah kenal sama lo sejak lama, gue udah tau gimana sifat lo yang sebenarnya, dan gue nggak suka ngeliat sikap nggak nyaman lo, selalu ngerasa ngerepotin. Dulu lo adalah orang yang dewasa menurut gue, lo bisa berpikir dengan matang sebelum mengambil tindakan. Tapi sekarang, kenapa lo seperti nggak punya otak, dan berpikir terlalu dangkal?
Tapi sudahlah, nasi sudah menjadi bubur. Tidak ada yang perlu disesalkan. Gue udah ikhlas dengan semuanya. Gue denger anak lo bakal melaksanakan operasi ke dua, gue doa'in semoga operasi anak lo berjalan dengan lancar, agar perjuangan yang udah lo lakuin nggak sia-sia. Bye Ray!
*To Mantan Suami Rara*
Halo Mantan Pak Suami. Cie, panggilannya udah beda aja, ya. Maaf ya kalau Rara memilih untuk menyerah. Jujur Rara udah capek, Mas. Hati Rara ini nggak terbuat dari baja. Satu kali Mas sakitin, Rara masih mampu bertahan, dua kali Rara juga masih mampu bertahan, tiga kali Rara juga masih mampu bertahan. Tapi, Rara susah untuk memaafin untuk kali ini. Rara melahirkan sendiri, lho. Anak ini adalah anak Mas, darah daging Mas sendiri. Tapi kenapa? Kenapa Mas nggak ada walau cuman sebentar saja. Rara udah tau kok jawabannya, Mas ngejagain Raya, 'kan? Mas berbohong lagi lho. Mas masih ingat kalau Mas mengatakan jika pergi untuk meeting, tapi kenapa? Kenapa Mas justru pergi bertemu dengan wanita lain? Kenapa nggak jujur aja?
Maaf, kali ini Rara benar-benar nyerah. Awalnya Rara memang ingin mempertahankan rumah tangga ini, tapi sudahlah, sekarang Rara mengikhlaskan semuanya.
Anggap saja aku membeli benihmu. Jadi, biarkan mereka tetap menjadi anak-anakku, bukan anak-anakmu.
__ADS_1
Jika pada akhirnya kita dipertemukan kembali, aku harap kita tidak lebih hanya sebagai orang tua si kembar. Perasaanku sudah benar-benar mati sekarang. Sekarang aku yang akan mengurus anak-anakku, tanpa campur tanganmu.
Oh iya, di dalam ATM tersebut terdapat sepuluh miliyar lebih. Aku harap ini cukup untuk membayar semua yang sudah kamu berikan padaku selama ini. Jadi, aku tidak memiliki sedikit pun utang padamu.
BERBAHAGIALAH! AKU PERGI ....
TAMAT :(
.
.
.
.
Udah nggak usah mencak-mencak karena cuman part isi surat doang😂... Tenang! Harap Tenang Kakak-Kakak.. Jangan demo dulu, karena Autornya cakep kok (Dih ... kepedean)
Karena aku bingung gimana namatinnya kalau bikin penyesalan dulu, maka aku memutuskan untuk namatinnya gini aja. TAPI TENANG! Aku udah bikin penyesalan Alden di cerita baru, dengan judul "Perjuangan A vs A" Udah aku rangkum kok dari semua komen kalian. Miskin? Hampir mati? Hidup menderita? UDAH SEMUA!
Konflik? Masih berlanjut! Tapi cuman konflik pengikat hubungan mereka nanti.
__ADS_1