Istri Bar-Bar Milik Pak Dosen

Istri Bar-Bar Milik Pak Dosen
Akhirnya Bercerita


__ADS_3

Degg ...


Rara terdiam membisu saat membalikkan foto tersebut sehingga menampilkan sebuah gambar yang sesungguhnya. Tetapi bukan gambar itu yang membuat Rara terdiam, tetapi sebuah tulisan "I LOVE YOU ELLA". Terlihat di gambar itu seorang laki-laki merangkul seorang wanita yang ada di sampingnya. Tetapi sayangnya, Rara tidak bisa melihat dengan jelas wajah mereka berdua, tetapi Rara yakin jika itu adalah suaminya, Mas Alden!


Apakah foto ini sudah sangat lama? Begitulah pemikiran Rara. Pasalnya wajah wanita yang ada di foto tersebut tidak bisa dikenali, di foto bagian wajahnya terkelupas sehingga Rara tidak tau seperti apa wajahnya.


"I love you Ella? Ella? El? Siapa Ella?" Begitu banyak tebak-tebakkan di kepala Rara.


"Tapi ... bukankah Mas Alden pernah bilang jika dia tidak punya mantan," lirih Rara.


Seketika Rara menjadi sedih, bertanya-tanya mengapa suaminya masih menyimpan foto mantannya? Apakah dia masih mencintai mantannya?


Ceklek


"Halo say -" Ucapan Alden seketika terhenti saat ia melihat istrinya sedang menatap sebuah foto yang sangat Alden kenali.


"Mas udah kembali?" Di luar dugaan, Rara justru tersenyum lembut, tidak ada wajah marah di wajahnya.


"Sa - sayang kamu dapat dari mana foto itu?" Alden masih tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.


"Maaf ... tadi Rara ngak sengaja buka laci meja ini, dan Rara ngak sengaja nemuin foto ini." Rara menjelaskan sambil terus mempertahankan senyumnya.


"Sa - sayang, Mas bisa jelasin sama kamu tentang foto itu."


Rara yang mendengar suara suaminya yang terdengar gugup tersenyum, senyum yang sangat susah untuk diartikan. Rara lalu bangkit dari kursi kebesaran suaminya, lalu berjalan menuju sofa yang ada di ruangan tersebut.


"Baiklah, Rara memang perlu penjelasan dari Mas. Kemarilah ...." Rara duduk, lalu meminta suaminya untuk duduk di sampingnya.


Alden yang mengerti akan kode itu lalu berjalan dan duduk di sebelah istrinya.


"Apa Mas bisa jelaskan ke Rara tentang foto ini?" Rara berbicara dengan lembut. Tapi sejujurnya, ia takut mendengar cerita yang akan disampaikan suaminya. Ia takut cerita itu akan sangat menyakitkannya.


Alden hanya diam saja. Ia bingung ingin menjelaskan kepada istrinya dari mana. Sementara Rara yang melihat suaminya hanya diam justru merasa ada yang tidak beres.


"Baiklah, mungkin Mas bingung ingin mulai bercerita dengan Rara. Tapi Rara boleh bertanya?" Rara berkata dengan lembut, tetapi di dalam hati Rara terus merapalkan doa, berharap apa yang ada di pikirannya salah.


Alden hanya mengangguk, bibirnya terasa kelu untuk menjelaskan kepada istrinya tentang Ella, masa lalunya.


"Apa yang ada di gambar ini adalah Mas?" tanya Rara lembut.


Lagi dan lagi Alden hanya mengangguk saja.


"L - lalu siapa yang ada di sampingnya?" Rara bertanya dengan suara sedikit bergetar.


"D - dia Ella ... mantan kekasih Mas." Akhirnya Alden memberanikan diri menjawab.


Bagaikan di sambar petir, Rara terdiam mendengar pengakuan suaminya. Jadi dugaannya memang benar jika itu adalah foto suaminya dengan mantannya. Tapi satu yang mengganjal di hati Rara.


Kenapa foto itu masih tersimpan? Apakah suaminya masih mencintai mantannya?


Tiba-tiba Rara teringat dengan pengakuan suaminya yang dulu pernah mengatakan jika ia tidak memiliki mantan.

__ADS_1


"Mas punya mantan?"


"Ah i - itu ... Mas ngak punya kok."


"Kok Mas kayak gugup gitu jawabnya."


"Ngak ada kok sayang. Oh iya ... kamu ngidam atau pengen sesuatu lagi ngak?"


Rara tersenyum kecut mengingat obrolan mereka dulu, teryata suaminya mengubah topik pembicaraan saat itu, dan lucunya ia tidak menyadari akan hal itu.


"Lalu kenapa Mas mengatakan jika Mas tidak punya mantan saat itu," lirih Rara.


"M - Mas minta maaf sayang. Mas tidak bermaksud saat itu, hanya saja Mas belum siap," jelas Alden sambil menatap istrinya.


"Tapi ... bukankah seharusnya tidak ada yang perlu disembunyikan di antara seorang suami dan istri. Sebenarnya Mas itu ngangep Rara apa?" Rara benar-benar kecewa dengan suaminya, bukan karena masalah foto tersebut, tetapi karena suaminya ternyata masih tidak mau terbuka dengan ia.


Kenapa suaminya takut menceritakan masalah masa lalunya pada dia, istrinya sendiri? Apakah karena dia takut aku akan kecewa atau sedih? Tapi ... ini justru lebih menyakitkan, aku mengetahuinya sendiri, bahkan sekaligus dua. Ah! Rara seketika meragukan suaminya.


"Sayang, Mas minta maaf. Mas minta maaf karena tidak pernah bercerita tentang masa lalu Mas dengan kamu. Mas tidak bermaksud tidak menganggap kamu sebagai istri, tapi ...." Seketika Alden bingung ingin menjelaskannya.


"Tapi Mas masih ragu sama perasaan Mas sama Rara, begitu?"


"Enggak sayang, tolong percaya sama Mas."


"Iya, Rara percaya kok Mas. Tapi bisakah Mas menceritakan tentang masa lalu Mas pada Rara?" Rara terpaksa mengatakan percaya, tetapi sejujurnya ia merasa ada yang tidak beres. Rara bertanya-tanya apakah suaminya masih memiliki perasaan pada mantan kekasihnya? Jika tidak, lantas mengapa foto itu masih tersimpan?


"M - mas ...." Alden ragu menceritakannya, sedangkan Rara masih menunggu.


Rara yang mendengarnya merasa sakit, apalagi dengan senyum manis suaminya. Hatinya serasa ditusuk ribuan jarum. Ternyata Ella adalah cinta pertama suaminya, betapa bodohnya Rara yang sempat berpikir jika suaminya memang tidak pernah memiliki mantan, ia pikir ia adalah satu-satunya wanita yang ada di hati Alden, ia pikir ia adalah wanita pertama yang ada di hati Alden. Tetapi sayangnya, ternyata ia hanya yang kedua. Rara hanya tersenyum kecut.


"Apakah Mas masih mencinta dia?" tanya Rara ragu.


Alden seketika sadar jika ia sudah salah menceritakan, tak seharusnya ia menceritakan tentang masa-masa indah itu.


"M - Mas ... M - Mas ... sudah melupakan dia." Alden menjawab dengan sedikit ragu. Hal itu tentu tidak lepas dari pandangan Rara.


"Kenapa Mas seperti ragu mengatakannya. Jujurlah!" Rara sangat tau jika suaminya sangat ragu dengan perkataannya sendiri.


"M - Mas sendiri belum tau sama perasaan Mas sendiri Ra. Mas belum tau apakah nama dia masih ada apa sudah tersingkir di hati Mas. Tapi percayalah! Mas benar-benar mencintai kamu sayang." Alden menggenggam tangan istrinya, meyakinkan ia bahwa nama Rara lah yang berkuasa di hatinya.


"Apa Mas bisa menjamin untuk selalu setia dengan Rara?"


"Tentu! Tentu sayang! Mas benar-benar mencintai kamu, Mas berani bersumpah jika Mas tidak akan pernah meninggalkan kamu." Alden berbicara sangat mantap.


Tiba-tiba Rara teringat dengan lirihan suaminya setelah mereka melakukan pergulatan panas di malam itu. Rara masih mengingat jelas apa yang dikatakan suaminya.


"Jika pun kamu kembali, aku tidak akan kembali El!"


Apa maksud suaminya malam itu, apa wanita yang bernama Ella itu kembali? Lalu jika ia kembali, kira-kira apa yang akan terjadi?


Seketika Rara merasa sesak, ia takut wanita itu benar-benar akan kembali dan suaminya akan meninggalkannya.

__ADS_1


"Tidak perlu bersumpah, pada dasarnya 99% orang akan mengingkari janji mereka. Sebentar lagi Mas akan menjadi seorang ayah, dan Mas akan memiliki dua malaikat sekaligus. Jangan pernah berpikir jika saya, Diandra adalah gadis yang lemah, di dalam kamus kehidupan saya tidak ada yang namanya lemah. Jika Mas mengkhianati Rara, maka akan Rara pastikan menghukum Mas dengan hukuman yang paling kejam," ucap Rara dengan dingin.


Jujur saja, Alden sedikit takut dengan tatapan dingin istrinya. Rara benar-benar berbeda dari sebelumnya, bahkan Alden tidak pernah mendapati istrinya bersikap dingin sebelumnya.


"Kamu tenang aja, Mas tidak akan meninggalkan kamu. Tapi ... apa kamu mau membantu Mas?"


"Membantu apa?" tanya Rara heran.


"Membantu Mas mengetahui perasaan Mas yang sesungguhnya. Membantu Mas untuk melupakan dia," ucap Alden memohon.


Rara tersenyum, ia tentu dengan senang hati membantu suaminya. "Tentu! Rara akan membantu Mas dengan senang hati."


"Makasih sayang. Bagaimana jika besok kita pergi ke pantai?" Alden akan berusaha untuk meyakinkan hatinya jika nama Ella sebenarnya sudah hilang.


"Baiklah." Rara lalu merobek foto tersebut menjadi beberapa bagian tanpa meminta persetujuan suaminya.


Alden yang melihatnya tentu sangat terkejut dengan kelancangan istrinya, itu adalah foto satu-satunya yang ia miliki, sedangkan yang ada di galery sudah benar-benar hilang.


"Kenapa?" tanya Rara santai saat melihat tatapan tajam suaminya.


"N - ngak ada kok sayang. Oh iya, Mas harus pergi sekarang, kamu ngak papa kan kalo Mas tinggal?"


Rara hanya mengangguk, membiarkan suaminya pergi.


Ketika suaminya sudah hilang dari penglihatannya, tanpa terasa air mata yang sudah ia tahan merembes keluar. Rara menangis di dalam ruangan tersebut.


"Hiks ... hiks ... Tuhan, kenapa sesakit ini hiks ... " Rara dapat melihat ketidakrealaan di mata suaminya saat ia dengan lancangnya merobek foto itu.


'Entah kenapa aku seperti mengenal wanita itu.'


"Aku mohon ... siapa pun kamu, tolong jangan kembali," lirih Rara.


*******


Begitu keluar dari dalam ruangan, Alden tidak tahu hendak pergi ke mana, sejujurnya pekerjaannya sudah selesai, tetapi melihat istrinya yang lancang merobek foto itu seketika membuat Alden marah, tetapi ia tidak mungkin menunjukkannya di depan istrinya.


"Arggggg, kenapa gue ngerasa ngak rela Rara merobek foto itu." Alden menjambak frustasi rambutnya karena sudah tidak ada lagi gambar Ella yang tersisa.


Ternyata ada seseorang yang melihat Alden. Dia adalah Bryan! Sedari tadi Bryan memang melihat sahabatnya yang sepertinya sangat frustasi, dan dia dapat mendengar dengan jelas ucapan Alden.


"Gue bakal bantu lo untuk memahami perasaan lo Al. Tapi maaf, cara gue mungkin sedikit sadis."


.


.


.


.


Hehe maaf kemaren nggak up dua hari, soalnya aku ngajuin crazy up, jadi nabung bab hehe ><

__ADS_1


__ADS_2