
Tak terasa usia kandungan Rara sudah memasuki usia ke enam bulan. Tidak berbeda dengan Rara, Rissa juga ternyata sedang mengandung, dan usia kandungan Rissa sudah memasuki usia ke empat bulan.
Saat ini, Rara dan Alden hendak pergi ke dokter kandungan, untuk memeriksa kandungan Rara.
Hubungan Rara dan Alden semakin hari semakin romantis, tetapi meskipun demikian, Alden masih belum berani menceritakan tentang masa lalunya pada Rara.
"Ayok," ucap Alden sambil membukakan pintu untuk Rara.
"Makasih Mas." Rara tersenyum manis dengan perhatian yang diberikan suaminya. Alden yang melihat senyum istrinya tentu ikut tersenyum, senyum Rara memang selalu menjadi candu untuknya, rasanya ia selalu ingin mengecup bahkan jika bisa melahap habis bibir manis Rara.
Mobil melaju menuju rumah sakit. Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, Alden terus menggenggam tangan Rara dengan menggunakan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya memegang setir kemudi. Alden juga sesekali melepaskan genggaman mereka, lalu lanjut mengelus perut Rara yang sudah besar, sekarang Alden sangat suka mengelus-elus perut Rara, bahkan itu sudah menjadi hobinya.
Karena perut Rara yang mulai membesar, Rara terpaksa belajar dari rumah saja, karena tidak mungkin pergi ke kampus dalam keadaan perut yang besar, ditambah tidak ada yang tau tentang pernikahannya selain Rissa dan Reza.
Sementara Rissa, ia juga memilih untuk belajar di rumah saja, tetapi semua anak kampus sudah tau akan berita pernikahan Rissa, sedangkan Rara, mereka tidak tau apa-apa.
Cupp
"Ihh Mas," kesal Rara saat tangannya di hujani kecupan oleh Alden.
Sekarang Alden mempunyai kebiasaan baru. Dia selalu menghujani tangan Rara dengan ciuman saat mereka sedang berada di lampu merah, bahkan setelah puas mencium tangan Rara, Alden akan mengelus perut istrinya.
Alden hanya tersenyum saat melihat wajah Rara yang terlihat sangat kesal. Alden merasa sangat gemes sekali, apalagi melihat bibir istrinya yang sengaja di majukan dengan maksud mengatakan jika ia sedang ngambek, tetapi di mata Alden, itu justru menambah keimutan istrinya.
Tanpa membuang waktu, Alden langsung mendaratkan kecupan pada bibir milik istrinya, tetapi merasa kurang puas, Alden lalu me**mat bibir Rara secara lembut. Rara sedikit terkejut dengan ulah suaminya, tapi tanpa sadar ia juga merasa nikmat sehingga tidak mampu untuk tidak membalas.
Saat sedang asik berciuman, tiba-tiba mereka dikagetkan oleh suara klakson mobil. Alden baru sadar jika lampu lalu lintas sudah berganti menjadi hijau. Dengan cepat Alden menginjak pedal gas, dan mobil miliknya kembali membelah jalanan.
******
Restoran'
Di sebuah ruangan VIP, seorang laki-laki tengah duduk dengan santai sambil menikmati segelas wine. Senyum miring terbit di wajah tampannya, tak sabar menunggu seseorang yang sudah ia tunggu-tunggu. Ya, ia sedang menunggu seseorang. Seseorang yang akan ia gunakan untuk menghancurkan hubungan seorang perempuan yang pernah ia incar tanpa perlu mengotori tangannya secara langsung.
Laki-laki itu tidak menyangka jika kakaknya ternyata tau tentang gadis yang bernama Diandra.
FLASH BACK
Esok harinya...
"Apa kau sudah puas bermain dengannya?" tanya laki-laki sambil duduk di sebelah seorang perempuan.
"Ckk ... kau tau, aku harus melayani Papi mu dari siang sampai malam, tua bangka itu bahkan tidak mengijinkan aku untuk keluar kamar, ia hanya memberiku segelas air, setelah itu terus memompa ku tanpa ampun," kesal perempuan itu.
"Hey! Ayolah, bukankah dia juga Papi mu?" kekeh laki-laki itu.
__ADS_1
"Lagian, apa kau tidak menikmatinya? Kau bahkan merayuku hanya karena dia belum pulang," lanjutnya.
"Ya ya memang seperti itu, tapi aku lebih senang jika bermainnya denganmu," ucap perempuan itu.
"Suka bermain denganku, tetapi justru dia yang mencicipi mu terlebih dahulu."
"Ckk ... bukankah kau tau seperti apa ceritanya, sudahlah aku malas membahasnya."
"Tapi jika aku mengajakmu untuk bermain sekarang, apa kau mau?" tanya laki-laki itu sambil tersenyum miring.
"Tentu ... aku akan selalu ada untukmu, kapan pun kamu mau, aku akan menurutinya."
"Kau memang pemuas nafsu yang terbaik," ucap laki-laki itu tanpa merasa bersalah.
"Ya mau bagaimana lagi, itu memang tugasku," ucapnya sambil tersenyum kecut.
Laki-laki itu seketika merasa sedikit bersalah telah mengatakan seperti itu. Sedangkan perempuan itu hanya diam saja.
"Oh iya kak, lo kemaren bilang kalo lo kenal dengan perempuan ini, kan?" tanya laki-laki itu mengubah topik pembicaraan sambil menunjukkan sebuah foto gadis cantik.
"Sebenarnya aku tidak terlalu mengenalnya, aku hanya pernah bertemunya sekali, tetapi dia yang sudah menghancurkan karirku." Seketika gadis itu menjadi marah sendiri saat mengingat kejadian itu.
"Maksud lo?"
"Kamu tau? Ternyata suami perempuan itu adalah CEO tempat kakak bekerja dulu, dan dia yang sudah membuat kakak di pecat dari perusahaan dan tidak bisa mendapatkan pekerjaan lagi," jawab perempuan itu menggebu-gebu.
"Tapi bagaimana caranya?"
Senyum miring terpampang jelas di wajah perempuan itu saat mengingat kerja bagusnya saat sang Bos justru mengejar istrinya dan meninggalkan handphonenya, ia yang saat itu masih penasaran sontak mengambil handphone itu dan membukanya, untungnya handphone sang Bos tidak terkunci saat itu sehingga memudahkan ia untuk melihat segalanya. Ia segera membuka galery dan benar saja, ia menemukan foto pernikahan sang Bos dengan perempuan tadi, tetapi entah apa yang mendorongnya, ia juga tiba-tiba ingin melihat fitur sampah, lebih tepatnya foto yang baru saja dihapus, yang pastinya tidak akan terhapus sebelum sebulan, ketika ia membuka fitur itu, matanya langsung tercengang saat menemukan satu foto sang Bos dengan perempuan lain, tetapi ia tidak mengenal wanita itu, ia langsung mengambil handphonenya dan memotret foto itu, sebenarnya bisa saja ia memulihkannya terlebih dahulu, tapi ia tidak mau.
"Ini, wanita ini yang akan membantu kita," ucap perempuan itu sambi menyodorkan sebuah foto.
"Dia? Bukannya dia wanita yang bekerja di cafe dekat kampus gue?" lirih laki-laki itu yang masih ingat dengan wanita itu saat ia santai dan makan di cafe dekat kampus.
"Memang apa hubungannya dia dengan mereka?" tanya laki-laki itu yang masih belum mengerti.
"Entahlah, tapi feeling kakak mengatakan ada sesuatu yang ngak beres."
"Ckk ... kau terlalu sok mengatakan pakai feeling segala Camella."
"Hey! Sopanlah sedikit dengan kakakmu ini," kesal perempuan saat sang adik memanggilnya tanpa embel-embel kakak.
"Ya ya Nona Camella," kata laki-laki itu dengan malas.
"Baiklah mari kita cari tahu sama-sama apa hubungan mereka."
__ADS_1
"Let's play the game." Laki-laki itu langsung mengeluarkan smirk miliknya.
FLASH BACK OFF
Ia tak menyangka setelah mencari informasi tentang wanita itu, ada banyak informasi lainnya yang ia dapatkan sekaligus. Ya, seperti kata pepatah "Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui".
Saat sedang sibuk dengan pikirannya, tiba-tiba pintu ruangan diketuk. Setelah itu masuk kakaknya yang di ikuti oleh seorang wanita di belakangnya.
"Halo Nona," sapa laki-laki itu.
"Ckk ... kau terlalu sok manis Zo," ucap Camella jengah.
"Hey ayolah! Kita sedang kedatangan tamu special saat ini," kekeh laki-laki yang baru saja dipanggil Zo oleh Camella.
"Ada apa kalian ingin bertemu denganku, aku bahkan tidak mengenali kalian," ucap wanita itu langsung.
"Tidak usah terburu-buru Nona, mari kita makan dan mengobrol ringan terlebih dahulu," kekeh laki-laki itu.
"Cih ... sok manis sekali kamu Kenzo." Camella berdecih melihat sikap sok ramah Kenzo.
Laki-laki yang baru saja dipanggil Kenzo itu tidak memperdulikan Camella, ia hanya menatap wanita di depannya yang menurutnya cukup cantik.
"Maaf, tidak perlu berbasa-basi, saya sedang sibuk, lagian dari yang saya lihat, kalian sepertinya bukan orang yang baik."
"Wow ... 100 untuk Anda Nona." Kenzo berkata sambil bertepuk tangan.
"Baiklah, silahkan duduk terlebih dahulu."
Wanita itu langsung duduk di kursi yang sudah di sediakan. Kenzo langsung mengambil selembar foto yang sudah ia siapkan, lalu menyodorkannya ke arah wanita itu.
"Apa kau mengenal pria ini?" tanya Kenzo.
"D - dia."
.
.
.
.
Author
Jangan pusing ya sama alurnya >< Nikmatin aja, Enjoy xixi. Ini pasti jelas kok, cuman ada beberapa yang aku cut nanti dan rencananya akan aku bikin di jalan menuju ending, jadi kayak Flash back gitu lah.
__ADS_1
Kemaren ada yang ngira kalau mereka yang main itu adalah Kenzo dan Raya >< padahal aku ngak ada niatan bikin cerita kayak gitu wkwk
Sempat kaget, aku kayak "lho jadi mereka ngiranya gitu ya."