Istri Bar-Bar Milik Pak Dosen

Istri Bar-Bar Milik Pak Dosen
Marah (2)


__ADS_3

..."I don't believe it, but I'll find the answer myself"...


...Kenzo O.F...


...-------------------...


"Apa syaratnya?"


"Cium Mas!"


"Hah?" Rara justru sedikit dengan syarat yang diberikan suaminya.


"Iya cium ... ya kalau gak mau, yasudah, Mas akan tetap marah," ucap Alden yang langsung mengotak-atik handphonenya.


"Cih ... jadi laki kok suka ngambek, dasar Alden!" batin Rara kesal.


"Tidak usah mengumpat dalam hati Ra," ucap Alden tanpa mengalihkan pandangannya dari handphonenya.


"Mas cenayang?" tanya Rara yang sedikit terkejut.


"Bukan, saya dosen yang paling ganteng dikampus ini," ucap Alden asal.


"Cih...." Rara hanya berdecih mendengarnya.


"Ckk... kamu tidak ada niat memenuhi syarat itu ya, punya istri kok gak peka banget, kalo istri orang lain pasti memenuhi keinginan suaminya secara suka rela," ucap Alden kesal.


"Yaudah Mas cari bini baru aja," celetuk Rara asal.


"Emang boleh ya Ra?" tanya Alden dengan mata berbinar.


"Boleh, tapi ingat! Buyung Mas Rara potong nanti," ucap Rara tersenyum manis.


Alden yang mendengarnya tentu sedikit merinding mendengar ucapan istrinya.


"Gak jadi deh sayang, Mas udah sayang banget kok sama kamu," ucap Alden sambil nyengir kuda.


"Kamu gak mau nih kasih Mas kiss, Mas marah lho," ucap Alden tapi dengan suara yang biasa saja.


Rara lalu berdiri dan mendekat kearah suaminya.


Cuuppp


Satu kecupan singkat mendarat dibibir Alden.


"Udah kan?" tanya Rara setelah menjauhkan wajahnya.


"Ihh kurang sayang, sini dong lagi," rengek Alden sambil menunjukkan pipinya.


"Ya Allah, sejak kapan suami Rara bisa ngerengek" batin Rara sedikit terkejut.


Cuuppp


"Yang sebelahnya lagi dong, entar yang sebelahnya iri," rengek Alden lagi sambil menyodorkan pipi kirinya.


Cuuppp

__ADS_1


"Udahkan Mas, udah deh, jangan sok imut kayak gitu, jatohnya malah jijik tau gak," ucap Rara yang geli dengan sikap suaminya.


"Ckk... kamu kalo ngomong difilter dulu napa Ra, suaminya dipuji kek, ini malah dibilang kalo Mas menjijikkan," ketus Alden kesal.


"Hehe iyadeh pak suami, pak suami memang yang paling the best. By the way Rara lapar lho," ucap Rara.


"Terus kenapa kalo kamu lapar?" tanya Alden heran.


"Ckk... Mas gak ada niatan beli makanan gitu," ketus Rara yang kesal karna suaminya tidak peka.


Tok...tok...


"Tenang aja makanannya udah sampe kok," ucap Alden lembut saat melihat kekesalan diwajah istrinya.


Alden lalu keluar dan mengambil serta membayar pesanannya yang memang sudah ia pesan sejak tadi, karna ia tahu jika istrinya pasti belum sempat makan tadi.


"Nih!" ucap Alden sambil menyerahkan sekantong plastik berisi makanan.


Rara lalu merampas plastik itu dari tangan Alden secara kasar, tanpa basa basi ia segera memakannya tanpa mempedulikan tatapan suaminya, sedangkan Alden ia hanya geleng-geleng kepala melihat istrinya.


Selesai makan, Rara lalu pamit pada suaminya untuk kembali kekelas karna ia masih memiliki 1 mata kuliah lagi.


"Yaudah Mas, Rara pamit kekelas dulu ya," ucap Rara setelah membuang bungkusan makanan tersebut.


"Gak usah aja, sama Mas disini aja."


"Ckk... dosa tau gak Mas, orang istrinya mau berlajar malah gak disuruh," ketus Rara.


"Yasudah pergilah," kekeh Alden.


Rara yang melihatnya hanya terkekeh kecil.


"Lo kenapa lama banget Ra diruangan pak Alden?" tanya Kenzo begitu ia melihat Rara.


"Gak ada," ucap Rara datar, setelah itu langsung duduk dikursinya.


"Cih... ini juga karna lo curut, laki gue jadi ngamukkan," batin Rara kesal.


Kenzo yang baru pertama kali mendapat respon datar dari perempuan tentu sangat kesal, selama ini ia tidak pernah mendapat perlakuan ini, tapi gadis didepannya ini seperti sangat menjaga jarak dengannya.


Kenzo sebenarnya adalah seorang laki-laki yang suka gonta-ganti pacar, karna jika ia menginginkan seorang gadis, dia akan mendapatkannya. Apapun caranya, bahkan sampai menyakiti orang lain. Tapi ketika ia sudah bosan dengan gadis itu, ia akan meninggalkannya. Yah... Kenzo adalah tipe orang yang mudah bosan, gadis-gadis yang ia incar hanya akan menjadi mainannya yang kalau sudah bosan dimainkan maka akan dibuang, lalu membeli lebih tepatnya mencari mainan baru yang lebih bagus.


"Well ... You make me crazy baby, I'll get you," batin Kenzo kesal.


Tak berselang lama, Alden selaku dosen masuk kedalam ruangan itu, sepanjang pelajaran Alden terus menatap tajam mahasiswa baru tersebut, sedangkan Kenzo tentu sedikit bingung dengan tatapan tajam yang diberikan sang dosen, ia tidak pernah membuat salah.


Selesai pembelajaran, Rara berencana ingin mampir sebentar di cafe dekat kampus. Alden sudah mengatakan jika Rara pulang bersamanya, tetepi ia harus memeriksa beberapa lembaran jawaban siswa terlebih dahulu, dan Rara mengatakan ia akan mampir ke cafe dekat kampus sambil menunggu suaminya. Awalnya Alden tidak setuju, tetapi Rara tetap kekeh ingin bertemu sahabatnya, akhirnya Alden pun menyetujui.


"Gue pulang duluan ya Ra, maaf karna gak bisa ikut lo," ucap Rissa yang langsung segera berlalu.


Rara hanya mengangguk saja, kemudian segera pergi berjalan menuju cafe, ia hanya ingin bertemu sahabatnya saja.


Bruummm


Sebuah motor berhenti disamping Rara, yang ternyata adalah Kenzo.

__ADS_1


"Pulang bareng gue aja," ucap Kenzo tanpa basa-basi, Kenzo mengira Rara sedang menunggu keluarganya menjemputnya.


"Eh ... Kenzo? Gak perlu, gue ma-"


"Gak papa, bareng gue aja, kasian kalo lo harus nunggu," ucap Kenzo lagi.


"Gak perlu." Rara tentu berbicara dengan datar, menurut Rara orang didepannya benar-benar mengesalkan.


Tiba-tiba Kenzo turun dari motor, lalu menarik tangan Rara untuk ikut dengannya.


"Eh ... maksud lo apaan? Kenapa narik-narik!" pekik Rara berontak sambil berusaha melepaskan genggaman Kenzo.


Tapi tiba-tiba....


Bughh


"Mas Al?"


"Lo ngapain narik-narik cewek gue!" teriak Alden marah setelah satu pukulan keras dilayangkan diwajah Kenzo.


"Mas udah ... " ucap Rara menenangkan Alden.


"Eh ... maksud bapak apa-apaan! Dateng-dateng malah asal tonjok saya!" ucap Kenzo setelah menyadari siapa yang datang.


"Lo yang nyari masalah duluan! Ngapain pake narik-narik tangan cewe gue!" ucap Alden emosi.


"Cewek gue?" beo Kenzo.


Rara yang mendengarnya seketika melotot, benar juga! Kenzo tidak tahu jika Alden adalah suaminya.


"Maksudnya itu ... gue itu sepupunya Ma- pak Alden," ucap Rara yang hampir keceplosan memanggil Alden dengan sebutan Mas.


Alden yang mendengarnya sontak molototi Rara, bisa-bisanya Rara berbohong dan mengatakan jika mereka hanya sepupuan, apakah ia terlalu buruk hingga istrinya sendiri tidak mengakuinya.


"Oh cuman sepupuan ternyata..." ucap Kenzo santai.


Alden yang kesal langsung menarik tangan Rara secara kasar, lalu menyuruh Rara masuk kedalam mobil, setelah itu pergi meninggalkan Kenzo sendirian.


"I don't believe it, but I'll find the answer myself."


.


.


.


Author.


Aku gak tau konfliknya ini berat atau enggak, tapi jujur setiap aku ngebayangin konfliknya, aku pasti nangis, sesuai dengan sinopsis diberanda, Rara akan menangis pilu untuk PERTAMA KALINYA selama ia hidup, sumpah aku gak bisa ngebayangin kalo ini jadi cerita nyata.


Disini mereka semua salah, gak ada yang benar termasuk Rara, cuman karna Rara pemeran utamanya jadi ya gitulah.


Masih ada beberapa rahasia yang belum terungkap. Dan mungkin kalian akan sedikit bingung siapa yang pantas dimaki.


Aku lagi pusing mikirinnya supaya nyampe 100 eps wkwk.

__ADS_1


__ADS_2