Istri Bar-Bar Milik Pak Dosen

Istri Bar-Bar Milik Pak Dosen
Pertemuan Yang Menyakitkan!


__ADS_3

Deg ...


Mata Alden melotot saat melihat sosok istrinya di depannya.


Tunggu!


Jadi, sahabat Ella adalah Rara, istrinya sendiri?


Sementara Rara sebisa mungkin untuk bersikap biasa saja, bahkan wanita itu menunjukkan senyum terbaiknya, entah apa maksud senyum itu, hanya dia yang tau.


"Eum ... jadi dia adalah Nono yang sering aku ceritain ke kamu Ra. Orang special di hidup aku. Cinta pertama aku dulu. Orang yang kamu bilang pengen banget ketemu," ucap Raya memperkenalkan laki-laki yang bernama Nono tersebut.


"Dan ini adalah Rara, No. Dia sahabat aku sejak SMA, keluarga dia yang udah berbaik hati merawat aku di saat aku terpuruk," lanjut Raya memperkenalkan Rara pada Nono.


'Dan sekarang gue nyesal udah ketemu Ray!'


'Apa? Jadi ... bagaimana mungkin aku bercerita perihal Ella pada istriku sendiri? Bahkan menceritakan tentang ciuman saat itu?'


Rara hanya tersenyum, lalu menggangguk pertanda paham.


"Diandra," ucap Rara sambil mengulurkan tangannya.


"A-Alden," balas Alden sambil menjabat tangan Rara, istrinya sendiri.


"Senang bertemu dengan Anda kekasih Ella. Saya sahabat Ella, wanita yang sangat berarti di hidup Anda. Saya selalu penasaran ingin bertemu dengan Anda, tidak sabar rasanya mempunyai Kakak Ipar baru. Saya harap, ah maksudnya saya yakin jika hubungan kalian akan terus langgeng nantinya. Saya dengar-dengar kalian sempat putus. Tapi, syukurlah Tuhan berbaik hati mempertemukan kalian kembali. Semoga ke depannya hubungan kalian baik-baik saja," ucap Rara tersenyum manis.


Alden membeku mendengar ucapan istrinya, apalagi Rara berharap hubungan dirinya dengan Ella akan langgeng? Apakah istrinya waras? Sementara Raya justru sedikit terkejut mendengar sahabatnya yang memanggil ia dengan sebutan Ella. Rara tidak pernah memanggilnya dengan sebutan itu sebelumnya, satu-satunya orang yang tau dengan panggilan itu hanya Alden saja.


"Kamu ... kenapa tiba-tiba panggil aku Ella? Bukan 'kah kamu sering panggil aku Yaya?" tanya Raya heran.


"He-he, gue cuman iseng aja El, sekali-kali pangil dengan nama lain kan seru. Raya Giesella! Aku ambil dari akhir nama lo, jadinya Ella," jawab Rara sambil terkekeh.


Raya hanya mengangguk tanpa merasa curiga sedikit pun. "Kamu tau, Ella adalah panggilan khusus yang diberikan Nono untuk aku. Katanya sih nama kesayangan yang nggak akan pernah tergantikan," kekeh Raya yang merasa gemes dengan sikap Alden dulu. "Enggak ada satu orang pun yang memanggil dengan sebutan Ella sebelumnya, hanya Nono saja," lanjut Raya dengan senyum yang mengembang.


"Oh, seriusan? Sepertinya lo memang orang yang paling special di hidup Nono," kekeh Rara lagi. Ella yang mendengarnya hanya tersenyum, sedangkan Alden tidak mampu berkata apa-apa, bibirnya terasa kelu untuk mengucapkan satu kata saja.


Lalu mereka pun menyantap makan siang mereka dengan keheningan menyelimuti ruangan itu. Di saat sedang menyantap, Rara mengeluarkan suaranya.


"Alden Reynoard Schiaparelli! Siapa yang tidak kenal dengan Anda? Seorang pengusaha sukses terkenal yang mampu membangun perusahaan di usia muda. Bahkan sempat menjadi seorang Dosen, tapi sekarang memilih untuk berhenti. Bukankah saya dengar Anda sudah menikah?" tanya Rara santai sambil memasukkan makanan yang terasa hambar di lidah ke dalam mulutnya.


Uhuk Uhuk

__ADS_1


Alden terbatuk-batuk mendengar pertanyaan istrinya. Dengan sigap Ella mengambil air untuk Alden, lalu menepuk pelan punggung laki-laki itu. Rara yang melihatnya memilih untuk memalingkan wajahnya, merasa sesak melihat Raya yang sangat perhatian pada suaminya, bukankah dia yang seharusnya melakukan itu?


'Tahan Ra! Lo nggak boleh kelihatan lemah!'


Alden dengan kasar menyingkir tangan Raya. Lalu menatap istrinya.


"Iya! Saya sudah menikah, dan sebentar lagi akan menjadi seorang Ayah! Dan saya sangat mencintai istri saya," jawab Alden penuh penekanan.


Rara hanya mengangguk tidak peduli, lalu kembali memakan makanannya. Sementara Raya sedikit malu pada sahabatnya yang ternyata sudah tau jika Nono sudah menikah.


Setelah mereka selesai makan, Raya lalu mulai berbicara tentang kenapa ia mengajak Nono atau Alden bertemu.


"Jadi gini No. Tujuan aku ketemu kamu ke sini cuman mau bilang makasih banyak karena kamu sudah perhatian ke aku selama ini. Maaf karena sudah merepotkan kamu, dan aku minta maaf untuk kejadian malam itu, untungnya kita nggak sampai lebih jauh waktu itu. Titipkan kata maaf ku pada istrimu. Aku nggak bermaksud pengen ngehancurin rumah tangga kalian. Dan tujuan ku meminta kamu ke sini adalah untuk ngenalin kamu sama sahabatku, karena Rara pernah bilang kalau dia pengen banget ketemu kamu," jelas Raya dengan suara lembut, setelah itu tersenyum manis. Sebenarnya Raya sendiri sedikit heran saat Kenzo memintanya meminta maaf perihal malam itu, tapi sudahlah ... mungkin Kenzo memang sudah tobat.


Alden terdiam, kenapa Ella harus membahas masalah malam itu di depan istrinya?


Mata Alden lalu menatap Rara yang sedari tadi hanya diam. Tatapan mata wanita itu terlihat kosong, ekspresi wajahnya menggambarkan jika jiwanya benar-benar terguncang. Tetapi wanita itu bersikap biasa saja, seolah-olah ia baik-baik saja, meskipun kenyataannya tidak.


"Kamu dengar baik-baik Raya Giesella! Aku membantu mu hanya karena kasihan, tidak ada yang namanya cinta lagi, semua perasaanku sudah mati sejak lama! Sekarang yang aku cintai hanya istri ku saja! Kamu ingat itu baik-baik!" ucap Alden dingin dengan sorot mata tajam.


Raya yang mendengar ucapan pedas Alden menunduk malu, apalagi Alden mengatakan itu di depan sahabatnya sendiri. Sementara Rara justru tersenyum sinis mendengar ucapan Alden.


"Ternyata Anda benar-benar bukan laki-laki setia." Akhirnya Rara kembali membuka suaranya.


Alden tertegun, bagaimana mungkin istrinya mengatakan seperti itu? Padahal, dia melakukan semua ini demi dirinya.


"Apa maksud Anda berbicara seperti itu?" tanya Alden tak terima.


"Bagaimana mungkin Anda berkata seperti itu, sedangkan mata dan hati Anda berkata lain? Anda sebenarnya masih mencintai dia, kan? Tapi berlindung di balik kata KASIHAN!" sinis Rara.


"Ah, Anda sepertinya tidak tau apa-apa, ya? Saya sangat mencintai istri saya! Dan dia, dia hanyalah sebagian dari masa lalu yang tidak penting!" tegas Alden sambil menunjuk Ella.


Rara tertawa mendengar penuturan Alden. Dia benar-benar tak habis pikir.


"Ha-ha, cinta? Apakah Anda baru saja mengatakan cinta? Jika Anda mencintainya, tak seharusnya Anda berbuat hal yang tidak senonoh di belakangnya!" sindir Rara.


Mampus! Alden merasa tertohok mendengar perkataan istrinya. Saking malunya, Alden bahkan tak bisa berkata apa-apa lagi.


"Jika memang cinta, tak seharusnya Anda melakukan itu. Bagaimana mungkin Anda meninggalkan istri Anda sendirian di pantai, sementara Anda sedang asik berciuman dengan wanita lain? Harusnya hati Anda kuat menahan segala godaan yang ada. Lantas, jika seperti ini, apakah masih pantas disebut cinta?"


Diam. Semuanya diam. Alden sudah tak bisa berkata apa-apa lagi. Sementara Raya sangat terkejut mendengar penuturan sahabatnya. Dari mana Rara tau semua itu? Sedangkan ia tidak pernah bercerita apa-apa pada Rara.

__ADS_1


Seketika Rara teringat, jika alasan suaminya membantu Raya adalah karena kasihan pada wanita itu yang memiliki penyakit mematikan.


Tunggu!


Mike pernah mengatakan jika Raya tidak berniat menghancurkan rumah tangga ia pada awalnya, tapi setelah Raya bertemu dengan Kenzo, semuanya berubah. Jadi, apakah Raya sebenarnya sedang diancam oleh Kenzo? Tapi ancaman apa yang bisa membuat Raya bertekuk lutut? Kalau pun Raya mempunyai penyakit mematikan, Rara yakin jika Raya lebih memilih mati di bandingkan menghancurkan rumah orang lain.


"Lo sakit apa Ray?" Tiba-tiba saja pertanyaan itu keluar dari mulut Rara, sehingga membuat Raya terkejut setengah mati.


Rara dapat melihat Raya yang wajahnya pucat pasi. Rara sangat yakin jika Raya pasti sangat terkejut mendengar pertanyaannya.


"Apa lo tau kalau Nono milik lo ini udah punya istri? Lo pasti tau, kan?" tanya Rara menatap Raya.


Raya hanya mampu mengangguk lemah.


"Lalu, kenapa lo berniat ngehancurin rumah tangga mereka beg*?" maki Rara. "Lo perempuan Ray! Kenapa lo tega ngehancurin rumah tangga orang lain? Lo mikirin nasib istri dia nggak sih? Apa lo nggak punya perasaan hah? Gimana kalau lo yang ada di posisi wanita itu? Apa lo sanggup?" cerca Rara dengan napas memburu.


Raya benar-benar terkejut saat Rara memaki dirinya. Kenapa sahabatnya itu sangat marah?


"Ah, maaf! Saya kelewat batas berbicaranya! Ternyata saya sadar, di sini yang salah bukan lo mau pun dia." Rara menunjuk mereka berdua. "Gua baru sadar kalau yang salah ternyata istrinya Alden, dia yang sudah lancang berani jatuh cinta pada laki-laki yang ternyata masih berharap dengan cinta masa lalunya." Rara menertawakan dirinya sendiri, bukankah memang dia yang salah di sini?


"Saya permisi!" ucap Rara dari duduknya, dan keluar dari ruangan yang sedari tadi mencekiknya.


Air mata langsung membasahi pipi wanita itu. Sesak, sesak sekali ternyata. Bodoh memang. Tak seharusnya dia percaya pada Alden. Tak seharusnha dia mau memaafkan kembali laki-laki itu.


Tuhan, kenapa Engkau memberikan ujian yang sangat berat untuk hamba?


Rara berjalan dengan langkah cepat. Dia ingin cepat-cepat keluar dari restoran terkutuk ini!


Rara berhenti sejenak, lalu menoleh ke belakang, berharap suaminya mengejar dirinya.


Ah ... bahkan laki-laki yang dia anggap sebagai suami pun tidak mengejar dirinya. Benar! Tak seharusnya dia menerima perjodohan ini. Seandainya saja dia tidak menerima perjodohan ini, dia tidak akan pernah merasakan sakit yang seperti ini.


"Diandra!" panggil seseorang sambil menahan lengan wanita itu agar tak melanjutkan langkahnya.


.


.


.


.

__ADS_1


Ternyata masih belum Tangisan Pilunya yaa >< Sabar! Jiwa malas ku lagi meronta-rontaa😂


Okey kalian masih pengen Rara sama Alden tetap bersatu. Iya sih, kesalahan Alden memang fatal, tapi masih bisa dimaafkan karena tidak ada hubungan badan. Tapi puncak konfliknya belum sampai, dikit lagi >< .... Entah kalian akan berubah pikiran atau tetap pengen mereka bersatu. Tapi kalau aku agak nggak setuju sih wkwk.


__ADS_2