Istri Bar-Bar Milik Pak Dosen

Istri Bar-Bar Milik Pak Dosen
Siapa Abimanyu dan Elmira Sebenarnya?


__ADS_3

Sudah dua hari Rara menginap di rumah orang tuanya, dan selama dua hari itu juga Alden selalu menghubungi Rara, tapi tidak pernah ditanggapi oleh wanita itu. Rara memang sudah memaafkan Alden, tapi bukan berarti dia akan bersikap manis kepada suaminya. Alden harus berjuang untuk bisa membuatnya kembali ke rumah mereka.


Sementara Alden sudah seperti orang gila. Setiap hari, bahkan setiap saat ia berusaha menghubungi istrinya, tetapi sama sekali tidak diangkat. Alden ingin pergi ke rumah mertuanya, tapi entah kenapa ia justru merasa takut. Takut diintrogasi oleh mertunya dan ia tidak bisa menjawabnya nanti.


Hari ini Rara rencananya ingin pergi ke dokter kandungan. Saat berada di rumah sakit, Rara belum sempat check up, karena ia malas. Dan rencananya ia akan pergi ke dokter kandungan sendiri, tanpa suaminya. Rara bahkan tidak menghubungi Alden, ia sengaja mematikan handphonenya beberapa hari.


"Yaudah Bun Yah, Rara pergi dulu, ya!" Rara menyalami orang tuanya, setelah itu masuk ke dalam taksi yang sudah ia pesan sejak tadi.


Sebenarnya Elmira sudah menawarkan diri untuk menemani putrinya, tapi Rara tetap kekeh ingin pergi sendiri, tidak mau ditemani. Elmira hanya bisa pasrah dan membiarkan putrinya pergi sendiri.


Setelah melihat putri mereka sudah pergi, Elmira menangis di pelukkan suaminya.


"M-Mas sepertinya masalah rumah tangga putri kita cukup besar hiks ... Rara tidak mungkinkan bersikap seperti itu jika masalahnya hanya sepele. Aku sangat tau seperti apa sikap putri kita. D-di-dia nggak mungkin lari dari masalah gitu aja jika masalah itu hanya sepele. A-aku nggak sanggup ngeliat Rara sedih, apalagi sampai terluka hiks ...." Elmira terus menangis di dalam pelukannya suaminya. Nalurinya sebagai perempuan sekaligus ibu merasakan ada yang tidak beres dengan rumah tangga putrinya. Elmira dapat merasakan jika putrinya benar-benar terluka. Tapi sayangnya Rara tetap tidak mau bercerita.


"Kamu benar sayang. Bahkan mata putri kita terlihat sedikit bengkak, mungkin akibat terlalu lama menangis. Rara adalah wanita yang sangat jarang menangis, dia bukan wanita lemah! Tapi jika dia sampai terus menangis seperti itu, aku yakin ada yang tidak beres. Sepertinya putri kita benar-benar terluka," sahut Abimanyu yang juga ikutan meneteskan air mata.


"Tapi baik Mike maupun Elena tidak memberitahukan kita apa-apa. Bukankah mereka selalu mengawasi rumah tangga Alden dan Rara? Apakah mereka tidak tau apa-apa? Atau mungkin mereka justru menyembunyikan sesuatu pada kita?" tanya Elena menatap mata suaminya.


"Kamu benar Elmira! Sepertinya mereka sudah tau, tapi tidak ingin memberitahukan kita apa-apa. Entah apa alasan mereka tidak memberitahukan, tapi mereka keterlaluan jika tidak memberitahukan informasi penting pada kita." Sorot mata Abimanyu langsung menajam. Apa maksud mereka tidak memberitahukan informasi penting pada mereka? Jika itu ternyata benar, maka Abimanyu dan Elmira akan sangat kecewa pada Mike dan Elena.


"Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Elmira dengan napas yang ikut memburu.


"Apa lagi? Tentu kita yang akan mengambil alih permainan ini! Kita harus dapatkan informasi ini secepatnya!" jawab Abimanyu ber smirk.


Abimanyu lalu menekan nomor, dan menghubungi seseorang. Tak berselang lama panggilan tersambung. Ia lalu meminta orang tersebut untuk datang ke rumahnya.


"Permisi Tuan! Apa ada masalah?" Tiba-tiba datang seorang pemuda tampan menghadap Abimanyu.


"Austin! Tolong secepatnya kau dapatkan informasi mengenai rumah tangga putriku! Sebenarnya putriku sedang diawasi oleh orang lain! Oleh sebab itu aku memintamu untuk melakukan tugasmu! Lumpuhkan semua anak buah Mike dan siapa pun itu yang bertugas mengawasinya! Aku ingin informasi penting itu ada di tanganku dalam satu jam!" perintah Abimanyu dengan dingin.


"Baik Tuan! Saya akan secepatnya melakukan tugas itu!" sahut seseorang yang dipanggil Austin dengan tegas.


"Satu lagi, tolong kau jaga putriku! Awasi dia sedekat mungkin! Jangan sampai ada orang lain yang berani menyentuh putriku!" ucap Elimira dengan datar.


"Baik Nyonya! Saya akan jaga putri Anda dengan sedekat mungkin!" sahut Austin dengan patuh.


"Kau boleh pergi! Aku percaya padamu jika kau bisa mengatasi ini. Jangan ragu untuk mengeluarkan semua anak buahmu! Dan satu lagi, jangan sampai Mike curiga jika kalian adalah utusanku!" ucap Abimanyu.

__ADS_1


"Baik Tuan! Kalau begitu saya pamit untuk melaksanakan tugas!" Setelah mengatakan itu, Austin lalu pergi dari hadapan Abimanyu dan Elimira, untuk melaksanakan tugas yang diberikan.


"Semoga rumah tangga putru kita baik-baik saja," ucap Abimanyu memeluk istrinya yang terus menangis.


Sudah satu jam Abimanyu dan Elmira menunggu informasi dari Austin, putra dari orang kepercayaan Abimanyu. Tapi, Austin tak kunjung memberi kabar, bahkan mengirim pesan pun tidak ada.


Tingg


Tiba-tiba handphone Abimanyu berbunyi, ia langsung membuka email yang dikirim Austin.


Saat membaca kata per kata, baris per baris, mata Abimanyu membelalak. Pria paruh baya itu memegang dadanya, hampir saja ia jantungan karena terkejut dengan informasi yang didapat Austin.


A-apa ini? Co-cobaan apa yang sedang diberikan Tuhan pada putrinya? Apakah Austin sedang bercanda padanya?


Karena marah, Abimanyu lalu menghubungi Austin, untuk meminta penjelasan.


"Apa maksudmu Austin! Kau jangan bercanda! I-ini tidak mungkin!" teriak Abimanyu begitu sambungan telepon tersambung.


"Maaf Tuan, tapi memang seperti itu kenyataannya. Kami sudah melumpuhkan anak buah Tuan Mike, maupun anak buah Fernandez. Tidak ada lagi yang bisa mengawasi Nona Diandra, Raya, dan Tuan Alden. Semua sudah kami ambil alih," jawab Austin di seberang sana.


"Iya Tuan. Tidak hanya itu saja, masih ada beberapa informasi mengenai Nona Raya yang ternyata tidak diketahui oleh Tuan Mike. Bahkan Tuan Mike tidak mengetahui tentang persahabatan Nona Diandra dan Raya. Selain itu ada beberapa informasi keluarga Fernandez yang kami dapatkan. Ternyata keluarga Fernandez adalah keluarga yang gila akan ****. Sejak kematian istri tercintanya, Elvio menyetubuhi putri kandungnya sendiri, karena melihat sosok istrinya ada di tubuh putrinya. Tidak hanya itu, ternyata putranya, Kenzo, juga ikut-ikutan menyetubuhi kakaknya," jelas Austin di seberang sana.


Abimanyu yang mendengarnya hanya mampu menggeleng-gelengkan kepalanya. Orang tua macam apa yang sampai tega menyetubuhi putrinya sendiri hanya karena kehilangan istri? Bukankah itu terdengar gila? Ayah yang seharusnya menjaga putrinya, tapi justru menghancurkan masa depan anaknya sendiri? Dan adik yang seharusnya ikut menjaga kakaknya, justru ikut dengan kebr***sekkan ayahnya.


"Baik, makasih banyak informasinya Ar. Maaf karena sudah merepotkanmu. Aku mohon jaga putriku," ucap Abimanyu dengan memohon.


"Baik Tuan! Saya akan menjaga dan mengawasi Nona Diandra dengan baik!" sahut Austin patuh.


Setelah itu Abimanyu mematikan sambungan telepon, tubuhnya mendadak lemas. Ia benar-benar dibuat terkejut mendapat informasi yang diberikan Austin. Bagaimana mungkin orang yang ingin menghancurkan rumah tangga putrinya adalah Raya? Seseorang yang sudah ia anggap seperti anaknya sendiri.


Tingg ... tingg ...


Pesan berderet masuk ke dalam emailnya. Ada banyak informasi yang diberikan Austin, yang Mike sendiri tidak bisa mendapatkannya.


Abimanyu mulai membaca semua informasi yang dikirim. Matanya semakin melebar. Informasi yang diberikan Austin sangat lengkap! Dari awal konflik itu terjadi, di mana Kenzo yang mempunyai dendam hanya karena tidak terima wajahnya ditampar oleh Alden. Camella yang juga tidak terima karena ia tidak bisa bekerja kembali di perusahaan manapun. Raya yang ternyata sudah memiliki seorang anak perempuan yang sedang sakit. Alasan Raya yang setuju dengan kerja sama yang diberikan Konzo. Hingga Alden dan Raya yang ternyata sudah bertemu, dan hampir saja kebablasan. Di sana jelas tertulis jika Alden dan Raya sempat berciuman panas!


Tidak hanya itu, ternyata Alden sudah mengingkari janjinya pada Rara. Laki-laki itu bahkan meninggalkan putrinya di pantai bersama Kenzo. Dan apa ini? Rara menangis di tengah hujan yang sangat deras dengan wajah yang sangat pucat? Bahkan putrinya pingsan, dan keningnya berdarah akibat terbentur pinggiran kursi?

__ADS_1


Mata Abimanyu memanas, butiran kristal membasahi pipinya. Abimanyu tidak menyangka jika putrinya sesakit itu. Ia pikir konflik rumah tangga Rara hanya biasa saja, tapi apa ini? Alden ternyata sudah benar-benar keterlaluan!


"Apa yang terjadi Mas?" tanya Elmira yang heran melihat suaminya menangis.


"Te-ternyata putri kita sangat sakit Mir," lirih Abimanyu yang terus menangis.


Abimanyu lalu menyerahkan laporan yang diberikan Austin pada istrinya. Elmira membaca semuanya dengan teliti. Tiba-tiba tubuh wanita itu ambruk, ia tidak mampu menahan tubuhnya. Elmira menggeleng dengan kuat, tidak percaya dengan informasi itu.


"Ma-ma-maksudnya a-apa Ma-Mas?" tanya Elmira dengan dada yang terasa sangat sesak.


"Benar! D-dia adalah Raya!"


.


.


.


.


Ada yang bilang cerita ini mirip sama cerita sebelah, tentang Ella dan Rangga, dan nama abangnya juga sama Bang Sat. Emang iya? Ceritanya yang mana sih😭, aku pengen baca iniii..


Aku pengen jawab sedikit pertanyaan readers..



Sebenarnya Raya itu diancam ya sama Kenzo? Jawabannya enggak ya! Raya itu orangnya nggak enakkan, jadi dia nggak enak yang namanya minjam atau minta bantuan dari keluarga Jonshon, karena keluarga Jonshon udah banyak membantu. Jadi, begitu dia dengar keuntungan yang diberikan Kenzo (Membantu biaya pengobatan Rina, karena Rina harus segara dioperasi) dia langsung terima gitu aja.



Cih ... enggak enak minta bantuan, tapi enak ngehancurin rumah tangga orang (Kurang lebih gini pasti komen readers wkwk ><)



Kenapa Alden nggak selidikin aja sih alasan sebenarnya Raya ninggalin dia? Karena Ella yang ia kenal dulu adalah wanita yang jujur, jadi dia percaya banget sama Ella. Ditambah Kenzo itu udah sediain dokter palsu khusus. Jadi Alden percaya banget, karena merasa ada bukti.


__ADS_1


__ADS_2