
kendra begitu tersiksa saat melihat Amanda yang masib tak sadarkan diri.
Amanda mengalami syok hepovolemik, kehilangan banyak darah saat melakukan operasi caesar. Ada sedikit trouble saat operasi dilangsungkan.
Wajahnya terlihat sangat pucat, detak jantungnya semakin cepat namun juga semakin lemah.
"Apa yang harus Saya lakukan dok?" Kendra menciumi tangan Amanda.
"Sebenarnya hal ini biasa terjadi, namun karena Nyonya Amanda mempunyai golongan darah yang cukup langka yaitu O+ sehingga Kami sedikit kesulitan untuk mencarikan pendonornya"
"Apa kemungkinan terburuknya?"
"Saya tidak berani mengatakan itu, namun kematian bisa menjadi kemungkinan terburuk"
"Lakukan apapun untuk istriku Dok. Aku tidak peduli berapa banyak uang yang harus Aku keluarkan. Bahkan Aku akan memberikan seluruh aset perusahaan asal ada orang yang mau mendonorkan darahnya untuk Istriku" Kendra semakin terisak saat membayangkan Amanda meninggalkannya untuk selamanya.
Nyonya dan Tuan Leonard memasuki ruangan Amanda saat mendengar teriakan Kendra.
"Tenanglah Tuan, Kami sedang berusaha mendapatkan pendonor secepat mungkin"
"Kalau sampai terjadi sesuatu pada istriku, Aku tidak akan memaafkan kalian semua" Kendra semakin prustasi.
"Tenanglah sayang, Kita doakan semoga Amanda baik-baik saja. Ayahmu sudah menghubungi beberapa orang kantor untuk mencari pendonor"
"Aku tidak ingin kehilangan Amanda Bu" Kendra pun menangis di palukan Ibunya.
__ADS_1
"Percayalah, Amanda tidak akan meninggalkan kalian begitu saja"
Kabar Amanda melahirkan sudah sampai di berbagai kalangan.
Saat ini Ziano dan Vita sedang melakukan makan siang di sebuah restoran ternama yang ternyata merupakan milik keluarga Leonard.
Mereka memilih tempat vvip di restoran tersebut.
Hubungan mereka semakin baik sejak Ziano di rawat di Kota G tersebut.
Setelah makan bersama, Vita memutuskan untuk pergi ke toilet.
"Tuan, Saya permisi ke toilet"
Ziano menganggukkan kepalanya.
"Kasihan sekali nasib Nyonya Amanda, sudah dua hari belum sadarkan diri"
"Iya benar, andai saja Aku bisa membantunya. Malang sekali nasibnya"
"Ternyata uang tidak menjamin segalanya, Tuan Kendra mempunyai segalanya, namun tidak memiliki darah dengan golongan O+"
"Kau benar, Kita hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk Nyonya Amanda. Dia sangat baik dan juga ramah. Tidak seperti istri bos yang lainnya"
"Iya benar, dia sangat cantik dan ramah"
__ADS_1
Vita keluar dari kamar mandi dan merapikan riasannya yang natural itu.
"Semoga Nyonya Amanda segera mendapat pendonor darah golongan O+"
Vita melihat dua orang yang sedang berbincang "Siapa yang kalian bicarakan?"
"Maaf Nona jika Kami mengganggu kenyamanan Anda" keduanya nampak tertunduk.
"Tidak tidak, Aku hanya ingin tau siapa yang kalian maksud sedang membutuhkan darah dengan golongan O+?"
"Anu Nona, Istri dari bos Kami. Nyonya Amanda. Beliau baru saja melahirkan dengan operasi dan dikabarkan kehilangan banyak darah. Saat ini belum menemukan pendonor yang cocok dan Beliau belum sadarkan diri"
"Malang sekali nasibnya, boleh Aku tau dia dirawat dimana? Aku mempunyai golongan darah O+"
"Be...Benarkan Nona? Nyonya Amanda dirawat di L Hospital"
"Baiklah Aku akan segera menemuinya"
Kedua office girl itu nampak senang dan berterimakasih kepada Vita. Vita pergi meninggalkan mereka.
"Tuan, Saya mendengar dua orang office girl membicarakan seseorang yang membutuhkan pendonor darah golongan O+, Saya ijin menemuinya. Siapa tau darahku cocok dengan darahnya"
"Sepeduli itu kah Kamu padanya? Memangnya dia siapa?"
"Saya tidak tau pasti. Tapi mereka bilang namanya adalah Amanda. Istri bos mereka" Vita menunjuk dua orang office girl itu.
__ADS_1
"Amanda? Maksudmu istri dari Kendra?"
"Tuan Kendra? Yang kita temui di Mall saat mencari minuman boba itu?"