
"Minta ke Daddy mu boy" Kendra tertawa melihat Kevin.
"Uncle juga yang punya bayi nya Aunty Manda, bukan uncle"
"Uhuk tapi dia istriku" Kendra mencium Kevin gemas.
Vita hanya tertunduk malu, dan Ziano pura-pura tidak mendengar ucapan Kevin.
"Jadi yang mana minuman itu?"
"Itu Tuan, Anda bisa membeli di kedai itu, itu atau yang itu juga ada" Vita menunjuk beberapa kedai.
"Kamu tahu yang mana yang paling enak?"
"Saya belum pernah mencobanya Tuan"
"Baiklah" Kendra memanggil seorang pelayan dan memesan semua jenis minuman boba.
"Aku duluan, Amanda dan Cla sudah menungguku" Kwndra berpamitan.
"Nanti main ke rumah ya boy"
"Siap uncle" Kevin memeluk Kendra. Kendra pergi meninggalkan mereka.
__ADS_1
"Sepertinya Anda sangat dekat dengannya Tuan Muda, kalau kita berdua yang pergi jalan-jalan, sepertinya Aku akan ketakutan saat dia menghampirimu"
"Dia Kendra, dulu dia asisten pribadiku. Namun sekarang dia seorang ceo di salah satu perusahaan ternama"
"Wah hebat sekali dia dari asisten pribadi menjadi ceo"
"Dia orang kaya yang berpura-pura miskin, dasar bocah"
"Oh pantas saja"
"Kak Vita nanti kita main ke rumah Cla ya"
"Siapa Cla?"
"Anak uncle Kenda"
"Ehm coba Kamu tanyakan apakah makanannya sudah siap? Aku mulai lapar"
"Baik Tuan" Vita menghampiri kedai makanan.
Vita dan Kevin makan dengan lahap, Ziano masih memikirkan kata-kata Vita. Bukan Amanda yang beruntung, tapi Kendra. Kendra beruntung bisa memiliki perempuan seperti Amanda. Dia malah menyia-nyiakan perempuan yang begitu sempurna demi wanita jal*ng seperti Sasa.
"Daddy..." Kevin membuyarkan lamunan Ziano.
__ADS_1
"Kenapa tidak makan? Mau Kevin cuapin?"
"Nggak Boy, Daddy akan makan sendiri"
"Biasanya kalau Kevin nggak makan, Daddy suka suapin Kevin"
"Haha anak pintar" Ziano mengacak rambut Kevin. "Terimakasih Boy sudah setia menemani Daddy" Kevin hanya mengangguk.
Vita bingung dengan apa yang dikatakan Ziano. Bukankah seorang anak memang seharusnya setia kepada orangtuanya, tidak ada anak yang selingkuh ckckck.
Vita dan Kevin bermain bersama, mereka tertawa saat memainkan beberapa permainan di arena bermain anak. "Ayo Tuan kalahkan dia" Vita memberi semangat.
Ziano tersenyum "Jadi seperti ini seharusnya hubungan seorang Ibu dengan Anaknya" Ziano menggelengkan kepalanya. Menyadarkan dirinya kalau Vita hanya pengasuh Kevin bukan Ibunya.
"Daddy ayo ikutan, seru Daddy" Kevin melambai-lambaikan tangannya.
Ziano menghampiri Kevin dan ikut bergabung. Mereka sesekali tertawa bersama saat berhasil memainkan permainannya. Vita ikut tertawa saat melihat kedekatan Ziano dengan Kevin.
"Kita tim yang hebat" Ziano memeluk Kevin.
"Beruntung sekali istri Anda Tuan, Anda seorang Ayah yang penyayang dan juga riang" Vita kembali menggelengkan kepalanya. Dia ingat kalau istri Ziano pergi meninggalkannya.
"Kak Vita ayo ikut bermain" Vita tersenyum dan menghampiri mereka.
__ADS_1
Mereka bermain bertiga, tawa bahagia keluar dari mulut mereka. Bahkan sesekali mereka saling memberikan semangat.
Waktu menunjukkan sore hari. Kevin kelelahan dan akhirnya tertidur. "Sepertinya kita harus pulang sekarang Tuan, Tuan Kevin kelelahan karena tidak tidur siang" Ziano pun menggendong tubuh Kevin.