
Sesampainya di perusahaan Z, Kendra mendatangi ruangan Ziano. Ketikha hendak memasuki ruangan dia melihat ke bangku sekretaris "Sasa sedang hamil besar, jadi aku menghentikannya bekerja" Ziano datang dari ruangannya.
"Masuklah, aku sudah menunggumu dari tadi" Kendra mengikuti Ziano
"Apa kabar presdir Grup L ?"
"Baik, apa kabar denganmu ?" mereka berjabatan tangan.
"Sangat baik, aku akan memnjadi ayah dalam beberapa minggu lagi"
"Oh iya selamat"
"Terimakasih. Aku mendengar kamu juga sudah mendapatkan pendamping ?"
"Iya, kemungkinan minggu depan kita menikah"
"Oh ya ? Siapa calonmu ?"
"Kamu pasti tau, tidak usah berpura-pura"
"Oke oke, aku tidak menyangka kamu akan menikahi wanita itu"
"Kenapa ? Kamu tidak keberatan kan ?"
"Tentu saja tidak, aku sudah mempunyai wanita yang sedang mengandung anakku. Lagian aku tidak suka membawa kembali barang bekas"
__ADS_1
Kendra memukul Ziano tepat di pipinya. "Jaga omongan lo, apa lo pikir Sasa wanita baik-baik ? Apa dia bukan barang bekas ? dan apa anak yang dia kandung beneran anak lo ?" Ziano hendak memukul Kendra namun ditahan oleh Kendra.
"Asal lo tau, barang bekas itu ada dua jenis. Yang pertama barang bekas yang diubah menjadi barang antik dan yang kedua adalah barang bekas yang menjadi barang rongsok. Lo tinggal pilih barang bekas mana yang akan lo ambil. Yang jelas, Amanda bukan barang yg nomor dua" Kendra meninggalkan ruangan Ziano dan kembali ke perusahaannya.
Ziano terlihat geram, tadinya dia ingin menghasut Kendra untuk meninggalkan Amanda namun dia malah semakin kesulitan untuk memisahkan mereka.
Kendra sampai di perusahaan dengan tergesa-gesa. Dia menelpon Amanda untuk datang ke ruangannya. Amanda segera menemui Kendra karena khawatir terjadi sesuatu. Sesampainya disana Amanda langsung memeluk Kendra, "Aku mengkhawatirkan mu Kak" Amanda memeriksa wajah dan tubuh Kendra "Haha kenapa sayang ? Memangnya aku kenapa ? Kenapa kamu mengkhawatirkan ku seperti itu ?"
"Tiara menceritakan semuanya"
Kendra memeluk Amanda kembali "Aku tidak apa-apa, terimakasih karena sudah mengkhawatirkan ku" wajah Amanda memerah
"Mulai besok kamu berhenti bekerja..."
"Lalu kapan kita akan mempersiapkan untuk pernikahan kita ?"
"Aku kan bisa cuti Kak"
"Memang siapa yang bilang kamu jangan bekerja lagi ? Makanya kalau orang lagi bicara itu jangan dipotong" Kendra mencubit hidung Amanda.
"Iyaa kak, besok aku akan mulai cuti. Semoga bos ku memberikan izin" Amanda tertawa, kemudian Kendra mengacak rambut Amanda.
"Lebih baik kita segera menghubungi tim WO supaya lebih mudah"
"tidak Kak, aku ingin mengajak Meri dan Selly saja untuk menyiapkannya, apa Kakak bisa memberikan cuti kepada mereka juga ?"
__ADS_1
"Baiklah, tapi jangan kecapean sayang"
"Iya kak"
Amanda kembali ke ruangannya, Meri dan Selly menariknya "Kamu dari ruangan Pak Kendra ? Habis ngapain ?" Selly berbisik
"Apaan sih, aku cuma ngobrol biasa"
"benarkah ? Hanya ngobrol ?"
Wajah Amanda memerah "wajahnya memerah, apa kau percaya mereka hanya mengobrol Meri ?" Selly mengompori "Sepertinya kamu tau jawabannya Mer" Selly menimpali.
"Aku tadi...."
"Ngapain-ngapain Manda ?" Selly dan Meri menatap Amanda dengan serius
"Kata Kak Kendra, dia akan memberhentikan kalian"
"APA ?????" Meri dan Selly berteriak
"Apa salah kita Mer ?"
"Mungkin karena Pak Kendra sering memergoki kita sedang bergosip. Bagaimana ini Selly ?" Mereka berkaca-kaca.
Tiba-tiba Romi datang dan memberikan surat kepada Meri dan Selly. Mereka otomatis menangis dengan histeris. Amanda hanya tertawa melihat tingkah sahabatnya.
__ADS_1