Istri Ceo

Istri Ceo
Melahirkan


__ADS_3

Hari ini rumah sakit Z Hospital sedang sibuk dikarenakan Sasa yang hendak melahirkan. Semua dokter dan perawat bersiap di depan ruangan Sasa.


"Apa dia akan baik-baik saja ?" Ziano yang panik bertanya kepada salah satu dokter yang ada disana.


"Tentu dia akan baik-baik saja Tuan, hanya saja Nyonya muda ingin melahirkan secara normal sehingga kita hanya bisa menunggu hingga pembukaannya sempurna"


"Pembukaan sempurna ? Pembukaan apa itu ?"


Wajah dokter tersebut memerah "Ehm itu Tuan, pembukaan tempat bayi keluar"


"Apa ? Dari sana dia akan keluar ? Bagaimana mungkin ? Apa itu cukup ?" Ziano menunjuk area sensitif Sasa.


Dokter semakin memerah, namun Sasa kembali berteriak ketika merasakan kontraksi yang semakin sering "Sayaaaang, aku sakit" Sasa menggenggam erat lengan Ziano


"Dokter, dia sakit. Berikan dia obat pereda sakit"


"Maaf tuan, tapi itu adalah bentuk dari kontraksi. Tidak ada kbat untuknya"


"Jangan banyak bicara sayang, aku benar-benar tidak kuat" Sasa semakin mencengkeram lengan Ziano. Ziano mengelus kepala Sasa yang penuh dengan keringat "Kuat sayang, kamu pasti kuat"


"Dasar laki-laki, ingin punya anak tapi tidak ingin merasakan sakitnya" Sasa semakin meracau.


Seorang suster berkata kepada Dokter Mila "Pembukaan hampir sempurna dokter, namun sepertinya bayi nya tidak mendorong kembali"

__ADS_1


Dokter Mila memberikan intruksi kepada Sasa "Nyonya tolong jangan dulu mengedan, bayi tidak mendorong kembali dan jika Anda memaksanya keluar maka akan berbahaya bagi Anda dan bayinya"


"Tapi sakit dokter, keluarkan bayi ini. Aku sudah tidak kuat" Sasa kehabisan tenaga nya.


"Suster, cek pembukaannya" Dokter Mila memerintahkan


"Sudah sembilan dokter"


"Kita ambil tindakan B, siapkan alat"


Dokter Mila memasukan sesuatu kedalam rahim Sasa dan membantu bayi untuk segera keluar dikarenakan ketuban yang terus-terusan keluar.


"Alat apa itu ? Kenapa kamu memasukkan alat itu ?" Ziano protes kepada dokter Mila, namun salah satu suster mencoba untuk menenangkannya "Itu alat bantu untuk mengeluarkan bayi Tuan, Nyonya Muda sudah kehabisan tenaga jadi kita menggunakan alat bantu tersebut"


Tiba-tiba terdengar suara tangisan bayi, Ziano melihat ke arah suara dengan haru kemudian kembali menatap Sasa. Namun tiba-tiba Sasa kehilangan kesadarannya


"Emergency...." Dokter Mila memberikan isyarat kepada perawat disana.


Perawat disana membawa bayi Ziano ke ruangan bayi dan membawa Ziano ke luar ruangan.


"Ada apa ini ? Kenapa dengan Sasa ?" Ziano terlihat panik.


"Nyonya muda kehilangan kesadaran dan ada pendarahan dari dalam rahimnya"

__ADS_1


Ziano kembali terlihat panik. "Bagaimana ini ? Tidak mungkin bayi itu harus kehilangan ibunya. Sayang, bertahanlah demi aku, demi anak kita" Ziano menangis di ruang tunggu.


Dokter meminta Ziano untuk datang ke ruangannya.


"Maafkan saya Tuan, daya ingin Anda menandatangani surat izin operasi ini"


"Apa yang terjadi ?" Ziano menatap tajam pada dokter tersebut.


"Nyonya Sasa mengalami pendarahan hebat, beruntung kami segera mengambil tindakan terhadap bayinya sehingga bayinya dapat lahir dengan selamat. Tetapi..."


"Kenapa ?"


"Kami harus mengangkat rahim dari Nyonya Sasa"


"Apa ? Jadi dia tidak bisa hamil lagi ?"


"Benar tuan, itu demi keselamatan Nyonya Sasa" Ziano tampak menangis dan terlihat prustasi.


"Selamatkan dia apapun yang terjadi" Ziano menekan setiap katanya.


"Kami akan berusaha semaksimal mungkin, namun kami memerlukan izin dari Anda sebagai suami dari pasien"


Ziano punmenandatangani semua berkas yang dia terima.

__ADS_1


__ADS_2