Istri Ceo

Istri Ceo
Keputusan Sasa


__ADS_3

Saat ini Sasa masih berada di apartemen milik Frans, dia benar-benar disekap, namun Ziano sama sekali tidak mencarinya. "Kamu kemana Zi ? Kenapa tidak mencariku ?" Sasa mulai menangis.


Sedangkan Ziano sedang tidak sadarkan diri di sebuah night club. Ziano menghabiskan waktu semalaman dengan berminum-minuman. Sejak berpisah dari Amanda, Ziano sering menghabiskan waktu disana.


Frans kembali menghampiri Sasa dan membelai wajahnya "Bagaimana ? Kamu sudah dapat memutuskan ?"


"Apa maumu ? Aku akan memberikan berapa pun permintaanmu" Sasa menepis tangan Frans


"Aku ingin tubuhmu, aku benar-benar merindukanmu. Apalagi dengan keadaan seperti ini, tubuhmu menjadi jauh lebih sexy. Aku benar-benar merindukan aksimu di atas ranjang"

__ADS_1


"Apa jaminan mu kalau kau tidak akan memberitahu Ziano ?"


"Aku tidak mungkin melaporkan jika kau memuaskan ku babby" Frans ******* bibir Sasa.


"Baiklah, tapi aku tidak akan memaafkanmu jika kamu tidak menepati janjimu" Sasa mengancam, kemudian hatinya bergumam "Lagian aku juga tidak puas dengan laki-laki mad*l itu, aku ingin yang lebih. Aku membutuhkan itu"


"Tentu saja babby, aku akan memuaskan mu. Aku tau wanita hamil mengalami perubahan hormon yang cukup tinggi" Frans memainkan put*ng Sasa. Tanpa diduga Sasa membalikkan tubuh Frans dan menindihnya. "Ini yang aku suka darimu babby" Frans tersenyum senang. Sasa membuka dress yang digunakannya kamudian melemparnya sembarangan. Sasa menggesekkan miliknya dengan milik Frans "Ohh honey, kau semakin hot" tubuh mereka mengikuti irama yang mereka buat. Sasa mencapai pelepasannya yang pertama, tubuhnya terasa lemas. "Honey, aku ingin segera bertemu dengan Boy" dengan pasrah Sasa membuka kedua kakinya dan membiarkan Frans menyatukan tubuh mereka. Sasa sangat menikmatinya mengingat Ziano yang semakin hari semakin tidak membangkitkan gairahnya.


Sasa akhirnya merebahkan dirinya di atas ranjang, mengingat kejadian semalam bersama Frans membuatnya tersenyum senang. "Seharusnya aku melakukan ini sejak dulu. Aku tidak akan tersiksa seperti ini" Sasa akhirnya memejamkan matanya karena lelah.

__ADS_1


Malam hari Ziano baru sampai di rumahnya "Dari mana kamu ? Kamu tidak menguntit dia di malam pertamanya kan ?" Ziano yang masih dalam keadaan mabuk mencengkram lengan Sasa "Apa urusanmu ? Sejak kapan kamu peduli padaku ? Kamu hanya peduli pada uang ku"


"Tentu saja sayang aku peduli padamu, kau adalah ayah dari anak yang ada dalam kadungan ku" Sasa bergelayut manja.


"Bahkan sekarang aku ragu, apakah anak yang kamu kandung adalah anakku ?" Ziano menatap Sasa tajam.


"A..Apa maksudmu sayang ? Tentu saja dia adalah anakmu, buah cinta kita. Kenapa kamu berpikiran seperti itu ? Bukankah sudah lama kita menantikan kehadirannya ?" Sasa mencoba meyakinkannya.


"Semalam aku pulang dan tidak menemukanmu, aku pun kembali ke gedung pernikahan untuk menjemputmu tapi kamu tidak ada dimana pun. Apa jangan-jangan kamu yang justru menguntuitnya ? Katakan, dimana kamu semalam ?" Sasa menjadi kebingungan, bagaimana dia harus menjelaskan kepada Ziano.

__ADS_1


"Dan aku mendengar, seseorang datang untuk menjemputmu" mata Ziano sudah memerah, tangannya mengepal. "Katakan kepadaku, siapa dia ? Atau aku sendiri yang akan mencari tahu siapa dia" Ziano meninggalkan Sasa yang hanya mematung, dia benar-benar ketakutan mengingat Ziano yang mulai curiga kepadanya. Jika dia menjauhi Frans maka dia akan kehilangan Ziano, begitu pun jika dia masih berhubungan dengan Frans, dia akan tetap kehilangan Ziano. Mengingat hal itu membuat Sasa ambruk dan menangis.


__ADS_2