Istri Ceo

Istri Ceo
Penculikan


__ADS_3

Amanda, Meri dan Selly menyelesaikan ritual perawatannya. Hari sudah hampir gelap, "Kalian pulang saja duluan, aku akan menunggu Kak Kendra disini aja"


"Mana mungkin kita meninggalkan calon manten sendirian, kalo diculik gimana ?" Selly dan Meri tertawa bersama.


"Sudahlah lagian siapa yang akan menculik ku. Kalian pergi saja duluan. Besok jangan lupa" Amanda mendorong Meri dan Selly untuk pulang.


"Beneran nggak apa-apa nih ? Aku nggak tega ninggalin kamu sendirian" Selly merasa tidak enak


"Iya, bahkan perasaan ku tidak enak" Meri menimpali


"Sudahlah, Kak Kendra sebentar lagi nyampe. Nanti kalian pulang kemalaman, beristirahatlah" Taxi melewat, mereka langsung menaiki taxi tersebut


"Kita duluan ya Manda, kamu hati-hati"


"Iya daaah, kalian hati-hati juga yaa" mereka pun berpamitan. Tanpa diduga ada sepasang mata yang memperhatikan mereka sejak tadi.


"*Kak, aku tunggu di kafe JJ yaa"

__ADS_1


"Oke sayang, aku akan segera kesana. Jalanan macet, maafkan aku ya"


"Tenang saja Kak, aku tidak akan kemana-mana*"


Amanda duduk di sebuah kafe, dia memesan minuman. Namun tiba-tiba seseorang membekam mulutnya dan memangkunya ke dalam mobil.


"Lepaskan, siapa kamu ? Apa yang kamu lakukan ?" Amanda meronta meminta untuk dilepaskan. Namun tenaganya kalah kuat, tengannya di ikat ke belakang.


"Lepaskan aku, aku akan melaporkan mu karena sudah menculikku. Lepaskan"


Orang tersebut langsung mencium bibir Amanda dengan rakus. Amanda mencoba untuk berteriak namun mulutnya semakin dibungkam. Amanda mulai menangis karena orang tersebut semakin rakus menciumi Amanda hingga Amanda hampir kehilangan nafasnya.


di kafe, Kendra mencari orang yang menunggunya namun nihil. Dia mencoba menelpon Amanda namun tidak ada jawaban sama sekali. "Amanda, kamu dimana ? Kenapa aku sangat khawatir"


Kendra mencari terus hingga berkeliling Mall, namun hasilnya tetap nihil. Akhirnya dia menelpon Selly dan Meri, namun dia sangat terkejut saat Selly dan Meri mengatakan kalau Amanda menunggunya di kafe tersebut. Kendra menanyai orang-orang yang sedang makan atau sekedar nongkrong di kafe, namun mereka sama sekali tidak mengetahuinya. Hingga Kendra bertanya kepada seorang pelayan "Apa maksud Anda perempuan cantik, kulit putih dan rambut sebahu ?"


"Ya itu dia, apa kamu melihatnya"

__ADS_1


"Ya aku melihatnya, dia tadi memesan minuman disana, namun saat aku kembali dia sudah tidak ada di tempat" Pelayan itu menunjuk meja di pojok luar.


Kendra membuka ponselnya dan menunjukkan foto Amanda "Apa ini orangnya ?"


"Iya ini orangnya"


"Kau yakin dia disana ? Apa ada yang menjemput atau mengikutinya ? Atau ada orang mencurigakan yang memperhatikannya ?"


"Maaf tuan, tapi saya tidak mungkin memperhatikan hingga sedetail itu"


"cctv, ya... Apa ada cctv di kafe ini ?"


"Ada tuan, tapi hanya area dalam dan pintu masuk yang tertangkap cctv tersebut"


Kendra terlihat sangat prustasi, hari sudah semakin malam namun Amanda masih tidak bisa dihubungi.


"Apa mungkin dia sudah di apartemennya ?" Kendra melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju apartemen Amanda. Dia memasuki ruangan tersebut kemudian mencari ke semua penjuru apartemen "Amanda... Amanda... Kamu dimana sayang ?" Kendra berteriak.

__ADS_1


__ADS_2