
Saat Ziano dan Kevin pulang, Bianca keluar dari kamarnya. "Udah pulang?"
"Udah Kak, huft untung mereka mau pulang"
"Gila ya, kenapa ajak mereka kemari?"
"Lah aku mana mungkin ngajak mereka Kak, tadi Pak Ziano yang maksa buat nganterin"
"Hati-hati loh, nanti cinta" Bianca menyenggol Vita.
"Ih nggak lah Kak, dia udah punya anak gitu"
"Duda juga masih enak dipandang. Apalagi kalau mandang tabungannya hahaha" Bianca tertawa.
"Biasanya bos itu pacaran sama sekretarisnya" Vita menjulurkan lidahnya.
"Enak aja, Pak Ziano bukan tipe aku"
"Sudah sudah, tidak boleh membicarakan orang seperti itu nduk. Kita nggak tahu siapa jodoh kita, jadi jangan berbicara seperti itu" sperti biasa Ibu menengahi mereka.
"Iya Bu iya" Vita memeluk tubuh Ibunya.
Pagi hari Ziano datang mengantarkan Kevin. "Kenapa Anda repot-repot Tuan? Saya bisa menemui Anda di kantor"
"Tidak apa-apa, Kevin sudah tidak sabar ingin bertemu denganmu" Kevin tersenyum dalam pelukan Ziano.
"Baiklah Tuan Muda, silahkan masuk" tanpa diduga Ziano ikut memasuki rumah.
"Bianca sudah berangkat?"
"Sudah Tuan"
"Tadinya Aku akan mengajaknya berangkat bersama. Oke boy, Daddy ke kantor dulu ya. Jangan lupa nanti makan siang temui Daddy"
"Ok Daddy"
Ziano meninggalkan Kevin bersama Vita, entah mengapa perasaannya begitu tenang saat melihat Kevin bersama Vita.
__ADS_1
"Mungkin karena dia bisa merawat Kevin dengan baik"
Ziano membayangkan dua orang itu. Kalau tidak ada meeting mungkin dia akan berlama-lama di rumah Bianca.
Siang hari sesuai dengan janjinya, Vita datang bersama Kevin ke perusahaan Z.
"Daddy" Kevin berlari ketika melihat Ziano yang berjalan di lobby.
"Loh kalian sudah disini? Untung Daddy sudah kembali" Ziano menggendong tubuh Kevin.
"Darimana Daddy?"
"Ada urusan"
Mereka berjalan memasuki lift khusus. Sesampainya di ruangan Vita duduk di sofa bersama Ziano dan Kevin.
"Kamu membawa apa?" Zianio menunjuk kotak yang ada di tangan Vita.
"Ehm, ini... Ini saya membawa nasi goreng untuk Anda Tuan" Vita menundukkan kepalanya. Ziano tersenyum dan mengambilnya.
"Ini untukku? Sudah lama sekali Aku tidak memakan nasi goreng buatan rumah"
"Kamu sudah makan boy?"
"Belum Daddy"
"Lalu kamu?"
"Sa...Saya Tuan? Belum"
"Ayo ambilkan piring, kita makan nasi goreng ini"
Vita tersenyum dan mengambil beberapa piring dan makan bersama.
"Terimakasih, sangat enak. Buatkan untukku setiap hari"
"A...Apa Tuan?"
__ADS_1
"Kamu keberatan?"
"Tentu tidak Tuan, Saya akan membuatkannya"
"Oke, Aku akan menambahkan uang ke rekeningmu untuk keperluan memasak" Vita menganggukkan kepalanya.
Hari ini Ziano bekerja dengan sangat keras, tidak jarang dia menelpon dan marah kepada orang yang ada di seberang telpon.
"Masuklah" Ziano menelpon seseorang. Terlihat Bianca memasuki ruangan Ziano.
"Vera sudah siap?"
"Sudah Tuan"
"Pastikan dia siap segalanya"
"Baik Tuan"
"Aku tidak ingin ada kendala apapun selama di kota G"
"Baik Tuan"
"Aku percayakan perusahaan kepadamu selama Aku berada di kota G"
"Baik Tuan"
Bianca meninggalkan ruangan tersebut.
"Jadi Kak Bianca tidak akan ikut? Aku tidak pernah ke luar kota dengan orang asing. Bagaimana ini?" Batin Vita menangis.
Vita menemui Bianca saat Kevin tertidur.
"Kak, jadi Kamu tidak akan ikut?"
"Ini perjalanan cukup lama, kalau Aku ikut maka siapa yang akan menjaga ruangan ini?"
"Kan ada tim pengaman Kak, lalu siapa yang akan menjagaku?" Vita merengek.
__ADS_1
"Anak manja, Kamu sudah besar sayang" Bianca memeluk tubuh Vita.
"Aku takut Kak, bagaimana mungkin aku bisa tidur di kamar hotel sendirian?" Bianca tertawa saat mendengar alasan Vita. Vita memang sudah lulus kuliah, namun sifat manjanya masih saja ada.