
Ziano sampai di kediaman Kendra. Nampak Cla yang sedang bermain ditemani pengasuhnya. Ketika sedang bermain, Cla bingung melihat sebuah mobil memasuki halaman rumahnya. Ada rasa penasaran dan takut yang memenuhi pikirannya.
Namun saat Ziano keluar dari mobil, "Uncle Zinooo....." Cla berlari dan menghambur ke dalam pelukan Ziano.
"Hallo princess, Kau merindukan Aku?"
"Iyaa Ucnle... Mana Kak Kevin?" Cla melihat ke arah mobil namun hanya ada seorang perempuan muda dan cantik yang berada di samping pintu mobil.
"Dia siapa Uncle?" Cla melihat Vita dengan ragu.
"Hallo, Aku Vita. Princess Claretta?" Vita menghampiri Cla.
Cla tersenyum saat mendengar kata princess. "Benar Aunty, Aku princess Cla. Kata Mommy, Aku akan mempunyai adik laki-laki. Jadi Aku anak Mommy sama Daddy yang paaaling cantik"
Vita dan Ziano tertawa melihat Cla yang bercerita dengan gaya khas anak-anaknya. Bahkan beberapa kata sulit untuk dimengerti oleh Vita dan Ziano.
"Baiklah Kakak Princess, apa Kamu mau ikut dengan Uncle untuk bertemu dengan Little Boys?" Ziano menggendong tubuh Cla
__ADS_1
"Memangnya mereka dimana?" mata Cla berbinar saat mendengarnya, namun tiba-tiba "Tapi Mommy bilang Aku ngga boleh kemana-mana selain Daddy yang jemput. Jadi kayanya Aku ngga bisa ikut deh Uncle. Maafkan Aku ya" Ziano semakin gemas saat Cla memanyunkan bibirnya dan pipinya yang gembul.
"Yah sayang sekali, padahal Uncle kesini buat jemput kamu. Disuruh Mommy sama Daddy loh" Ziano pura-pura terlihat sedih.
"Benaran Uncle, baiklah Aku siap Aku siap" Cla kembali memeluk Ziano. Vita hanya tertawa melihat dua orang yang sedang berbicara dengan sangat akrab itu.
"Baiklah princess, Kita berangkat"
Ziano dan Vita berpamitan dan pergi meninggalkan halaman rumah.
Cla duduk dipangkuan Ziano saat menyetir, dia bercerita banyak hal.
"Hahaha kenapa Kamu begitu cerewet. Kamu benar-benar mirip Mommy mu"
"Daddy juga berkata begitu" Cla menyilangkan kedua tangannya di datas dadanya.
"Memang begitu, Kamu sangat mirip dengannya"
__ADS_1
"Memangnya Uncle kenal Mommy?"
"Tentu saja Uncle kenal Mommy mu. Uncle menegnalnya sejak seusiamu"
"Benarkah? Lalu bagaimana?" mata Cla berbinar ingin mendengar cerita lebih lengkapnya.
"Mommy mu dulu penakut. Masa dia takut dengan badut? Kami pernah bermain ke teman wisata, dia menangis karena melihat badut" Cla tertawa mendengar cerita Ziano.
"Dasar Mommy, sungguh memalukan" Cla mencebikkan bibirnya. "Lalu apa benar Mommy mirip denganku?"
"Sangat mirip, bahkan matanya, hidungnya, bibirnya, pipinya sangat mirip denganmu"
"Kenapa Mommy meniru wajahku"
Vita dan Ziano tertawa saat melihat Cla yang tidak terima kalau wajahnya mirip dengan Amanda.
"Tapi dia cantik kan? Jadi tidak apa-apa kalau wajahmu mirip dengannya"
__ADS_1
Deg tiba-tiba hati Vita merasa sakit, entah sejak kapan dia merasa nyaman saat bersama Ziano. Namun sampai saat ini hubungan mereka belum jelas, Ziano hanya meminta Vita selalu menemaninya tanpa kejelasan sebagai siapa. Apakah sebagai pengasuh Kevin atau sebagai Ibu dari Kevin? Sebenarnya dia berharap Ziano memberikan kepastian kepadanya.
Pikirannya kini tidak fokus lagi kepada pembicaraan Ziano dan Cla. Wajahnya dia alihkan kepada pemandangan yang ada di luar jendela.