Istri Ceo

Istri Ceo
Pamit


__ADS_3

Dengan terpaksa Ziano mengikuti ide Vita.


Ziano menelpon seseorang untuk memesankan makanan itu atas nama dirinya. Ziano duduk di ruabgan kantornya, beberapa menit kemudian salah satu pegawai office boy datang dan membawa makanan itu.


"Bagus, ini untukmu" Ziano memberikan beberapa lembar uang kepadanya.


"Terimakasih Tuan, terimakasih banyak"


Ziano kembali ke rumah dan mendapati Vita yang sedang tertidur di atas sofa.


"Sayang, ini pesananmu"


Vita langsung membuka matanya, "Wah sudah datang, pukul berapa ini Mas?"


"Pukul dua" Ziano melihat pergelangan tangannya.


"Apa? Hanya satu jam? Mas beneran beli di tempat itu kan?"


"Iya sayang, coba Kamu lihat. Baunya harum. Ayo Kita makan"


"Pasti yang antri itu gadis-gadis cantik kan? Makanya Mas tidak susah mengantri?" Vita menyelidiki Ziano dengan memutar-mutarkan badannya.


"Kamu mencari apa Sayang? Aku tadi menyuruh salah satu office boy untuk membeli makanan ini"


"Oh pantesan, iya udah yuk makan"


Ziano benar-benar bingung melihat tingkah Vita. Tidak biasanya dia seperti ini.


Selesai makan Vita kembali menuju kamar untuk menyiapkan barang-barang pribadi yang akan dibawa dalam perjalanannya.


"Mas, apa pakaian segini cukup?"

__ADS_1


"Jangan bawa banyak pakaian Sayang. Aku yakin Kamu ingin membelinya nanti disana. Jadi Kita tidak perlu banyak membawa barang"


"Baiklah Mas" Vita memasukkan kembali beberapa pakaian ke dalam lemari.


Vita menghampiri Ziano dan merebahkan badannya di atas kasur. "Lelah sekali Mas"


"Istirahatlah Sayang" Ziano sedang bersama laptopnya. Dia menyiapkan segala sesuatu saat mereka pergi berbulan madu.


"Mas, lagi apa?"


"Aku sedang membuat rancangan kerja Sayang. Aku tidak ingin di telpon Stevan terus saat Aku berbulan madu" Ziano mengecup kening Vita.


"Apa tidak apa-apa kalau Mas meninggalkan perusahaan dalam waktu yang lama?"


"Tidak Sayang, coba lihat. Aku sudah mempersiapkan semuanya."


Vita melihat ke arah laptop Ziano "Apa? Jadwal untuk dua minggu? Apa Kita akan pergi selama itu?"


"Eh tunggu dulu Mas. Walpapernya? Ini kan foto Aku pas Aku masih menjadi pengasuh Kevin?" Vita memperhatikan foto saat dia berada di salah satu tempat bermain.


"Itu Kevin yang mengambil gambar"


"Kevin? Kapan Kevin mengambil gambar ini? Bukankan dia tidak mempunyai kamera"


"Maksudku ini permintaan Kevin. Dia selalu merindukanmu saat Kamu jauh darinya"


"Ohh..." Vita hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.


Malam hari Vita dan Ziano menunggu mobil jemputan.


"Mommy mau jalan-jalan ya sama Daddy?"

__ADS_1


"Iya Sayang, maafkan Mommy karena meninggalkan Kamu bersama Nenek ya"


"Tidak apa-apa Mommy, Aku akan menjaga Nenek dengan baik" Vita memeluk Kevin.


"Terimakasih sudah menjadi anak yang baik. Oh iya Kamu mau oleh-oleh apa nak?" Vita mengusap rambut Kevin yang tebal.


"Oleh-oleh ya? Aku mau apa ya? Oh iya, Aku mau adik bayi Mommy"


Vita dan Ziano saling berpandangan, "Doakan Kami ya Sayang"


"Ibu doakan semoga Kamu segera mendapat momongan nduk" Ibu menghampiri Vita. Ziano menghampiri mereka dan merangkul Ibu.


"Doakan Kami ya Bu"


"Pasti Ibu mendoakan kalian berdua"


Tiba-tiba suara mobil memasuki pekarangan rumah mereka.


"Sepertinya mobil jemputan Kami sudah datang. Kami pamit ya Bu" Ziano mencium tangan Ibu dan diikuti oleh Vita. Kevin memeluk Vita dengan sangat erat sehingga Vita begitu berat meninggalkannya.


"Kami pamit..."


***


Yang nanya apa kabar Amanda? Kendra dan keluarga. Mereka baik.


Kenapa sekarang ceritanya jadi Vita dan Ziano, karena cerita keuwuan Amanda dan Kendra sudah aku stop sampai season 1 selesai.


Ini kan season 2 ya Kak Zheyeeng. Jadi nikmati saja.


Kalo rindu mereka, bisa baca lg yg season 1 😄

__ADS_1


Salam sayang buat semua 😘😘


__ADS_2